Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Iptek Mimbar Opini

Kerupuk Basah Kapuas Hulu, Kuliner Khas Kalimantan yang Sering Disangka Pempek

Nasya Syafira • Rabu, 15 Juli 2026 | 11:27 WIB

 

Kerupuk basah khas Kapuas Hulu berbahan ikan air tawar disajikan hangat bersama sambal khas. (BTV/AI)
Kerupuk basah khas Kapuas Hulu berbahan ikan air tawar disajikan hangat bersama sambal khas. (BTV/AI)

Durasi Baca: 6 Menit

Topik: Mengenal kerupuk basah khas Kapuas Hulu sebagai warisan kuliner tradisional Kalimantan Barat.

Ikhtisar: Artikel ini membahas asal-usul, bahan utama, cara penyajian, keunikan rasa, hingga alasan kerupuk basah menjadi salah satu kuliner khas Kalimantan yang patut dikenal lebih luas.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Kerupuk basah merupakan makanan khas Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, yang masih sering disangka sebagai pempek karena sama-sama berbahan dasar ikan. Padahal, keduanya memiliki cita rasa, tekstur, hingga cara penyajian yang berbeda dan menjadi bagian penting dari identitas kuliner masyarakat setempat.

Masih banyak yang belum mengenalnya. Padahal, sekali mencicipi biasanya langsung paham mengapa makanan ini terus bertahan dari generasi ke generasi. Menarik, kan Ces!

Apa yang Membuat Kerupuk Basah Berbeda dari Pempek?

Sekilas, bentuk kerupuk basah memang mengingatkan pada pempek asal Palembang. Warnanya hampir sama, sama-sama menggunakan ikan sebagai bahan utama, dan disajikan bersama saus.

Namun, kesamaan itu berhenti sampai di situ.

Kerupuk basah dibuat menggunakan daging ikan segar yang dicampur tepung sagu dengan komposisi ikan yang relatif lebih banyak. Setelah adonan dibentuk memanjang, makanan ini direbus hingga matang tanpa melalui proses penggorengan.

Hasilnya adalah tekstur yang lebih lembut, kenyal alami, dan tetap terasa gurih karena cita rasa ikan masih sangat dominan.

Perbedaan lainnya terletak pada saus pendamping. Jika pempek identik dengan kuah cuko bercita rasa asam, manis, dan pedas, kerupuk basah umumnya disajikan bersama sambal kacang atau saus berbumbu yang memiliki karakter rasa lebih ringan sehingga tidak menutupi rasa ikan.

Itulah alasan banyak wisatawan yang awalnya mengira kerupuk basah hanyalah "pempek versi Kalimantan", tetapi akhirnya menemukan pengalaman rasa yang benar-benar berbeda.

Baca Juga: Menelisik Sejarah Lawa, Kuliner Segar Favorit Raja Bulungan

Mengapa Kapuas Hulu Menjadi Rumah Kerupuk Basah?

Kabupaten Kapuas Hulu dikenal memiliki kekayaan sungai yang melimpah. Daerah ini dialiri bagian hulu Sungai Kapuas, sungai terpanjang di Indonesia, yang menjadi habitat berbagai jenis ikan air tawar.

Ketersediaan ikan segar inilah yang sejak lama dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan utama berbagai hidangan tradisional, termasuk kerupuk basah.

Jenis ikan yang digunakan dapat bervariasi, mulai dari ikan toman, belida, hingga beberapa jenis ikan sungai lain yang memiliki daging padat dan cita rasa gurih.

Tidak mengherankan jika aroma ikan pada kerupuk basah terasa lebih alami dibandingkan makanan sejenis.

Bagi masyarakat Kapuas Hulu, hidangan ini bukan sekadar camilan. Kerupuk basah sering hadir dalam berbagai acara keluarga, pertemuan masyarakat, hingga menjadi oleh-oleh yang dicari wisatawan.

Bagaimana Proses Pembuatan Kerupuk Basah?

Membuat kerupuk basah membutuhkan ketelitian agar teksturnya tetap lembut.

Secara umum, prosesnya meliputi beberapa tahap berikut.

1. Memilih ikan segar

Kualitas ikan menjadi penentu utama rasa. Semakin segar ikan yang digunakan, semakin gurih hasil akhirnya.

2. Menghaluskan daging ikan

Daging ikan dipisahkan dari tulang kemudian dihaluskan hingga menjadi adonan yang lembut.

3. Mencampurkan tepung sagu

Adonan ikan dicampur dengan tepung sagu, garam, bawang putih, dan sedikit penyedap alami sesuai resep keluarga masing-masing.

4. Membentuk adonan

Adonan kemudian dibentuk memanjang menyerupai silinder.

5. Direbus hingga matang

Kerupuk direbus sampai mengapung sebagai tanda telah matang, kemudian ditiriskan sebelum disajikan.

Meski terlihat sederhana, komposisi antara ikan dan sagu menjadi kunci utama. Jika terlalu banyak sagu, rasa ikan akan berkurang. Sebaliknya, jika ikan terlalu dominan, teksturnya menjadi kurang padat.

Mengapa Kuliner Ini Layak Dicoba?

Di tengah banyaknya makanan modern, kerupuk basah menawarkan rasa yang tetap sederhana namun berkarakter.

Bahan utamanya berasal dari ikan air tawar yang kaya protein. Karena tidak digoreng, teksturnya juga terasa lebih ringan ketika disantap.

Selain itu, kerupuk basah menjadi contoh bagaimana masyarakat lokal memanfaatkan hasil alam secara bijak menjadi sajian bernilai ekonomi sekaligus menjaga tradisi kuliner yang diwariskan turun-temurun.

Bagi wisatawan yang berkunjung ke Kalimantan Barat, khususnya Kapuas Hulu, mencicipi kerupuk basah menjadi salah satu cara mengenal budaya daerah melalui makanan.

Tips Menikmati Kerupuk Basah agar Rasanya Semakin Nikmat

  1. Sajikan dalam keadaan hangat agar teksturnya tetap kenyal.

  2. Nikmati bersama sambal kacang khas daerah untuk memperoleh cita rasa autentik.

  3. Padukan dengan teh hangat atau minuman tradisional saat cuaca hujan.

  4. Pilih kerupuk basah yang menggunakan ikan segar agar aroma dan rasanya lebih alami.

Poin Penting:

Baca Juga: Swiss-Belhotel Balikpapan Buka Pengalaman Kuliner Baru, Simak Keunikan Pop Up Kitchen

Insight Redaksi: Kerupuk basah menunjukkan bahwa kekayaan kuliner Kalimantan bukan hanya soal rasa, tetapi juga cerita yang lahir dari lingkungan sungai dan budaya masyarakatnya. Banyak makanan daerah yang sebenarnya memiliki kualitas tinggi, tetapi kalah populer dibanding kuliner dari daerah lain karena minim promosi. Inilah momentum untuk memperkenalkan kuliner lokal dengan cara yang lebih kreatif tanpa menghilangkan keasliannya. Kada harus selalu makanan viral dari kota besar yang menjadi pilihan. Kuliner seperti kerupuk basah pang layak mendapat tempat di peta wisata kuliner nasional. Bagikan jua informasi ini ke bubuhan ikam supaya semakin banyak yang mengenal warisan rasa dari Kalimantan, Ces.

Masih banyak kuliner khas Kalimantan yang menyimpan cerita menarik dan cita rasa autentik. Ikuti terus informasi terbaru hanya di Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa itu kerupuk basah Kapuas Hulu?
Kerupuk basah adalah makanan khas Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat, yang dibuat dari daging ikan air tawar dan tepung sagu dengan tekstur lembut serta kenyal.

2. Mengapa kerupuk basah sering disangka pempek?
Karena sama-sama berbahan dasar ikan dan memiliki bentuk yang hampir serupa. Namun, rasa, tekstur, dan saus pendampingnya berbeda.

3. Ikan apa yang biasa digunakan untuk membuat kerupuk basah?
Masyarakat umumnya menggunakan ikan air tawar seperti ikan toman, belida, atau jenis ikan sungai lain yang berdaging padat.

4. Bagaimana cara penyajian kerupuk basah?
Kerupuk basah biasanya disajikan hangat bersama sambal kacang atau saus berbumbu khas sehingga cita rasa ikannya tetap dominan.

5. Di mana kerupuk basah dapat ditemukan?
Kuliner ini banyak dijumpai di Kabupaten Kapuas Hulu dan sejumlah daerah di Kalimantan Barat, terutama di pusat kuliner dan toko oleh-oleh.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Masyarakat Kapuas Hulu Kabupaten Kapuas Hulu Kerupuk Basah Kapuas Hulu Kalimantan Barat