Balikpapan TV - Hai Cess! Weekend enak tuh ya, kalau perut juga ikut bahagia. Minggu ini, kita melipir dikit dari hiruk pikuk kota, mampir ke kuliner legendaris yang udah jadi bahan rindu banyak orang — Tahu Sumedang di Kilo 38 Samboja, cabang dari yang di Kilo 50. Aksesnya gampang banget, tinggal lewat Tol Karangjoang dan keluar di Tahu Samboja, langsung deh ketemu bangunan mungil dengan aroma tahu goreng yang bikin siapa pun auto lapar.
Bayangin aja, udara luar kota yang sejuk, pemandangan hijau di kiri-kanan, dan di ujung perjalanan — sepiring tahu goreng renyah dengan sambal yang “nampol tapi sopan”. Yuk lanjut, kita ceritain semuanya biar kamu juga tergoda buat coba minggu depan!
Kenapa Tahu Sumedang Kilo 38 Jadi Magnet Weekend Warga Balikpapan?
Tiap kota punya kuliner ikonik, tapi Tahu Sumedang ini beda cerita. Lokasinya yang di Kilo 38 Samboja bikin suasana makan lebih adem. Bukan cuma soal rasa, tapi juga pengalaman: aroma tahu yang digoreng langsung, bunyi desisan minyak, sampai suasana jalan yang terasa “liburan singkat”.
Menurut warga yang mampir, tempat ini jadi “ritual kecil” tiap akhir pekan. “Kalau udah ke Samboja tapi nggak makan tahu ini, rasanya kurang afdol,” ujar seorang pengunjung sambil menikmati tahu panas di piring rotan.
Apa yang Bikin Tahu Sumedang Ini Begitu Legendaris?
Kuncinya ada di kombinasi sederhana tapi sulit ditiru: tahu yang crunchy di luar, lembut di dalam, plus sambal rawitnya yang pedasnya pas. Disajikan panas-panas, tahu ini kayak punya “daya hipnotis” tersendiri.
Yang bikin makin nostalgia, pilihan kudapannya pun beragam — dari pisang goreng, sanggar nanas, cireng, sampai tetel (ketan goreng). Semuanya punya rasa khas pedesaan yang jarang ditemukan di tengah kota. Udara segar dan suasana nonformal bikin setiap gigitan terasa “ngena”.
Ada Menu Favorit Selain Tahu?
Ada dong! Salah satu yang wajib kamu coba di sini adalah sop buntut. Seporsinya sekitar Rp65 ribuan, tapi porsinya bikin senyum lebar — buntut besar, kuah bening, dan aroma yang menggoda. Cocok buat yang pengin “main aman tapi nikmat”.
Uniknya, banyak pelanggan yang awalnya datang cuma buat tahu, tapi akhirnya balik lagi karena sop buntutnya. Kuahnya ringan tapi berisi, dagingnya empuk, dan pas disantap bareng nasi hangat di udara sejuk Samboja. Comfort food sejati, Cess!
Gimana Tips Biar Makan di Sini Makin Asik?
Pertama, datang agak pagi atau menjelang sore biar nggak kena antre panjang. Tempat ini lumayan ramai tiap akhir pekan. Kedua, jangan lupa bungkus beberapa kue dan tahu goreng buat camilan malam nanti.
Kalau kamu suka foto-foto, spot di depan warung dengan latar hijau perbukitan bisa banget jadi konten “healing” versi kamu.
Dan satu tips penting: makan tahu langsung setelah digoreng, tapi tiup dikit dulu — biar tetap sopan ke lidah, hehe.
Apakah Worth It Buat Jadi Tujuan Weekend?
Jawabannya: iya banget. Selain jadi pelarian singkat dari suasana kota, makan di Tahu Sumedang Kilo 38 tuh semacam nostalgia rasa yang udah lama hilang. Harga bersahabat, rasa autentik, dan suasananya bikin betah.
“Udah lama nggak lihat pegunungan tahu kayak gini,” kata salah satu pengunjung yang tampak menikmati setiap suapan. Dari komentar itu aja udah kelihatan, kalau tempat ini bukan cuma soal makanan, tapi juga soal rasa pulang.
Dari Tol Karangjoang menuju Tahu Samboja, perjalanan singkat ini jadi momen kecil yang menyenangkan. Mulai dari tahu renyah, kue tradisional, sampai sop buntut hangat — semua punya ceritanya sendiri. Jadi, buat kamu yang lagi cari ide weekend santai, Tahu Sumedang Kilo 38 Samboja bisa jadi destinasi kuliner wajib.
Yuk, bagikan pengalaman kuliner kamu juga biar makin banyak yang tahu spot seru ini.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV teman update setia, "Bukan Sekadar Info Biasa!" (Shifa)
FAQ
1. Di mana lokasi tepat Tahu Sumedang Kilo 38 Samboja?
Lokasinya di jalur utama setelah keluar Tol Karangjoang menuju Tahu Samboja, sekitar kilometer 38 arah Samarinda.
2. Apakah tempat ini cocok untuk keluarga?
Sangat cocok! Ada area parkir luas, suasana adem, dan pilihan makanan yang aman untuk semua umur.
3. Apakah tersedia menu selain tahu?
Ya, ada berbagai gorengan tradisional dan sop buntut yang jadi favorit pengunjung tetap.