Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Mengapa Tape Singkong Tetap Jadi Camilan Favorit Warga Samarinda?

AdminBTV • Kamis, 27 November 2025 | 12:45 WIB

Tape singkong Samarinda dengan tekstur lembut dan warna kuning segar, disajikan di piring tradisional—visual yang memancing selera.
Tape singkong Samarinda dengan tekstur lembut dan warna kuning segar, disajikan di piring tradisional—visual yang memancing selera.

Balikpapan TV – Hai Cess! Tape singkong kembali mencuri perhatian para pecinta kuliner Samarinda. Camilan sederhana berbahan dasar singkong fermentasi ini terus bertahan sebagai favorit warga dari dulu sampai sekarang—siapa pun yang lahir dan besar di Samarinda pasti pernah mencicipi sensasi manis-asamnya. 

Tape singkong hadir sebagai bagian dari kebiasaan makan warga Samarinda yang akrab dengan pangan lokal. Teksturnya lembut, aromanya khas, dan rasanya segar. Banyak keluarga menyajikannya saat kumpul santai, hajatan kecil, hingga acara adat.

Popularitasnya bukan sekadar nostalgia, tetapi karena kemudahannya ditemukan di pasar tradisional hingga toko kue. Mau tau lebih jauh kisah dan daya tariknya? Yuk lanjut baca sampai akhir, Cess!

Baca Juga: Pernikahan Insanul–Inara Terungkap: Pengakuan Langsung di Podcast dr. Richard

Mengapa Tape Singkong Jadi Camilan Andalan Warga Samarinda?

Tape singkong menjadi pilihan utama karena rasanya yang ramah di lidah dan cocok dinikmati dalam momen apa pun. Sensasi manis-asamnya memberi pengalaman makan yang sederhana tetapi tetap memikat.

Selain itu, tape singkong mudah ditemukan di berbagai sudut kota Samarinda. Dari pedagang pasar tradisional hingga toko jajanan lokal, semua menyediakan versi khas masing-masing.

Apa yang Membuat Rasa Tape Singkong Samarinda Berbeda?

Tape singkong Samarinda terkenal lebih lembut dan sedikit berair. Proses fermentasi tradisional yang diwariskan turun-temurun menjadi poin utama pembeda.

Menurut salah satu penjual di Pasar Segiri,
“Tape itu sesederhana singkong dan ragi, tapi butuh ketelatenan supaya rasanya pas,” ujarnya.

Bagaimana Tape Singkong Disajikan oleh Masyarakat Setempat?

Sebagian besar warga Samarinda menikmati tape sebagai kudapan langsung. Tekstur empuk dengan cairan manisnya sudah cukup membuat siapa pun berhenti sejenak dan menikmati.

Namun, banyak juga yang mengolahnya menjadi kreasi lain, seperti tape goreng, puding tape, kolak tape, hingga campuran es segar. Penggunaan tape dalam sajian modern juga mulai berkembang di kedai-kedai kekinian.

Di Mana Warga Samarinda Biasanya Membeli Tape Singkong?

Tape singkong banyak dijumpai di pasar-pasar besar seperti Pasar Segiri, Pasar Pagi, dan kios-kios jajanan rumahan di kawasan pemukiman. Harganya terjangkau dan variannya beragam.

Beberapa penjual loyal mempertahankan metode lama agar rasanya tetap autentik. Ada yang menggunakan singkong lokal pilihan yang dikenal lebih pulen dan aromatik.

Tape singkong bukan sekadar camilan tradisional; ia adalah bagian dari ingatan kolektif warga Samarinda yang masih hidup sampai sekarang. Kesederhanaan rasanya justru membuatnya terus dicari. Kalau kamu merasa informasi ini menarik, jangan ragu buat bagikan ke temanmu ya, Cess!

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!” (Rafi)

 

FAQ

1. Apakah tape singkong aman dikonsumsi setiap hari?
Tape singkong aman dikonsumsi secukupnya, terutama bagi yang suka makanan fermentasi dengan kadar gula alami.

2. Berapa lama tape singkong bisa bertahan?
Biasanya 2–3 hari pada suhu ruang, atau lebih lama jika disimpan dalam kulkas.

3. Apa perbedaan tape singkong dan tape ketan?
Perbedaan utama ada pada bahan dan tingkat keasaman. Tape singkong lebih lembut dan manis, sedangkan tape ketan lebih padat dengan aroma fermentasi lebih kuat.

DISCLAIMER

Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Editor : Arya Kusuma
#Tape Singkong #Kuliner Samarinda #Jajanan Tradisional