Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Iptek Mimbar Opini

5 Fakta Bubur Gunting Singkawang, Sajian Tradisional yang Masih Bertahan hingga Kini

Wenny Anastasya • Selasa, 14 Juli 2026 | 13:10 WIB
Bubur Gunting memadukan tradisi Tionghoa Hakka dan cita rasa khas Singkawang yang diwariskan lintas generasi (BTV/AI)
Bubur Gunting memadukan tradisi Tionghoa Hakka dan cita rasa khas Singkawang yang diwariskan lintas generasi (BTV/AI)

Durasi Baca: 8 menit

Topik: Bubur Gunting menghadirkan perpaduan tradisi Tionghoa Hakka dan cita rasa khas Singkawang

Ikhtisar: Artikel ini mengulas sejarah, filosofi, keunikan penyajian, kandungan gizi, hingga alasan Bubur Gunting menjadi ikon wisata kuliner Singkawang yang tetap bertahan lintas generasi.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Bubur Gunting menjadi salah satu kuliner khas Singkawang, Kalimantan Barat, yang memadukan warisan budaya masyarakat Tionghoa Hakka dengan cita rasa lokal. Hidangan sederhana berbahan kacang hijau kupas dan cakwe ini masih bertahan hingga sekarang karena memiliki cara penyajian unik sekaligus rasa yang sulit dilupakan.

Kalau berkunjung ke Singkawang, rasanya sayang melewatkan sajian legendaris ini. Yuk, kenali cerita menarik di balik semangkuk Bubur Gunting yang masih eksis sampai sekarang, Ces!

Apa yang membuat Bubur Gunting berbeda dari bubur pada umumnya?

Sekilas tampilannya memang mengingatkan pada bubur kacang hijau. Namun, Bubur Gunting memiliki ciri khas yang langsung terlihat sejak proses penyajiannya. Alih-alih menggunakan beras sebagai bahan utama, kuliner ini memanfaatkan potongan cakwe yang digunting langsung ke dalam mangkuk. Setelah itu, penjual menyiramnya dengan kuah kacang hijau kupas yang masih panas hingga seluruh potongan cakwe terendam.

Dari proses inilah nama Bubur Gunting berasal. Teknik menggunting cakwe di depan pembeli sudah menjadi tradisi yang diwariskan selama puluhan tahun dan masih dipertahankan hingga kini. Dalam dialek Hakka, makanan ini dikenal sebagai Liuk Theu San. Namun, masyarakat Singkawang maupun wisatawan lebih akrab menyebutnya Bubur Gunting karena proses penyajiannya yang khas.

Baca Juga: Mengenal Ayam Cincane, Kuliner Khas Kalimantan Timur yang Dulu Disajikan untuk Tamu Kehormatan

Mengapa Bubur Gunting menjadi bagian penting identitas Singkawang?

Singkawang dikenal sebagai salah satu kota dengan komunitas masyarakat Tionghoa terbesar di Indonesia. Pengaruh budaya tersebut tampak dalam berbagai tradisi, termasuk ragam kuliner yang berkembang secara turun-temurun. Bubur Gunting dipercaya berasal dari makanan sederhana yang dahulu dibuat menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan, seperti kacang hijau dan cakwe. Seiring waktu, resepnya mengalami penyesuaian mengikuti selera masyarakat setempat tanpa menghilangkan karakter aslinya.

Perjalanan panjang tersebut menjadikan Bubur Gunting bukan sekadar makanan tradisional. Hidangan ini berkembang sebagai simbol akulturasi budaya antara tradisi Tionghoa Hakka dengan kekayaan kuliner Nusantara. Kini, Bubur Gunting menjadi salah satu tujuan wisata kuliner yang hampir selalu masuk daftar pencarian wisatawan ketika berkunjung ke Singkawang.

Bubur Gunting memadukan tradisi Tionghoa Hakka, kacang hijau, cakwe, dan cita rasa khas Singkawang autentik (BTV/AI)
Bubur Gunting memadukan tradisi Tionghoa Hakka, kacang hijau, cakwe, dan cita rasa khas Singkawang autentik (BTV/AI)

Apa filosofi yang tersimpan dalam semangkuk Bubur Gunting?

Di balik tampilannya yang sederhana, Bubur Gunting memiliki makna yang cukup dalam bagi masyarakat Tionghoa. Kuah kacang hijau melambangkan kehangatan, kesederhanaan, serta harapan akan kemakmuran. Sementara cakwe menghadirkan unsur gurih yang melengkapi keseimbangan rasa.

Perpaduan manis yang lembut dengan gurihnya cakwe menggambarkan harmoni kehidupan. Filosofi tersebut mencerminkan keseimbangan antara kelembutan dan ketegasan dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Nilai budaya inilah yang membuat Bubur Gunting tetap bertahan sebagai bagian dari identitas kuliner Singkawang, bukan hanya sebagai sajian pengganjal lapar.

Baca Juga: Juhu Singkah, Sayur Umbut Rotan Khas Dayak yang Menyimpan Cita Rasa Hutan Kalimantan

Bagaimana bahan dan proses penyajian Bubur Gunting menghasilkan rasa khas?

Komposisi Bubur Gunting sebenarnya relatif sederhana, tetapi setiap bahan memiliki peran penting. Kuahnya dibuat dari kacang hijau kupas yang dimasak bersama air, gula pasir atau gula batu, daun pandan, sedikit garam, serta pada beberapa resep ditambahkan tepung maizena atau tepung tapioka agar teksturnya sedikit lebih kental. Sebagai pelengkap digunakan cakwe yang digoreng hingga renyah. Beberapa penjual juga menambahkan wijen sangrai, lada putih, atau sedikit minyak wijen untuk memperkaya aroma.

Teknik penyajiannya menjadi daya tarik tersendiri, yaitu sebagai berikut:

  1. Cakwe digunting langsung ke dalam mangkuk.

  2. Kuah kacang hijau panas dituangkan hingga menutupi seluruh potongan cakwe.

  3. Potongan cakwe menyerap sebagian kuah sehingga bagian luarnya menjadi lembut, sementara bagian dalamnya masih terasa kenyal.

  4. Bubur Gunting disajikan hangat agar perpaduan tekstur dan aromanya tetap terasa maksimal.

Perubahan tekstur tersebut membuat setiap suapan menghadirkan sensasi yang berbeda dibandingkan bubur kacang hijau biasa.

Bubur Gunting memadukan tradisi Hakka, kuah kacang hijau hangat, dan cakwe bertekstur khas Singkawang autentik (BTV/AI)
Bubur Gunting memadukan tradisi Hakka, kuah kacang hijau hangat, dan cakwe bertekstur khas Singkawang autentik (BTV/AI)

Mengapa banyak wisatawan tertarik mencicipi Bubur Gunting?

Salah satu daya tarik utamanya terletak pada keseimbangan rasa. Kuah kacang hijau menghadirkan rasa manis yang ringan sehingga tidak terasa berlebihan. Aroma daun pandan memberi kesan harum, sementara cakwe menghadirkan sentuhan gurih yang menyatu dengan kuah. Tekstur lembut dari kacang hijau dipadukan dengan potongan cakwe yang sedikit kenyal menciptakan pengalaman makan yang berbeda.

Karena tingkat kemanisannya relatif ringan, Bubur Gunting juga dapat dinikmati oleh penikmat makanan yang kurang menyukai hidangan penutup dengan rasa terlalu legit. Selain menawarkan cita rasa khas, Bubur Gunting juga memiliki kandungan gizi yang cukup baik berkat penggunaan kacang hijau sebagai bahan utama. Kacang hijau dikenal sebagai sumber protein nabati dan serat. Bahan ini juga mengandung vitamin B kompleks, zat besi, magnesium, fosfor, serta kalium yang berperan mendukung kebutuhan nutrisi harian.

Sementara itu, cakwe menjadi sumber karbohidrat yang membantu memberikan energi bagi tubuh. Meski demikian, seperti makanan lainnya, Bubur Gunting tetap sebaiknya dinikmati secara seimbang sesuai kebutuhan gizi masing-masing.

Baca Juga: Resep Rahasia Gangan Asam Kepala Patin Bebas Amis, Segarnya Bikin Nambah Nasi

Tips menikmati Bubur Gunting agar pengalaman kuliner semakin berkesan:

  1. Nikmati saat masih hangat agar tekstur cakwe dan kuah berada pada kondisi terbaik.

  2. Cicipi resep tradisional terlebih dahulu sebelum mencoba variasi dengan tambahan minyak wijen atau wijen sangrai.

  3. Datang pada pagi atau sore hari karena waktu tersebut menjadi momen favorit masyarakat Singkawang menikmati Bubur Gunting.

  4. Perhatikan proses penyajiannya, sebab tradisi menggunting cakwe menjadi bagian menarik dari pengalaman kuliner ini.

Salah satu tempat yang cukup dikenal untuk menikmati Bubur Gunting autentik ialah bubur gunting asun di Singkawang. Kedai tersebut telah beroperasi selama beberapa dekade dan masih mempertahankan resep turun-temurun.

Selain itu, sejumlah kedai keluarga di kawasan pusat Kota Singkawang juga tetap menyajikan Bubur Gunting dengan cita rasa tradisional yang diwariskan lintas generasi. Keberadaan kedai-kedai tersebut memperlihatkan bahwa warisan kuliner lokal masih memiliki tempat di tengah perkembangan makanan modern.

Poin Penting:

Insight Redaksi: Bubur Gunting memperlihatkan bahwa identitas daerah kadang lahir dari makanan yang tampak sederhana. Nilai budaya justru terasa melalui cara penyajian, resep keluarga, hingga tradisi yang masih dipertahankan. Dari sudut pandang Balikpapan TV, kuliner seperti ini layak terus dikenalkan karena mampu menghubungkan sejarah dengan pengalaman wisata. Kada cuma soal rasa, tapi juga cerita yang menyertainya. Kaitu pang yang membuat wisata kuliner terasa hidup, Ces.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya semakin banyak yang mengenal kekayaan kuliner Kalimantan. Masih banyak kisah kuliner Nusantara yang menarik untuk diikuti. Selalu update info hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa bahan utama Bubur Gunting?
Bahan utamanya adalah kuah kacang hijau kupas dan potongan cakwe yang digunting langsung ke dalam mangkuk.

2. Mengapa disebut Bubur Gunting?
Karena cakwe dipotong menggunakan gunting saat proses penyajian sebelum disiram kuah kacang hijau panas.

3. Kapan Bubur Gunting biasa dinikmati?
Umumnya disantap saat sarapan, camilan sore, atau malam hari ketika cuaca dingin.

4. Di mana Bubur Gunting mudah ditemukan?
Kuliner ini paling mudah dijumpai di Kota Singkawang, terutama di kedai legendaris Bubur Gunting Asun dan beberapa kedai keluarga lainnya.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
masyarakat Tionghoa Hakka Bubur Gunting singkawang