Bangamat atau Paing, Kuliner Tradisional Dayak Berbahan Kalong yang Masih Dilestarikan

kholiefatul Jannah • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 15:46 WIB
Bangamat menjadi kuliner tradisional Dayak yang mencerminkan kekayaan budaya dan warisan kuliner Kalimantan Tengah (BTV/Ai)
Bangamat menjadi kuliner tradisional Dayak yang mencerminkan kekayaan budaya dan warisan kuliner Kalimantan Tengah (BTV/Ai)

Durasi Baca: 6 menit

Topik: Mengenal bangamat sebagai kuliner tradisional masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah

Ikhtisar: Artikel ini membahas bangamat atau paing, makanan tradisional berbahan kalong, proses pengolahannya, variasi bumbu, serta nilai budaya yang masih dijaga masyarakat Dayak.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Kalimantan Tengah memiliki beragam kuliner tradisional yang mencerminkan kekayaan budaya masyarakat Dayak. Salah satunya adalah bangamat atau paing, hidangan berbahan dasar kalong yang hingga kini masih dikenal di sejumlah komunitas Dayak sebagai bagian dari tradisi kuliner lokal.

Masih banyak makanan tradisional Nusantara yang menyimpan cerita budaya di balik setiap sajian. Penasaran bagaimana proses pembuatannya? Simak terus sampai akhir, Ces!

Apa itu bangamat atau paing?

Bangamat, yang juga dikenal dengan nama paing, merupakan makanan tradisional yang menggunakan kelelawar besar atau kalong sebagai bahan utama. Hidangan ini telah lama dikenal oleh beberapa subetnis Dayak di Kalimantan Tengah.

Bagi masyarakat yang mewarisinya, bangamat bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari pengetahuan kuliner turun-temurun yang memanfaatkan sumber daya alam sesuai kebiasaan setempat.

Keberadaan bangamat menunjukkan bahwa keragaman kuliner Indonesia sangat dipengaruhi oleh lingkungan, tradisi, dan kearifan lokal masing-masing daerah.

Bagaimana proses pengolahan bangamat dilakukan?

Sebelum dimasak, kalong dibersihkan terlebih dahulu secara menyeluruh. Bagian kuku, bulu kasar, punggung, dan isi perut dibuang agar siap diolah menjadi hidangan.

Setelah proses pembersihan selesai, bagian sayap, bulu halus yang tersisa, serta daging dimasak menggunakan berbagai rempah sesuai tradisi masing-masing komunitas Dayak.

Tahapan tersebut menjadi bagian penting agar bahan makanan siap dikonsumsi sesuai kebiasaan masyarakat setempat.

Mengapa setiap subetnis Dayak memiliki racikan berbeda?

Meski menggunakan bahan utama yang sama, setiap kelompok masyarakat memiliki cara memasak yang berbeda. Perbedaan itu menjadi ciri khas kuliner masing-masing daerah.

Masyarakat Dayak Ngaju umumnya mengolah paing menggunakan lebih banyak bumbu sehingga menghasilkan cita rasa yang lebih kaya.

Sementara itu, masyarakat Dayak Maanyan lebih sering memanfaatkan serai dan daun pikauk sebagai bumbu utama. Perpaduan rempah tersebut memberikan aroma khas yang membedakan bangamat versi Maanyan dengan daerah lainnya.

Perbedaan racikan ini memperlihatkan bagaimana satu jenis makanan dapat berkembang mengikuti tradisi lokal tanpa menghilangkan identitas utamanya.

Baca Juga: Resep Es Pirai Khas Kutai Kartanegara: Kuliner Legendaris yang Makin Langka

Apa saja pelengkap yang biasa dimasak bersama bangamat?

Bangamat biasanya dimasak bersama sayur hati batang pisang kipas yang telah dipotong-potong. Bahan tersebut memberikan tekstur berbeda sekaligus melengkapi cita rasa hidangan.

Selain batang pisang kipas, sebagian masyarakat juga memasaknya bersama sulur keladi. Kedua bahan tersebut merupakan tanaman yang banyak dimanfaatkan dalam berbagai masakan tradisional Kalimantan.

Kombinasi bahan utama dengan sayuran lokal menciptakan hidangan yang mencerminkan kedekatan masyarakat Dayak dengan kekayaan alam di sekitarnya.

Bangamat atau paing menjadi bagian warisan kuliner Dayak yang tetap dikenal hingga sekarang (BTV/Ai)
Bangamat atau paing menjadi bagian warisan kuliner Dayak yang tetap dikenal hingga sekarang (BTV/Ai)

Tips mengenal kuliner tradisional secara bijak

1. Hormati tradisi daerah dengan memahami bahwa setiap kuliner memiliki latar belakang budaya yang berbeda.

2. Cari informasi dari sumber terpercaya sebelum mengenal makanan khas suatu daerah.

3. Pelajari sejarahnya agar memahami nilai budaya yang terkandung di balik setiap hidangan.

4. Hargai perbedaan kebiasaan kuliner sebagai bagian dari keberagaman Indonesia.

5. Dukung pelestarian kuliner lokal melalui informasi yang akurat dan menghormati budaya masyarakat setempat.

Bangamat menjadi salah satu contoh bahwa kuliner tradisional Indonesia sangat beragam. Di balik bahan yang digunakan, terdapat nilai sejarah, identitas budaya, serta pengetahuan lokal yang diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Memahami makanan tradisional seperti bangamat juga membantu mengenal kekayaan budaya Dayak secara lebih utuh, sekaligus memperlihatkan bahwa setiap daerah memiliki karakter kuliner yang terbentuk dari lingkungan dan tradisi masing-masing.

Baca Juga: Mi Bancir, Warisan Kuliner Banjar yang Menyatukan Dua Dunia dalam Satu Sajian

Poin Penting:

Insight Redaksi: Keberagaman kuliner Nusantara sering kali menghadirkan perbedaan yang mungkin terasa asing bagi sebagian masyarakat. Namun, di balik setiap hidangan tradisional terdapat sejarah, lingkungan, dan budaya yang membentuknya. Dari sudut pandang Balikpapan, mengenal kuliner lokal daerah lain menjadi langkah penting untuk menghargai keberagaman Indonesia. Kada harus menyukai semua jenis makanan, tetapi memahami nilai budayanya tetap penting.

Luangkan waktu mengenal kuliner tradisional dari berbagai daerah melalui sumber yang tepercaya. Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam agar semakin banyak yang mengenal kekayaan budaya Indonesia.

Masih banyak kisah menarik tentang kuliner khas Nusantara yang layak dikenali. Ikuti terus informasi terbaru hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa itu bangamat?
Bangamat atau paing adalah makanan tradisional masyarakat Dayak yang menggunakan kalong sebagai bahan utama.

2. Apa perbedaan masakan Dayak Ngaju dan Dayak Maanyan?
Dayak Ngaju umumnya memakai lebih banyak bumbu, sedangkan Dayak Maanyan menggunakan serai dan daun pikauk.

3. Apa pelengkap yang biasa dimasak bersama bangamat?
Bangamat biasanya dimasak bersama hati batang pisang kipas atau sulur keladi.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
bangamat kalimantan tengah masyarakat dayak