Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Iptek Mimbar Opini

Mengenal Hintalu Karuang Dari Ramadan hingga Hajatan, Ini Keistimewaan Hintalu Karuang Khas Banjar

Wenny Anastasya • Jumat, 17 Juli 2026 | 12:27 WIB
Hintalu Karuang khas Banjar menghadirkan kudapan manis ketan dan santan sebagai warisan kuliner Kalimantan Selatan (BTV/AI)
Hintalu Karuang khas Banjar menghadirkan kudapan manis ketan dan santan sebagai warisan kuliner Kalimantan Selatan (BTV/AI)

Durasi Baca: 6 Menit

Topik: Warisan kuliner tradisional Banjar berupa kudapan manis berbahan ketan dan santan yang tetap lestari

Ikhtisar: Mengulas asal-usul, bahan, cara pembuatan, cita rasa, nilai budaya, kandungan gizi, serta tips menikmati Hintalu Karuang sebagai warisan kuliner khas Kalimantan Selatan.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Hintalu Karuang merupakan salah satu kuliner tradisional khas Kalimantan Selatan yang hingga kini masih menjadi sajian favorit masyarakat Banjar. Terbuat dari bola-bola tepung ketan yang disiram kuah santan berpadu gula aren, makanan ini bukan hanya menawarkan cita rasa gurih dan manis, tetapi juga menjadi bagian penting dari tradisi keluarga dan berbagai kegiatan adat.

Masih banyak yang belum mengenal kudapan sederhana ini, padahal setiap suapannya menyimpan cerita budaya yang panjang. Yuk, kenali kuliner Banjar yang satu ini sampai tuntas, Ces!

Mengapa Hintalu Karuang masih bertahan di tengah banyaknya jajanan modern?

Hintalu Karuang menjadi bukti bahwa makanan tradisional tetap memiliki tempat di hati masyarakat. Resepnya diwariskan dari generasi ke generasi dengan mempertahankan cita rasa asli yang sederhana namun berkesan. Di lingkungan masyarakat Banjar, sajian ini hampir selalu hadir saat Ramadan, pengajian, syukuran keluarga, hajatan, hingga berbagai acara kebersamaan. Kehadirannya menjadi simbol kehangatan ketika keluarga berkumpul menikmati hidangan bersama.

Nama Hintalu Karuang sendiri cukup unik. Dalam bahasa Banjar, hintalu berarti telur, sedangkan karuang berarti kelelawar. Nama tersebut merujuk pada bentuk bulatan tepung ketan yang menyerupai telur kecil, bukan berasal dari bahan pembuatnya. Meski belum ditemukan catatan sejarah tertulis yang menjelaskan awal kemunculannya secara pasti, makanan ini diyakini telah dikenal sejak lama ketika masyarakat Banjar memanfaatkan hasil pertanian lokal seperti beras ketan dan kelapa sebagai bahan pangan sehari-hari.

Apa saja bahan utama yang membuat rasanya khas?

Keistimewaan Hintalu Karuang justru berasal dari bahan-bahan sederhana yang mudah ditemukan. Perpaduannya menghasilkan rasa yang harmonis tanpa memerlukan banyak tambahan bahan.

Bahan utama yang digunakan meliputi:

Sebagian pembuat juga menambahkan sedikit tepung beras agar tekstur bola ketan terasa lebih lembut. Namun, resep tradisional umumnya tetap menggunakan tepung ketan sebagai bahan utama. Santan segar memberikan rasa gurih yang lembut, sementara gula aren menghadirkan manis alami sekaligus aroma khas yang menjadi ciri utama makanan ini.

Baca Juga: Bukan Sekadar Es Campur, Ini Keunikan Ce Hun Tiau Khas Kalimantan Barat

Bagaimana proses membuat Hintalu Karuang agar tetap kenyal?

Pembuatan Hintalu Karuang sebenarnya cukup sederhana, tetapi membutuhkan ketelitian agar hasil akhirnya tetap kenyal dan tidak mudah pecah. Adonan dibuat dengan mencampurkan tepung ketan dan air hangat sedikit demi sedikit hingga kalis. Setelah itu adonan dipulung menjadi bulatan kecil seukuran kelereng. Bola-bola ketan direbus hingga mengapung sebagai tanda telah matang sempurna.

Sementara itu, santan dimasak bersama gula aren, gula pasir, daun pandan, dan sedikit garam menggunakan api kecil sambil terus diaduk agar santan tidak pecah. Setelah kuah matang, bola ketan dimasukkan ke dalam kuah santan dan dimasak sebentar hingga cita rasanya menyatu. Hidangan dapat disajikan hangat ataupun dingin sesuai selera.

Tips membuat Hintalu Karuang yang nikmat:

  1. Gunakan santan segar agar rasa gurih semakin terasa.

  2. Pilih gula aren berkualitas supaya aroma lebih harum.

  3. Bentuk bola ketan dengan ukuran seragam.

  4. Rebus hingga seluruh bola ketan mengapung.

  5. Masak santan menggunakan api kecil sambil terus diaduk.

  6. Sajikan hangat atau tambahkan es batu jika ingin sensasi yang menyegarkan.

Hintalu Karuang, kudapan Banjar berbahan ketan dan santan dengan cita rasa manis khas tradisional (BTV/AI)
Hintalu Karuang, kudapan Banjar berbahan ketan dan santan dengan cita rasa manis khas tradisional (BTV/AI)

 

Apa yang membuat cita rasanya begitu disukai?

Hintalu Karuang menawarkan perpaduan tekstur dan rasa yang sederhana tetapi sulit dilupakan. Tekstur kenyal dari tepung ketan berpadu dengan kuah santan yang gurih dan manis. Aroma daun pandan membuat setiap suapan terasa semakin harum. Karena menggunakan bahan alami, rasa manisnya cenderung lembut sehingga cocok dijadikan makanan penutup maupun camilan pada sore hari. Keseimbangan rasa inilah yang membuat makanan tradisional ini tetap digemari hingga sekarang.

Baca Juga: Kenapa Kulit Cempedak Bisa Jadi Makanan Khas? Mengenal Mandai, Kuliner Fermentasi Kalimantan Selatan dengan Rasa Unik

Mengapa Hintalu Karuang menjadi bagian penting budaya Banjar?

Bagi masyarakat Banjar, Hintalu Karuang memiliki makna yang melampaui sekadar makanan penutup. Sajian ini sering hadir pada berbagai momen penting, seperti berbuka puasa saat Ramadan, syukuran keluarga, pengajian, hajatan, hingga acara adat. Biasanya makanan ini dibuat dalam jumlah banyak untuk dinikmati bersama keluarga maupun tamu yang datang. Tradisi tersebut mencerminkan nilai kebersamaan yang masih kuat dijaga hingga kini.

Wisatawan yang berkunjung ke Kalimantan Selatan juga masih dapat menemukan Hintalu Karuang di berbagai pasar tradisional, pasar kuliner Banjarbaru, Martapura, bazar Ramadan, festival kuliner daerah, hingga warung yang menyajikan makanan khas Banjar. Keberadaan para pelaku usaha yang tetap mempertahankan resep tradisional membuat cita rasa autentik Hintalu Karuang masih dapat dinikmati hingga sekarang.

Selain menghadirkan rasa yang lezat, makanan ini juga mengandung karbohidrat dari tepung ketan, lemak dari santan kelapa, energi dari gula aren, serta mineral dalam jumlah kecil. Karena mengandung santan dan gula, konsumsinya tetap dianjurkan secukupnya sebagai bagian dari pola makan seimbang.

Hintalu Karuang khas Banjar menghadirkan kudapan ketan, santan, dan gula aren sebagai warisan kuliner tradisional (BTV/AI)
Hintalu Karuang khas Banjar menghadirkan kudapan ketan, santan, dan gula aren sebagai warisan kuliner tradisional (BTV/AI)

Poin Penting:

Insight Redaksi: Hintalu Karuang menunjukkan bahwa kekuatan kuliner tradisional bukan hanya terletak pada rasa, tetapi juga pada nilai kebersamaan yang menyertainya. Di tengah munculnya berbagai makanan kekinian, warisan seperti ini justru memiliki identitas yang kuat sebagai daya tarik wisata daerah. Kada harus selalu menghadirkan inovasi berlebihan untuk menarik perhatian. Menjaga resep asli sambil mengenalkannya kepada generasi muda dapat menjadi langkah yang pang membangun kebanggaan kuliner lokal.

Bagikan juga informasi ini ke bubuhan ikam supaya semakin banyak yang mengenal kekayaan kuliner Banjar, Ces! Masih banyak cerita menarik tentang kuliner Nusantara yang layak dikenal. Ikuti terus update informasinya hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa itu Hintalu Karuang?
Hintalu Karuang adalah kuliner tradisional khas Kalimantan Selatan berupa bola-bola tepung ketan yang disajikan dengan kuah santan dan gula aren.

2. Mengapa disebut Hintalu Karuang?
Karena bentuk bola ketannya menyerupai telur kecil. Dalam bahasa Banjar, hintalu berarti telur dan karuang berarti kelelawar.

3. Kapan Hintalu Karuang biasanya disajikan?
Paling sering saat Ramadan, syukuran keluarga, pengajian, hajatan, dan berbagai acara adat masyarakat Banjar.

4. Di mana wisatawan dapat menemukan Hintalu Karuang?
Di pasar tradisional Banjarmasin, Banjarbaru, Martapura, bazar Ramadan, festival kuliner, dan sejumlah warung makanan khas Banjar.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
masyarakat Banjar Hintalu Karuang kalimantan selatan