Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Tradisi Kuliner Pesisir: Pisang Gapit Jadi Ikon Rasa di Penajam Paser Utara

AdminBTV • Minggu, 30 November 2025 | 06:45 WIB

Photo
Photo

Balikpapan TV - Hai Cess! Pisang Gapit, camilan manis khas Penajam Paser Utara (PPU), kembali jadi sorotan karena kelezatannya yang sederhana namun nendang.

Kuliner berbahan pisang kepok yang dipanggang lalu disiram kuah gula merah bersantan ini terus dipertahankan warga sebagai identitas rasa pesisir Kalimantan Timur. Apa yang membuatnya tetap dicari? Dan bagaimana camilan sederhana ini bertahan di tengah gempuran makanan modern?

Keunikan Pisang Gapit tidak hanya pada rasa manis legitnya, tetapi juga kenangan yang menempel di setiap suapannya. Camilan yang dulu sering hadir di pasar, acara keluarga, hingga warung tenda sore hari ini masih jadi magnet bagi warga maupun pendatang. Yuk lanjut baca, dijamin ceritanya bikin kamu makin penasaran sambil bayangin aromanya yang khas.

Baca Juga: Kolaborasi AnyMind–Rohto Perkuat Pengelolaan Toko Online di Indonesia

Apa yang Membuat Pisang Gapit Jadi Camilan Ikonik PPU?

Pisang Gapit dikenal karena prosesnya sederhana namun menghasilkan rasa yang kaya. Pisang kepok matang dipanggang hingga muncul aroma smoky, lalu ditekan atau “digapit”.
Kuah gula merah bersantan menjadi ciri utama, memberikan sensasi manis lembut yang berpadu serasi dengan tekstur pisang.

Camilan ini mudah ditemukan di warung tradisional dan sering jadi teman santai sore warga. Rasanya ringan, tidak enek, dan punya daya tarik nostalgia yang sulit digantikan. Pisang Gapit seolah membawa suasana PPU dalam satu piring sederhana.

Bagaimana Proses Pengolahan Pisang Gapit di Kedai-kedai Lokal?

Proses pengolahannya diawali dengan memilih pisang kepok yang sudah matang tetapi tetap padat. Pisang ini dipanggang perlahan agar manis alaminya keluar.
Setelah cukup panas, pisang ditekan hingga sedikit pipih agar kuahnya mudah meresap saat disajikan.

Kuah gula merah dimasak bersama santan, sedikit garam, dan tepung maizena. Beberapa penjual menambahkan pandan atau vanili untuk menonjolkan aromanya. Hasilnya adalah saus lembut yang membalut pisang dengan harmoni rasa yang khas.

Mengapa Banyak Warga PPU Tetap Memilih Pisang Gapit di Era Kuliner Modern?

Warga PPU menyukai Pisang Gapit karena rasanya yang membumi dan tidak berlebihan. Camilan ini membawa kenyamanan emosional, cocok untuk teman ngobrol atau sekadar istirahat sore.
Aromanya yang familiar juga membuatnya mudah diterima lintas usia, baik anak muda maupun orang tua.

Simpelnya bahan dan cara memasak membuat Pisang Gapit tetap relevan. Dengan harga ramah dan rasa konsisten, makanan ini tidak kehilangan peminat meski banyak jajanan baru bermunculan. Tradisinya justru makin kuat.

Apa Kata Penjual tentang Konsistensi Rasa Pisang Gapit?

Para penjual menjaga cita rasa dengan tidak meninggalkan cara tradisional. Panggang manual masih menjadi pilihan utama untuk mempertahankan aroma asli pisang kepok.

Salah satu pedagang mengatakan: “Saya tetap pakai cara lama, panggang langsung biar aromanya keluar. Orang cari yang seperti itu.”

Konsistensi inilah yang membuat pembeli kembali. Mereka merasa porsi sederhana dengan rasa manis lembut sudah cukup untuk mengisi waktu santai tanpa perlu tampilan rumit.

Pisang Gapit bukan sekadar camilan, tetapi bagian dari identitas kuliner PPU. Rasanya sederhana namun punya karakter kuat: manis legit, lembut, beraroma panggangan.

Tradisi memasaknya yang masih dipertahankan membuat kuliner ini tetap hidup hingga sekarang. Kalau kamu main ke PPU, wajib coba biar merasakan sendiri pesona aslinya.

Bagikan artikel ini biar makin banyak yang tahu tentang kuliner lokal pesisir Kaltim.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, ‘Bukan Sekadar Info Biasa!’ (Rafi)

 

FAQ

1. Pisang apa yang biasa digunakan untuk Pisang Gapit?
Pisang kepok matang karena teksturnya padat dan rasanya manis lembut.

2. Apakah Pisang Gapit selalu memakai kuah santan?
Ya, kuah santan gula merah adalah ciri utama kuliner ini.

3. Di mana biasanya Pisang Gapit dijual?
Di warung tradisional, pasar malam, atau kedai lokal di PPU.

DISCLAIMER

Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Editor : Arya Kusuma
#Kuah gula merah #penajam paser utara #Pisang Gapit