Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Iptek Mimbar Opini

Gangan Cumi Khas Berau, Hidangan Laut Berkuah yang Mulai Diburu Wisatawan

Nasya Syafira • Kamis, 9 Juli 2026 | 06:14 WIB
Gangan Cumi Khas Berau, Hidangan Laut Berkuah yang Mulai Diburu Wisatawan. (BTV/AI)
Gangan Cumi Khas Berau, Hidangan Laut Berkuah yang Mulai Diburu Wisatawan. (BTV/AI)
 
Durasi Baca: 7 Menit

Topik: Gangan Cumi khas Berau sebagai warisan kuliner pesisir bercita rasa rempah autentik

Ikhtisar: Artikel ini mengulas keunikan Gangan Cumi khas Berau, sejarah, cita rasa, bahan utama, alasan digemari wisatawan, serta perannya dalam memperkuat wisata kuliner Kalimantan Timur.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Gangan Cumi menjadi salah satu kuliner khas Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, yang mulai banyak dicari wisatawan karena menawarkan perpaduan seafood segar dengan kuah rempah bercita rasa asam gurih. Hidangan ini bukan sekadar menu makan siang, tetapi juga bagian dari identitas kuliner masyarakat pesisir yang masih dipertahankan hingga sekarang.

Kalau lagi liburan ke Berau, rasanya kurang lengkap bila hanya menikmati pantainya. Masih banyak sajian lokal yang layak dicicipi. Ikuti terus pembahasannya, Ces!

Mengapa Gangan Cumi menjadi kuliner yang wajib dicoba saat berada di Berau?

Berau selama ini lebih dikenal melalui gugusan Kepulauan Derawan, Maratua, Kakaban, dan Sangalaki. Namun di balik pesona wisata baharinya, daerah ini menyimpan kekayaan kuliner yang tidak kalah menarik.

Salah satunya adalah Gangan Cumi. Hidangan berkuah ini telah lama menjadi bagian dari menu keluarga masyarakat pesisir Berau. Bahan utamanya sederhana, tetapi perpaduan rempahnya menghasilkan rasa yang khas.

1. Menggunakan hasil laut yang segar

Letak geografis Berau yang berbatasan langsung dengan Laut Sulawesi membuat masyarakat mudah memperoleh hasil tangkapan laut setiap hari.

Cumi segar dipilih karena memiliki tekstur lembut dan cita rasa manis alami. Kesegaran bahan menjadi kunci utama agar kuah tetap terasa ringan tanpa aroma amis.

2. Kuah kuning yang kaya rempah

Ciri paling mudah dikenali dari Gangan Cumi adalah warna kuahnya yang kuning cerah.

Warna tersebut berasal dari kunyit yang dipadukan bersama bawang merah, bawang putih, cabai, serai, lengkuas, dan berbagai rempah lain yang umum digunakan masyarakat pesisir Kalimantan Timur.

Berbeda dengan gulai yang menggunakan santan, kuah Gangan terasa lebih ringan sehingga tetap nyaman disantap saat cuaca panas.

3. Perpaduan rasa gurih dan segar

Keunikan berikutnya terletak pada rasa.

Rempah menghasilkan sensasi gurih, sementara penggunaan belimbing wuluh atau asam membuat kuah terasa segar. Kombinasi tersebut menjadikan Gangan Cumi cocok disantap bersama nasi hangat.

4. Mudah diterima berbagai kalangan

Tidak semua wisatawan menyukai makanan yang terlalu pedas atau terlalu berbumbu pekat.

Karena rasanya seimbang, Gangan Cumi justru mudah diterima oleh pengunjung dari berbagai daerah.

5. Menjadi identitas kuliner Berau

Sejumlah daerah memiliki makanan yang langsung mengingatkan orang pada wilayah asalnya.

Begitu pula Berau. Selain terkenal dengan wisata lautnya, Gangan Cumi mulai dikenal sebagai salah satu kuliner yang mewakili karakter masyarakat pesisir setempat.

Menurut William Wongso, pakar kuliner Indonesia, kekayaan kuliner Nusantara memiliki nilai budaya yang sama pentingnya dengan destinasi wisata karena makanan menjadi bagian dari identitas suatu daerah.

Bagaimana proses memasak Gangan Cumi agar menghasilkan rasa terbaik?

Sekilas proses memasaknya terlihat sederhana. Namun terdapat beberapa teknik yang menentukan kualitas rasa.

Kesalahan kecil justru dapat membuat tekstur cumi menjadi keras dan kehilangan cita rasa alaminya.

Hal pertama yang dilakukan adalah membersihkan cumi hingga benar-benar bersih.

Setelah itu bumbu halus yang terdiri atas kunyit, bawang merah, bawang putih, kemiri, dan cabai ditumis hingga harum. Proses ini penting karena mampu mengeluarkan aroma rempah secara maksimal.

Serai yang telah dimemarkan kemudian dimasukkan bersama daun salam dan lengkuas agar kuah memiliki aroma yang lebih segar.

Air ditambahkan setelah bumbu matang. Saat kuah mulai mendidih, barulah cumi dimasukkan.

Di sinilah banyak orang melakukan kesalahan.

Cumi tidak memerlukan waktu memasak yang lama. Umumnya hanya sekitar tiga hingga lima menit hingga teksturnya tetap empuk. Bila terlalu lama direbus, daging cumi akan menjadi alot sehingga kenikmatannya berkurang.

Sentuhan terakhir berasal dari belimbing wuluh atau air asam yang memberikan rasa segar sekaligus menyeimbangkan dominasi rempah.

Tidak sedikit keluarga di Berau yang juga menambahkan irisan tomat atau cabai utuh sebagai pelengkap, sesuai selera masing-masing.

Menurut Chef Bara Pattiradjawane, bahan laut segar memiliki karakter rasa alami sehingga teknik memasak yang singkat sering kali menjadi pilihan terbaik untuk mempertahankan teksturnya.

Mengapa Gangan Cumi mulai menjadi incaran wisatawan yang datang ke Berau?

Perkembangan sektor pariwisata Berau membawa dampak positif terhadap kuliner lokal. Wisatawan yang sebelumnya hanya mengenal Kepulauan Derawan, Pulau Maratua, atau Labuan Cermin kini mulai mencari pengalaman baru melalui cita rasa khas daerah.

Fenomena ini membuat rumah makan tradisional hingga pelaku usaha kuliner semakin aktif memperkenalkan Gangan Cumi sebagai menu andalan. Hidangan tersebut menawarkan pengalaman berbeda karena menggunakan bahan laut yang baru ditangkap nelayan setempat.

Kondisi geografis Berau yang kaya akan hasil laut menjadi keunggulan tersendiri. Banyak wisatawan mengaku dapat merasakan perbedaan tekstur cumi yang lebih lembut dibandingkan seafood yang telah lama disimpan.

Selain itu, kuah rempah yang ringan membuat hidangan ini cocok disantap siang maupun malam. Setelah seharian beraktivitas menikmati wisata bahari, semangkuk Gangan Cumi hangat menjadi pilihan yang mampu mengembalikan energi.

Menurut Kementerian Pariwisata Republik Indonesia, kuliner lokal merupakan salah satu unsur penting dalam pengembangan wisata berbasis pengalaman karena mampu memperpanjang lama tinggal wisatawan sekaligus meningkatkan belanja masyarakat di daerah tujuan wisata.

Hal serupa dirasakan Rahmad (41), pemilik rumah makan di Tanjung Redeb. Ia menjelaskan bahwa dalam beberapa tahun terakhir semakin banyak pengunjung dari luar daerah yang secara khusus menanyakan menu Gangan Cumi.

"Awalnya mereka datang karena ingin makan seafood. Setelah kami rekomendasikan Gangan Cumi, banyak yang kembali memesan lagi karena rasanya berbeda dari hidangan laut yang pernah mereka coba," ujarnya.

Apa saja kesalahan yang sering dilakukan saat mengolah Gangan Cumi?

Meski terlihat sederhana, ada beberapa kesalahan yang sering membuat cita rasa Gangan Cumi berkurang.

1. Memasak cumi terlalu lama

Kesalahan paling umum adalah merebus cumi terlalu lama hingga teksturnya menjadi keras.

Idealnya, cumi dimasukkan ketika kuah telah mendidih dan dimasak sekitar tiga hingga lima menit. Waktu singkat tersebut sudah cukup mempertahankan kelembutan dagingnya.

2. Menggunakan cumi yang kurang segar

Kesegaran bahan sangat memengaruhi rasa.

Cumi segar memiliki warna cerah, tekstur kenyal, dan aroma laut yang ringan. Bahan yang kurang segar akan menghasilkan aroma yang lebih tajam sehingga memengaruhi kualitas kuah.

3. Takaran asam yang berlebihan

Belimbing wuluh atau air asam memang menjadi ciri khas Gangan Cumi.

Namun, penggunaan yang terlalu banyak justru menutupi rasa alami seafood dan rempah. Keseimbangan menjadi kunci utama.

4. Menumis bumbu terlalu singkat

Rempah yang belum matang akan meninggalkan rasa langu pada kuah.

Karena itu, bumbu sebaiknya ditumis hingga harum dan minyak mulai keluar agar cita rasanya lebih maksimal.

5. Memanaskan berulang kali

Kuah Gangan Cumi sebaiknya dinikmati dalam kondisi baru dimasak.

Pemanasan berulang dapat membuat tekstur cumi mengeras sekaligus mengurangi kesegaran aroma rempah.

Menurut Chef Degan Septoadji, hidangan berbahan dasar seafood akan memberikan hasil terbaik apabila dimasak sesingkat mungkin dengan bahan yang benar-benar segar.

Bagaimana cara menikmati Gangan Cumi agar pengalaman kuliner semakin berkesan?

Gangan Cumi paling nikmat disantap bersama nasi putih hangat. Kuahnya yang gurih segar membuat setiap suapan terasa ringan tanpa meninggalkan rasa enek.

Sebagian masyarakat Berau juga menyajikannya bersama sambal terasi atau sambal khas pesisir untuk menambah sensasi pedas sesuai selera.

Jika ingin memperoleh pengalaman kuliner yang lebih lengkap, wisatawan dapat memadukan Gangan Cumi dengan ikan bakar, udang segar, atau aneka olahan hasil laut lainnya yang banyak dijual di rumah makan sekitar Tanjung Redeb.

Waktu terbaik menikmatinya biasanya saat makan siang setelah menjelajahi destinasi wisata bahari. Kondisi tubuh yang lelah setelah beraktivitas di laut membuat kuah hangat terasa semakin menyegarkan.

Selain menjadi santapan keluarga, Gangan Cumi juga sering hadir dalam berbagai acara kebersamaan masyarakat pesisir. Hal tersebut menunjukkan bahwa hidangan ini bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari tradisi kuliner yang diwariskan lintas generasi.

Hingga kini, pelestarian resep asli tetap menjadi tantangan sekaligus peluang. Semakin banyak wisatawan yang mengenal Gangan Cumi, semakin besar pula kesempatan kuliner khas Berau berkembang sebagai identitas gastronomi Kalimantan Timur yang mampu memperkuat daya tarik pariwisata daerah.

Poin Penting:
  • Gangan Cumi merupakan salah satu kuliner khas Kabupaten Berau yang memanfaatkan hasil laut segar sebagai bahan utama.
  • Ciri khas hidangan ini terletak pada kuah kuning berempah dengan perpaduan rasa gurih dan segar tanpa menggunakan santan.
  • Kesegaran cumi dan teknik memasak yang tepat menjadi faktor utama menghasilkan tekstur yang lembut.
  • Meningkatnya kunjungan wisata ke Berau turut memperkenalkan Gangan Cumi kepada wisatawan dari berbagai daerah.
  • Kuliner tradisional memiliki peran penting dalam memperkuat identitas budaya sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat lokal.

Insight Redaksi: Gangan Cumi menunjukkan bahwa kekuatan wisata Berau bukan hanya berada di lautnya yang memikat, tetapi juga pada cita rasa yang lahir dari tradisi masyarakat pesisir. Kuliner seperti ini layak mendapat ruang promosi yang lebih luas agar wisatawan membawa pulang pengalaman, bukan sekadar foto perjalanan. Kada perlu mencari menu yang sedang viral bila hidangan lokal sudah menawarkan keunikan yang sulit ditemukan di daerah lain. Bagikan jua artikel ini ke kawalan ikam supaya semakin banyak yang mengenal kekayaan kuliner Kalimantan Timur. Update terus informasi menarik hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa itu Gangan Cumi?
Gangan Cumi adalah hidangan khas Kabupaten Berau berupa cumi segar yang dimasak dengan kuah kuning berbumbu rempah dan bercita rasa gurih segar.

2. Apa yang membedakan Gangan Cumi dengan gulai seafood?
Perbedaan utamanya terletak pada kuah yang tidak menggunakan santan, sehingga rasanya lebih ringan dan segar.

3. Mengapa Gangan Cumi mulai banyak dicari wisatawan?
Karena menawarkan cita rasa autentik khas pesisir Berau serta menggunakan bahan laut segar yang sulit ditemukan di daerah lain.

4. Berapa lama waktu ideal memasak cumi?
Sekitar tiga hingga lima menit setelah kuah mendidih agar teksturnya tetap empuk.

5. Kapan waktu terbaik menikmati Gangan Cumi?
Saat makan siang atau makan malam setelah menikmati wisata bahari di Kabupaten Berau.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
#Masyarakat Berau #Gangan Cumi #kabupaten berau