Kenta, Camilan Tradisional Dayak dari Kalimantan Tengah yang Menghadirkan Rasa Gurih dan Manis dalam Satu Sajian

kholiefatul Jannah • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 14:14 WIB
Kenta menjadi camilan tradisional Dayak dengan cita rasa khas dari ketan sangrai, gula merah, dan kelapa muda (BTV/Ai)
Kenta menjadi camilan tradisional Dayak dengan cita rasa khas dari ketan sangrai, gula merah, dan kelapa muda (BTV/Ai)

Durasi Baca: 6 menit

Topik: Mengenal kenta sebagai camilan tradisional khas Dayak dari Kalimantan Tengah

Ikhtisar: Artikel ini membahas kenta, camilan tradisional masyarakat Dayak yang dibuat dari beras ketan sangrai serta disajikan bersama gula merah dan kelapa muda.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Kalimantan Tengah tidak hanya dikenal melalui beragam hidangan utama, tetapi juga memiliki camilan tradisional bernama kenta yang masih menjadi bagian dari warisan kuliner masyarakat Dayak. Sajian sederhana ini memadukan beras ketan sangrai, gula merah, dan kelapa muda sehingga menghasilkan cita rasa khas yang tetap digemari hingga sekarang.

Masih banyak kuliner tradisional yang menyimpan cerita menarik di balik proses pembuatannya. Yuk kenali kekayaan pangan Nusantara yang mulai jarang ditemui, Ces!

Mengapa kenta menjadi camilan khas yang masih dikenang?

Di tengah berkembangnya berbagai makanan modern, kenta tetap memiliki tempat tersendiri dalam budaya masyarakat Dayak. Camilan ini dikenal karena menggunakan bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar.

Proses pembuatannya juga mencerminkan kebiasaan masyarakat yang memanfaatkan hasil pertanian lokal. Beras ketan menjadi bahan utama yang memberikan tekstur khas setelah melalui proses pemanggangan.

Kenta bukan sekadar makanan ringan. Hidangan ini juga menjadi bagian dari identitas kuliner tradisional Kalimantan Tengah yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Bagaimana proses pembuatan kenta dilakukan?

Pembuatan kenta dimulai dengan merendam beras ketan selama kurang lebih satu jam. Tahap ini membantu butiran ketan menyerap air sehingga lebih siap untuk diolah.

Setelah direndam, beras ketan kemudian disangrai menggunakan tungku kayu. Cara memasak tradisional tersebut memberikan aroma asap yang khas sekaligus menghasilkan tekstur renyah pada butiran ketan.

Sesudah matang, kenta disajikan bersama gula merah yang memberikan rasa manis alami. Tambahan irisan halus daging kelapa muda menghadirkan perpaduan rasa gurih sekaligus tekstur lembut yang melengkapi setiap suapan.

Perpaduan sederhana itu justru menjadi daya tarik utama. Tidak memerlukan banyak bumbu, tetapi mampu menghasilkan cita rasa yang seimbang.

Baca Juga: Resep Es Pirai Khas Kutai Kartanegara: Kuliner Legendaris yang Makin Langka

Apa yang membuat cita rasa kenta berbeda dari camilan lain?

Keunikan kenta terletak pada kombinasi tekstur dan aroma. Beras ketan yang disangrai menghadirkan sensasi renyah sekaligus harum karena dimasak menggunakan tungku kayu.

Gula merah memberikan rasa manis yang tidak berlebihan, sedangkan kelapa muda menghadirkan kesegaran alami. Ketiga bahan tersebut saling melengkapi tanpa saling mendominasi.

Bagi masyarakat Dayak, cara penyajian tradisional juga menjadi bagian penting yang menjaga keaslian rasa. Karena itu, banyak orang masih memilih membuat kenta dengan teknik lama dibanding menggunakan peralatan modern.

Selain menjadi camilan sehari-hari, makanan tradisional seperti kenta turut memperlihatkan kekayaan bahan pangan lokal yang dimiliki Kalimantan Tengah.

Kuliner tradisional kenta menghadirkan perpaduan sederhana yang mencerminkan warisan masyarakat Dayak Kalimantan Tengah (BTV/Ai)
Kuliner tradisional kenta menghadirkan perpaduan sederhana yang mencerminkan warisan masyarakat Dayak Kalimantan Tengah (BTV/Ai)

Tips menikmati kenta agar semakin nikmat

1. Sajikan saat masih hangat agar aroma hasil sangrai tetap terasa.

2. Gunakan gula merah asli sehingga rasa manis lebih alami.

3. Pilih kelapa muda segar untuk menghasilkan tekstur yang lembut.

4. Nikmati bersama teh atau kopi hangat sebagai teman bersantai.

5. Simpan beras ketan sangrai dalam wadah tertutup jika ingin mempertahankan kerenyahannya lebih lama.

Kuliner tradisional seperti kenta memperlihatkan bahwa makanan sederhana dapat memiliki nilai budaya yang tinggi. Setiap tahapan pembuatannya menjadi bagian dari warisan yang terus dijaga masyarakat setempat.

Di tengah banyaknya camilan modern, kehadiran kenta mengingatkan bahwa kekayaan kuliner Nusantara tidak hanya berasal dari cita rasa, tetapi juga dari cerita, tradisi, dan cara masyarakat mempertahankan identitas daerahnya.

Baca Juga: Mi Bancir, Warisan Kuliner Banjar yang Menyatukan Dua Dunia dalam Satu Sajian

Poin Penting:

Insight Redaksi: Kenta menunjukkan bahwa kekayaan kuliner daerah tidak selalu hadir melalui hidangan yang rumit. Justru makanan sederhana sering menjadi penanda kuat identitas budaya. Di Balikpapan maupun wilayah Kalimantan lainnya, kuliner tradisional seperti ini layak terus dikenalkan kepada generasi muda agar kada hilang ditelan perubahan zaman. Nilai budayanya sama pentingnya dengan cita rasanya.

Kalau berkesempatan berkunjung ke Kalimantan Tengah, sempatkan mencicipi kenta langsung dari pembuat tradisional agar pengalaman kulinernya terasa utuh. Bagikan juga artikel ini ke bubuhan ikam supaya semakin banyak yang mengenal kuliner khas Nusantara.

Masih banyak cerita menarik tentang kuliner tradisional Indonesia yang layak dikenali. Ikuti terus informasi terbaru hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa itu kenta?
Kenta adalah camilan tradisional khas masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah yang dibuat dari beras ketan sangrai.

2. Apa bahan pelengkap kenta?
Kenta biasanya disajikan bersama gula merah dan irisan daging kelapa muda.

3. Mengapa kenta memiliki aroma khas?
Karena beras ketan dimasak dengan cara disangrai menggunakan tungku kayu.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
kenta kalimantan tengah masyarakat dayak