Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Iptek Mimbar Opini

Ketupat Kandangan, Kuliner Khas Kalimantan Selatan yang Wajib Dicoba Saat Berkunjung! Lengkap dengan Cara Pembuatan & Tips Penyajian

Nasya Syafira • Kamis, 9 Juli 2026 | 08:04 WIB
Semangkuk Ketupat Kandangan dengan kuah santan dan ikan haruan panggang, ikon kuliner khas Kalimantan Selatan. (BTV/AI)
Semangkuk Ketupat Kandangan dengan kuah santan dan ikan haruan panggang, ikon kuliner khas Kalimantan Selatan. (BTV/AI)

Durasi Baca: 6 menit

Topik: Mengenal sejarah, keunikan, dan upaya pelestarian Ketupat Kandangan sebagai kuliner khas Kalimantan Selatan.

Ikhtisar: Artikel ini membahas asal-usul Ketupat Kandangan, ciri khas cita rasanya, nilai budaya yang melekat, serta perannya sebagai salah satu ikon kuliner Kalimantan Selatan.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Ketupat Kandangan menjadi salah satu kuliner khas Kalimantan Selatan yang masih bertahan hingga kini. Hidangan berbahan dasar ketupat dan ikan haruan ini bukan hanya dikenal karena cita rasanya yang gurih, tetapi juga menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Banjar.

Kuliner tradisional ini masih mudah ditemukan di berbagai daerah di Kalimantan Selatan, terutama di Kabupaten Hulu Sungai Selatan yang menjadi daerah asalnya. Bahkan, banyak wisatawan sengaja mencarinya saat berkunjung karena ingin mencicipi sajian autentik yang sulit ditemukan di daerah lain.

Mengapa Ketupat Kandangan Memiliki Cita Rasa yang Berbeda?

Keunikan Ketupat Kandangan terletak pada kuah santannya yang kaya rempah. Santan dimasak bersama bawang merah, bawang putih, serai, lengkuas, jahe, kunyit, ketumbar, serta berbagai bumbu tradisional lainnya sehingga menghasilkan rasa gurih yang khas.

Pelengkap utamanya adalah ikan haruan atau gabus yang biasanya dipanggang lebih dahulu sebelum disiram kuah santan. Proses pemanggangan memberikan aroma asap yang membuat cita rasanya semakin kuat.

Ketupat yang digunakan juga memiliki tekstur padat sehingga mampu menyerap kuah tanpa mudah hancur. Perpaduan ketupat, kuah santan, dan ikan haruan inilah yang membuat hidangan ini memiliki karakter berbeda dibanding ketupat dari daerah lain.

Bagaimana Sejarah Ketupat Kandangan?

Nama Ketupat Kandangan berasal dari Kota Kandangan, ibu kota Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan. Daerah ini telah lama dikenal sebagai pusat kuliner tradisional masyarakat Banjar.

Awalnya, hidangan ini sering disajikan pada hari besar keagamaan, acara keluarga, hingga syukuran masyarakat. Seiring waktu, Ketupat Kandangan berkembang menjadi makanan sehari-hari yang dapat dinikmati kapan saja.

Bagi masyarakat Banjar, sajian ini bukan sekadar makanan. Ketupat Kandangan menjadi simbol kebersamaan karena biasanya dimasak dalam jumlah besar dan dinikmati bersama keluarga maupun tamu.

Apa yang Membuat Kuliner Ini Masih Bertahan?

Di tengah menjamurnya makanan modern, Ketupat Kandangan tetap memiliki penggemarnya sendiri. Banyak rumah makan tradisional di Kalimantan Selatan yang masih mempertahankan resep turun-temurun agar cita rasa aslinya tidak berubah.

Pelaku usaha kuliner juga mulai memperkenalkan Ketupat Kandangan melalui media sosial dan festival kuliner daerah. Langkah tersebut membantu memperluas pengenalan makanan khas Banjar kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.

Pemerintah daerah bersama pelaku UMKM juga rutin mempromosikan kuliner tradisional sebagai bagian dari pengembangan sektor pariwisata. Kehadiran festival kuliner menjadi salah satu cara efektif memperkenalkan makanan khas daerah kepada generasi muda.

Baca Juga: Gence Ruan, Olahan Ikan Gabus Pedas yang Jadi Kuliner Kebanggaan Kalimantan Timur

Ketupat Kandangan Berpeluang Menjadi Daya Tarik Wisata Kuliner

Wisata kuliner kini menjadi salah satu alasan wisatawan berkunjung ke suatu daerah. Ketupat Kandangan memiliki potensi besar menjadi pintu masuk untuk mengenalkan budaya Banjar melalui sajian tradisional yang masih mempertahankan resep turun-temurun.

Tidak sedikit pelancong yang sengaja menyempatkan diri menikmati hidangan ini saat berada di Kandangan maupun Kota Banjarmasin. Bagi mereka, menikmati Ketupat Kandangan menjadi pengalaman yang melengkapi perjalanan mengenal kekayaan budaya Kalimantan Selatan.

Selain disajikan di rumah makan tradisional, sejumlah pelaku UMKM mulai menghadirkan kemasan yang lebih praktis tanpa menghilangkan cita rasa aslinya. Inovasi tersebut membuka peluang agar kuliner khas ini semakin dikenal di berbagai daerah.

Upaya pelestarian juga memerlukan keterlibatan generasi muda. Memasak resep keluarga, mengikuti festival kuliner, hingga mempromosikannya melalui media sosial menjadi langkah sederhana yang dapat membantu menjaga keberadaan makanan tradisional ini.

Cara Membuat Ketupat Kandangan Khas Kalimantan Selatan

Bahan-bahan

Bahan utama

Bumbu halus

Bumbu pelengkap

Cara membuat

1. Siapkan ikan haruan

2. Masak kuah santan

3. Penyajian

Tips agar Ketupat Kandangan lebih nikmat

  1. Gunakan ikan haruan segar karena dagingnya lebih gurih dan padat.
  2. Panggang ikan daripada menggoreng jika ingin aroma khas yang autentik.
  3. Aduk santan terus selama proses memasak agar kuah tetap halus dan tidak pecah.
  4. Gunakan santan dari kelapa segar untuk rasa yang lebih kaya.
  5. Ketupat sebaiknya sudah dingin sebelum dipotong agar bentuknya tetap rapi.

Baca Juga: Sate Payau, Warisan Kuliner Kalimantan Timur yang Beradaptasi dengan Zaman

Ciri khas Ketupat Kandangan

Dengan perpaduan ketupat yang lembut, ikan haruan panggang yang gurih, dan kuah santan berbumbu kaya rempah, Ketupat Kandangan menjadi salah satu hidangan tradisional yang mencerminkan kekayaan cita rasa kuliner Banjar.

Tips Menikmati Ketupat Kandangan

Agar pengalaman mencicipi Ketupat Kandangan semakin maksimal, berikut beberapa hal yang bisa diperhatikan:

  1. Pilih rumah makan yang menggunakan ikan haruan segar.
  2. Nikmati saat kuah masih hangat agar aroma rempah lebih terasa.
  3. Tambahkan sambal sesuai selera untuk sensasi pedas yang seimbang.
  4. Cicipi bersama keluarga atau teman karena hidangan ini memang identik dengan suasana kebersamaan.

Melestarikan Ketupat Kandangan tidak hanya berarti mempertahankan sebuah resep, tetapi juga menjaga warisan budaya yang telah hidup selama puluhan tahun. Semakin banyak masyarakat yang mengenalnya, semakin besar pula peluang kuliner khas Kalimantan Selatan ini untuk terus berkembang di tengah persaingan kuliner modern.

Poin Penting:

Insight Redaksi: Ketupat Kandangan menunjukkan bahwa kekuatan kuliner tradisional bukan hanya terletak pada rasa, tetapi juga cerita budaya yang menyertainya. Bagi daerah seperti Kalimantan Selatan, makanan khas mampu menjadi identitas sekaligus penggerak ekonomi lokal melalui sektor pariwisata dan UMKM. Semakin sering dikenalkan kepada generasi muda, peluang kuliner ini untuk terus bertahan juga semakin besar.

Masih banyak kuliner khas Nusantara yang menyimpan cerita menarik di balik kelezatannya. Ikuti terus informasi terbaru hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

Baca Juga: Bukan Sekadar Ketan, Kuliner Tehe-Tehe Menjadi Bukti Kecerdasan Masyarakat Laut Berau

FAQ

1. Dari mana asal Ketupat Kandangan?
Ketupat Kandangan berasal dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan.

2. Apa yang menjadi ciri khas Ketupat Kandangan?
Kuah santan berbumbu rempah yang disajikan bersama ikan haruan panggang.

3. Kapan Ketupat Kandangan biasanya disajikan?
Awalnya pada acara keagamaan dan keluarga, namun kini dapat dinikmati setiap hari di berbagai rumah makan.

4. Dari daerah mana Ketupat Kandangan berasal?
Kuliner ini berasal dari Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Kalimantan Selatan, tepatnya dari wilayah Kandangan.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
#ikan haruan #kalimantan selatan #Ketupat Kandangan