Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Iptek Mimbar Opini

Mengenal Amplang Kalimantan Barat, Kuliner Tradisional yang Terus Bertahan di Tengah Tren Modern

Revan Prasetya Irwansyah Putra • Selasa, 14 Juli 2026 | 17:06 WIB
Amplang khas Kalimantan Barat berbahan ikan tenggiri tampil renyah, gurih, dan menjadi oleh-oleh favorit wisatawan setempat. [BTV:AI]
Amplang khas Kalimantan Barat berbahan ikan tenggiri tampil renyah, gurih, dan menjadi oleh-oleh favorit wisatawan setempat. [BTV:AI]

Durasi: 8 Menit

Topik: Mengenal amplang sebagai kuliner khas Kalimantan Barat yang kaya cita rasa dan bernilai budaya.

Ikhtisar: Artikel membahas asal-usul amplang di Kalimantan Barat, bahan pembuatannya, keunikan rasa, nilai ekonomi, serta alasan camilan ini tetap menjadi favorit lintas generasi.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Amplang merupakan salah satu kuliner khas yang mudah ditemukan di berbagai daerah pesisir Kalimantan Barat, terutama di Pontianak dan Ketapang. Camilan berbahan dasar ikan ini dikenal karena teksturnya yang renyah, rasa gurih alami, serta menjadi oleh-oleh favorit wisatawan yang berkunjung ke provinsi tersebut.

Pernah mencoba amplang yang benar-benar terasa daging ikannya? Rasanya beda dan bikin ingin menambah lagi. Yuk, simak cerita lengkapnya sampai akhir. Seru, Ces!

Mengapa Amplang Menjadi Kuliner Ikonik Kalimantan Barat?

Amplang bukan sekadar kerupuk ikan. Di Kalimantan Barat, makanan ini berkembang menjadi bagian dari identitas kuliner masyarakat pesisir yang memanfaatkan hasil laut sebagai bahan pangan bernilai tinggi.

1. Berasal dari Tradisi Masyarakat Pesisir

Sejak lama masyarakat pesisir memanfaatkan ikan segar agar memiliki daya simpan lebih panjang. Salah satu hasil inovasinya adalah amplang, camilan renyah yang kini dikenal luas.

Proses tersebut sekaligus memberi nilai tambah pada hasil tangkapan nelayan. Bukan hanya dijual sebagai ikan segar, tetapi diolah menjadi produk yang memiliki harga jual lebih tinggi.

2. Menggunakan Ikan Berkualitas

Sebagian besar produsen memakai ikan tenggiri karena memiliki tekstur padat dan rasa gurih alami. Beberapa perajin juga menggunakan ikan belida atau jenis ikan laut lainnya sesuai ketersediaan.

Semakin tinggi kandungan ikan dalam adonan, biasanya rasa amplang juga semakin gurih dan aroma ikannya terasa alami.

3. Tekstur Renyah yang Menjadi Ciri Khas

Teknik menggoreng menjadi tahapan penting. Suhu minyak harus dijaga agar amplang mengembang sempurna tanpa mudah gosong.

Hasil akhirnya berupa camilan ringan, renyah, dan tidak terlalu keras saat digigit.

4. Oleh-Oleh Favorit Wisatawan

Saat berkunjung ke Pontianak maupun Ketapang, banyak wisatawan membawa pulang amplang sebagai buah tangan.

Produk ini mudah disimpan dalam waktu cukup lama apabila dikemas menggunakan wadah kedap udara.

5. Terus Berkembang Mengikuti Selera Pasar

Kini tersedia berbagai varian rasa, mulai dari original, pedas, rumput laut hingga keju.

Inovasi tersebut membuat amplang tetap diminati generasi muda tanpa meninggalkan cita rasa tradisional.

Apa yang Membuat Rasa Amplang Berbeda dari Kerupuk Biasa?

Perbedaan utama terdapat pada komposisi ikan yang menjadi bahan utamanya. Kandungan protein ikan memberikan aroma gurih yang khas sekaligus tekstur yang lebih padat dibanding kerupuk tepung biasa.

Menurut berbagai literatur pengolahan pangan ikan, penggunaan ikan tenggiri menghasilkan cita rasa yang kuat karena kandungan proteinnya tinggi dan memiliki tekstur daging yang elastis sehingga cocok dijadikan adonan amplang.

Di lapangan, banyak pelaku UMKM mempertahankan resep turun-temurun agar rasa amplang tetap konsisten. Meski teknologi produksi berkembang, pengolahan adonan masih mengandalkan pengalaman pembuatnya.

Amplang ikan tenggiri menghadirkan tekstur renyah, aroma gurih alami, dan cita rasa khas warisan kuliner Kalimantan Barat. [BTV:AI]
Amplang ikan tenggiri menghadirkan tekstur renyah, aroma gurih alami, dan cita rasa khas warisan kuliner Kalimantan Barat. [BTV:AI]

 

Bagaimana Amplang Mendukung Perekonomian Kalimantan Barat?

Industri amplang didominasi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Banyak keluarga menggantungkan penghasilan dari produksi makanan ringan ini.

Selain dipasarkan di toko oleh-oleh, amplang kini juga dijual melalui marketplace sehingga jangkauan pasarnya semakin luas.

Salah satu pelaku usaha amplang di Pontianak bahkan mampu meningkatkan kapasitas produksi seiring meningkatnya permintaan pasar dan memperluas distribusi hingga luar Kalimantan.

Keberadaan industri rumahan seperti ini ikut membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar, mulai dari proses produksi hingga pengemasan.

Bagaimana Memilih Amplang Berkualitas?

Memilih amplang ternyata cukup mudah apabila mengetahui beberapa cirinya.

1. Pilih warna kuning keemasan alami, bukan terlalu gelap.

2. Aroma ikan terasa segar dan tidak menyengat.

3. Teksturnya ringan, renyah, serta tidak alot.

4. Komposisi ikan berada di urutan awal pada label kemasan.

5. Kemasan tertutup rapat agar kerenyahan tetap terjaga.

Amplang yang baik umumnya tidak meninggalkan rasa tengik meskipun telah disimpan beberapa waktu dalam kemasan kedap udara.

Mengapa Amplang Masih Bertahan di Tengah Banyaknya Camilan Modern?

Banyak makanan ringan baru bermunculan setiap tahun. Namun amplang tetap memiliki tempat tersendiri karena menawarkan rasa autentik yang sulit ditiru.

Selain menjadi teman minum teh atau kopi, amplang juga sering disajikan sebagai pelengkap hidangan keluarga.

Apa Tantangan Pelaku UMKM Amplang di Kalimantan Barat?

Di balik popularitasnya sebagai oleh-oleh khas, usaha amplang juga menghadapi berbagai tantangan. Fluktuasi harga ikan, persaingan produk, hingga menjaga kualitas produksi menjadi pekerjaan yang harus dihadapi para pelaku UMKM setiap hari.

Salah satu kendala terbesar adalah memperoleh ikan tenggiri berkualitas. Bahan baku yang kurang segar dapat memengaruhi tekstur, aroma, hingga tingkat kerenyahan amplang setelah digoreng. Karena itu, banyak produsen memilih bekerja sama langsung dengan pemasok ikan agar kualitas tetap terjaga.

Widayati, pemilik UMKM Amplang Tifanny di Pontianak, mengembangkan usahanya secara bertahap sejak 2009 hingga produknya mampu masuk ke berbagai supermarket dan pusat oleh-oleh. Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa kualitas produk dan konsistensi menjadi kunci agar mampu bertahan di tengah persaingan.

Hal serupa dialami pelaku usaha amplang asal Ketapang yang berhasil memperluas pemasaran hingga luar Kalimantan setelah terus memperbaiki mutu produk dan strategi distribusi. Keberhasilan tersebut membuktikan bahwa makanan tradisional memiliki peluang besar apabila dikelola secara profesional.

Baca Juga: Juhu Singkah, Sayur Umbut Rotan Khas Dayak yang Menyimpan Cita Rasa Hutan Kalimantan

Pelaku UMKM amplang menjaga kualitas produksi menghadapi fluktuasi harga ikan dan persaingan pasar semakin ketat. [BTV:AI]
Pelaku UMKM amplang menjaga kualitas produksi menghadapi fluktuasi harga ikan dan persaingan pasar semakin ketat. [BTV:AI]

 

Bagaimana Amplang Berpeluang Menjadi Kuliner Nusantara yang Mendunia?

Popularitas amplang kini tidak hanya dikenal di Pulau Kalimantan. Produk ini telah dipasarkan ke berbagai kota besar di Indonesia, bahkan mulai dikenal di negara tetangga seperti Malaysia karena memiliki karakter rasa yang unik.

Keunggulan amplang terletak pada perpaduan bahan alami, kandungan protein ikan, dan cita rasa gurih yang sulit ditemukan pada camilan berbahan tepung biasa. Hal inilah yang membuat banyak wisatawan menjadikannya oleh-oleh setiap kali berkunjung ke Kalimantan.

Pengemasan modern juga ikut meningkatkan daya saing. Kini banyak produsen menggunakan kemasan kedap udara dengan desain yang menarik sehingga produk lebih tahan lama sekaligus memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Guru Besar Ilmu Pangan dari Institut Pertanian Bogor, Prof. Dr. Feri Kusnandar, dalam berbagai kajian mengenai pangan lokal, menekankan bahwa inovasi produk tradisional perlu tetap mempertahankan kualitas bahan baku agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Prinsip tersebut juga sangat relevan bagi industri amplang yang mengandalkan mutu ikan sebagai bahan utama.

Dengan dukungan UMKM, promosi digital, dan meningkatnya minat terhadap kuliner khas daerah, amplang memiliki peluang besar untuk terus berkembang sebagai salah satu ikon kuliner Indonesia.

Poin Penting:

Insight Redaksi: Amplang menunjukkan bahwa kekuatan kuliner daerah bukan hanya berada pada rasa, tetapi juga cerita panjang masyarakat yang menjaganya. Di Kalimantan Barat, camilan sederhana ini menjadi sumber penghasilan banyak keluarga sekaligus memperkenalkan kekayaan hasil laut kepada wisatawan. Tantangannya sekarang adalah menjaga kualitas tanpa meninggalkan ciri khasnya. Itu yang paling penting. Kada perlu mengikuti semua tren kalau identitas produk tetap kuat. Bagikan jua artikel ini ke kawalan ikam supaya makin banyak yang mengenal kuliner khas Kalimantan Barat.

Masih banyak cerita menarik tentang kuliner Nusantara yang layak dikenal lebih dekat. Ikuti terus update terbaru hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa bahan utama amplang?
Amplang dibuat dari daging ikan, terutama ikan tenggiri, yang dicampur tepung tapioka, telur, dan bumbu.

2. Mengapa amplang terkenal di Kalimantan Barat?
Karena menjadi salah satu camilan khas pesisir yang banyak diproduksi di Ketapang dan Pontianak serta populer sebagai oleh-oleh.

3. Berapa lama amplang dapat disimpan?
Dalam kemasan kedap udara, amplang umumnya dapat bertahan hingga beberapa bulan dengan kerenyahan yang tetap terjaga.

4. Apa yang membedakan amplang dengan kerupuk biasa?
Amplang memiliki kandungan ikan yang lebih tinggi sehingga rasa gurih dan aroma ikannya lebih kuat.

5. Mengapa amplang penting bagi UMKM?
Karena produksi amplang menjadi sumber penghasilan banyak pelaku usaha kecil dan membantu meningkatkan nilai jual hasil perikanan.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
#Widayati #Amplang ikan tenggiri #Kalimantan Barat #ketapang