Balikpapan TV - Hai Cess! Si manis gurih dari tepung ketan ini bukan sekadar camilan jadul. Kue Gegicak kembali naik daun di Kalimantan Timur, jadi favorit warga untuk teman santai sore atau suguhan tamu di rumah.
Kalau kamu jalan-jalan ke pasar tradisional di Samarinda, Balikpapan, atau Tenggarong, aroma harum kelapa parut yang disangrai ringan sering memanggil dari jauh — itulah tanda kue Gegicak sedang “nongol” di etalase jajanan. Si empuk satu ini punya daya tarik tersendiri, memadukan rasa manis alami dan gurih khas kelapa yang bikin siapa pun susah berhenti di gigitan pertama. Yuk, kita kenali lebih dalam cerita di balik camilan klasik ini!
Apa Itu Kue Gegicak dan Kenapa Jadi Camilan Favorit Warga Kaltim?
Kue Gegicak adalah makanan tradisional khas Kalimantan Timur yang terbuat dari tepung ketan. Setelah dikukus hingga lembut, kue ini ditaburi kelapa parut yang gurih. Kombinasi dua bahan sederhana ini menciptakan tekstur empuk dan rasa manis yang berpadu sempurna.
Menariknya, meski bahan-bahannya sederhana, rasa kue ini “ngena” di lidah siapa pun yang mencicipinya. Di tengah banyaknya jajanan modern, kue Gegicak tetap eksis karena cita rasanya membumi, tidak neko-neko, tapi selalu bikin rindu masa kecil.
Bagaimana Proses Membuat Kue Gegicak yang Empuk dan Gurih?
Proses membuat kue Gegicak tidak serumit yang dibayangkan. Tepung ketan dicampur dengan air secukupnya, lalu diaduk hingga kalis dan dikukus sampai matang. Setelah itu, barulah kelapa parut segar ditaburkan di atasnya.
“Rahasia enaknya di kelapa yang baru diparut, jangan pakai kelapa lama. Kalau segar, rasa gurihnya keluar alami,” ujar Mak Lilis, pedagang kue tradisional di Pasar Segiri, Samarinda. Katanya, banyak pembeli yang datang pagi-pagi hanya untuk mendapatkan Gegicak yang masih hangat.
Baca Juga: BRI Jalankan Buyback Saham Rp3 Triliun untuk Karyawan, Sinyal Optimisme Kinerja 2025!
Kapan Biasanya Kue Gegicak Disajikan?
Biasanya, kue Gegicak hadir di waktu santai — sore hari saat ngopi atau berbincang di teras rumah. Namun, tak jarang juga jadi bagian dari acara keluarga, kenduri, hingga suguhan tamu.
Tradisi ini menunjukkan bagaimana masyarakat Kalimantan Timur menempatkan nilai kebersamaan dalam makanan. “Kalau ada tamu datang, rasanya belum lengkap kalau belum nyuguhin Gegicak,” tutur Bu Rani, warga Balikpapan yang sering membuatnya sendiri di rumah.
Kenapa Kue Gegicak Layak Dipertahankan di Tengah Tren Modern?
Di era serba cepat ini, banyak jajanan tradisional mulai jarang terlihat. Tapi, kue Gegicak justru bertahan karena punya nilai budaya dan rasa autentik yang tidak tergantikan. Teksturnya yang lembut serta aroma kelapa membuatnya menenangkan — seolah mengingatkan kita untuk sejenak melambat dan menikmati momen.
Kue Gegicak bukan sekadar makanan, tapi juga simbol nostalgia dan kehangatan keluarga. Dari dapur nenek hingga etalase modern, kehadirannya adalah bukti bahwa kelezatan tradisi tak lekang oleh waktu.
Tips Singkat: Cara Menyimpan Kue Gegicak Biar Tetap Segar
Kalau kamu beli banyak, simpan kue Gegicak dalam wadah tertutup di suhu ruang selama satu hari. Untuk penyimpanan lebih lama, bisa masuk kulkas tapi pastikan kelapa parutnya tidak terlalu basah. Sebelum disantap kembali, kukus sebentar agar teksturnya lembut lagi seperti baru matang.
Kue Gegicak, camilan tradisional Kalimantan Timur berbahan dasar tepung ketan dan kelapa parut, bukan sekadar jajanan. Ia membawa cerita tentang kesederhanaan, rasa hangat keluarga, dan kearifan lokal yang tetap hidup di tengah modernisasi.
Yuk, bantu lestarikan cita rasa Nusantara dengan mencicipi dan mengenalkannya ke generasi muda!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV teman update setia, "Bukan Sekadar Info Biasa!" (yoga)
FAQ
1. Apakah kue Gegicak sama seperti kue Lupis?
Tidak. Walau sama-sama berbahan dasar ketan, Gegicak tidak menggunakan gula merah cair. Rasa manisnya berasal langsung dari adonan dan taburan kelapa parut.
2. Di mana bisa menemukan kue Gegicak?
Biasanya tersedia di pasar tradisional Kalimantan Timur seperti Pasar Klandasan (Balikpapan) atau Pasar Segiri (Samarinda).
3. Apakah bisa membuat kue Gegicak di rumah?
Bisa banget! Cukup tepung ketan, air, sedikit garam, dan kelapa parut. Kukus hingga empuk, lalu taburi kelapa parut segar di atasnya.
DISKLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas dalam menganalisa struktur artikel untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan pedoman umum ejaan bahasa Indonesia (PUEBI). Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.
Editor : Arya Kusuma