Es Gunung Masih Jadi Primadona Saat Cuaca Panas, Ini Rahasia Kesegarannya

kholiefatul Jannah • Dipublikasikan Jumat, 24 Juli 2026 | 07:28 WIB
Es Gunung menghadirkan kesegaran minuman tradisional dengan isian beragam dan cita rasa khas yang menggugah selera. (BTV/Ai)
Es Gunung menghadirkan kesegaran minuman tradisional dengan isian beragam dan cita rasa khas yang menggugah selera. (BTV/Ai)

Durasi Baca: 6 Menit

Topik: Es Gunung sebagai minuman tradisional penyegar dengan isian beragam dan cita rasa khas

Ikhtisar: Artikel ini membahas keunikan Es Gunung, bahan penyusunnya, alasan tetap digemari, serta tips menikmati minuman ini secara nyaman saat cuaca panas.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Es Gunung menjadi salah satu minuman tradisional yang masih banyak dicari saat suhu udara meningkat. Sajian berbahan es serut padat dengan aneka isian manis ini menawarkan sensasi segar sekaligus mengenyangkan sehingga tetap diminati berbagai kalangan.

Cuaca panas memang paling pas ditemani minuman dingin yang menyegarkan. Nah, Es Gunung punya cerita menarik yang layak disimak sampai akhir, Ces!

Minuman sederhana ini ternyata menyimpan perpaduan rasa, tekstur, dan tradisi yang masih bertahan hingga sekarang. Singkat, segar, dan selalu menggoda.

Apa yang Membuat Es Gunung Berbeda dari Es Serut Biasa?

Sekilas Es Gunung memang tampak seperti es serut pada umumnya. Bedanya, es batu diparut lalu dipadatkan hingga membentuk tumpukan menyerupai gunung kecil yang menjadi ciri khas penyajiannya.

Di balik gunungan es tersebut tersimpan berbagai isian yang membuat setiap suapan terasa berbeda. Umumnya terdiri atas kacang merah rebus, kolang-kaling, cendol, atau campuran bahan lain sesuai kreasi penjual.

Siraman sirup merah menjadi identitas visual yang mudah dikenali. Setelah itu ditambahkan susu kental manis sehingga rasa manisnya terasa lembut dan berpadu dengan dinginnya es.

Perpaduan tekstur juga menjadi daya tarik utama. Es yang lembut bertemu kenyalnya kolang-kaling, empuknya kacang merah, dan cendol yang licin menciptakan pengalaman makan yang berbeda dibanding minuman dingin biasa.

Baca Juga: Jahe Bajakah, Minuman Hangat Khas Kalimantan dengan Kandungan Alami yang Menarik Dipelajari

Mengapa Es Gunung Masih Banyak Dicari Saat Cuaca Panas?

Tubuh secara alami membutuhkan asupan cairan ketika suhu lingkungan meningkat. Minuman dingin memang dapat memberikan sensasi segar sesaat sehingga banyak dipilih masyarakat pada siang hari.

Es Gunung menghadirkan sensasi tersebut sekaligus memberi tambahan energi melalui kandungan gula dari sirup dan susu. Sementara isian seperti kacang merah juga memberikan rasa kenyang lebih lama dibanding minuman yang hanya berisi es.

Tidak sedikit orang yang menjadikan Es Gunung sebagai teman bersantai setelah beraktivitas di luar ruangan. Sajian ini juga sering hadir di pasar tradisional, sentra jajanan, hingga festival kuliner daerah.

Popularitasnya bertahan karena resep dasarnya mudah dikenali, tetapi tetap memberi ruang bagi penjual untuk berkreasi melalui tambahan buah, agar-agar, cincau, maupun biji selasih.

Tips Menikmati Es Gunung Agar Tetap Nikmat dan Nyaman

Menikmati Es Gunung sebenarnya tidak hanya soal rasa. Cara memilih dan mengonsumsinya juga ikut menentukan pengalaman menikmati minuman tradisional ini.

1. Pilih penjual yang menjaga kebersihan. Pastikan bahan isian disimpan dengan baik dan es berasal dari sumber yang layak konsumsi.

2. Nikmati saat baru disajikan. Es serut akan cepat mencair sehingga teksturnya paling nikmat ketika masih padat.

3. Sesuaikan tingkat kemanisan. Jika tersedia pilihan, jumlah sirup maupun susu dapat disesuaikan agar rasa tidak terlalu manis.

4. Perhatikan porsi. Ukuran yang terlalu besar mungkin terasa berat jika dikonsumsi setelah makan.

5. Tambahkan isian sesuai selera. Kacang merah, kolang-kaling, maupun cendol memberikan karakter rasa yang berbeda sehingga dapat dipilih sesuai preferensi.

Dengan memilih bahan yang segar dan penyajian yang higienis, Es Gunung dapat menjadi pilihan pelepas dahaga yang menyenangkan ketika cuaca sedang terik.

Bagaimana Es Gunung Menjadi Bagian dari Kekayaan Kuliner Nusantara?

Indonesia memiliki banyak variasi minuman berbasis es serut. Di berbagai daerah terdapat sajian khas dengan bahan lokal yang mencerminkan kekayaan kuliner masing-masing wilayah.

Es Gunung termasuk salah satu bentuk kreativitas tersebut. Walaupun komposisinya dapat berbeda antarpenjual, ciri utama berupa gunungan es serut, sirup merah, susu kental manis, dan isian tradisional tetap menjadi identitasnya.

Keberadaan minuman seperti ini juga memperlihatkan bagaimana kuliner tradisional mampu bertahan di tengah munculnya berbagai minuman modern. Banyak orang tetap mencarinya karena menawarkan rasa nostalgia sekaligus kesegaran yang sederhana.

Di sejumlah daerah, Es Gunung bahkan menjadi bagian dari jajanan legendaris yang diwariskan dari generasi ke generasi. Hal itu membuat nilainya bukan hanya sebagai pelepas dahaga, tetapi juga bagian dari budaya kuliner lokal.

Baca Juga: 6 Fakta Menarik Gandasturi, Kue Kacang Hijau Tradisional yang Tetap Bertahan

Poin Penting:

Insight Redaksi: Es Gunung menunjukkan bahwa kuliner tradisional kada selalu kalah menarik dibanding minuman modern. Nilai utamanya justru terletak pada kesederhanaan rasa, bahan yang mudah dikenali, dan pengalaman menikmati sajian yang sudah akrab bagi banyak orang. Di Balikpapan, peluang mengenalkan kembali minuman seperti ini terbuka lebar melalui festival kuliner maupun pelaku usaha lokal. Sederhana. Namun berkesan.

Kalau menemukan penjual Es Gunung yang masih mempertahankan resep tradisional, sempatkan mampir. Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang mengenal kuliner Nusantara.

Masih banyak cerita kuliner yang menarik untuk dijelajahi. Ikuti terus informasi terbaru hanya di Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa isi utama Es Gunung?
Es Gunung umumnya berisi kacang merah, kolang-kaling, cendol, sirup merah, dan susu kental manis.

2. Mengapa Es Gunung cocok dinikmati saat cuaca panas?
Karena memberikan sensasi dingin dari es serut serta rasa manis yang menyegarkan.

3. Apa ciri khas Es Gunung dibanding es serut biasa?
Es batu dipadatkan hingga membentuk gunungan dengan berbagai isian di bagian dalamnya.

4. Bagaimana memilih Es Gunung yang baik?
Pilih penjual yang menjaga kebersihan bahan, menggunakan es layak konsumsi, dan menyajikannya dalam kondisi segar.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
pencinta kuliner tradisional es gunung indonesia