Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Amparan Tatak Samarinda Resmi Jadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia! Mengapa Amparan Tatak Layak Sebagai Simbol Kuliner Kaltim

Arya Kusuma • Senin, 13 Oktober 2025 | 08:56 WIB

Kue Amparan Tatak beraroma pandan khas Samarinda, simbol warisan kuliner Kaltim yang kini diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.
Kue Amparan Tatak beraroma pandan khas Samarinda, simbol warisan kuliner Kaltim yang kini diakui sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Balikpapan TV - Hai Cess! Aroma pandan semerbak, tekstur lembut berpadu dengan manisnya pisang di setiap gigitannya—itulah Amparan Tatak, kue basah khas Samarinda yang kini resmi menyandang status Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Indonesia.

Kabar ini diumumkan usai sidang penetapan oleh Direktorat Perlindungan Kebudayaan dan Tradisi di Kementerian Kebudayaan pada 5–11 Oktober 2025. Si mungil hijau ini bukan sekadar kudapan, tapi simbol warisan rasa dan identitas Kota Tepian yang kian mendunia.

Tapi perjalanan menuju pengakuan nasional itu, Cess, ternyata nggak sesederhana memadukan santan dan pandan. Ada riset, naskah akademik, hingga video dokumenter yang harus disiapkan. Proses panjang ini dipimpin oleh sejarawan publik Muhammad Sarip dan tim Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim dan Samarinda. Di baliknya, ada juga sosok maestro kuliner lokal, Maskota Muradiah, yang menjaga resep turun-temurun Amparan Tatak. Yuk, kita kulik ceritanya lebih dalam!

Bagaimana Perjalanan Amparan Tatak hingga Diakui Nasional?

Menurut Muhammad Sarip, penulis naskah akademik, proses pengusulan Amparan Tatak dimulai sejak September 2024. Ia bersama tim melakukan riset mendalam, mempresentasikan temuan di Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIV Kaltim-Kaltara, dan menyempurnakan naskah agar sesuai standar nasional.
“Riset awal di September–Oktober 2024, lanjut presentasi di Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIV Kaltim-Kaltara,” kata Sarip, Sabtu (11/10/2025).

Perjalanan itu melibatkan maestro Amparan Tatak di Samarinda, Maskota Muradiah, yang memperkenalkan ciri khas kue ini secara langsung pada 13 November 2024. Naskah pengusulan bahkan dilengkapi formulir usulan, video dokumenter, hingga jurnal ilmiah di INOSSA terbitan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah. Semua bukti itu memperkuat posisi Amparan Tatak sebagai kuliner autentik Samarinda.

Baca Juga: Produk Lokal Balikpapan Kian Dilirik Asia dan Timur Tengah! Kucurkan Dana Rp 8 Miliar, Promosi dan Pelatihan Jadi Kunci DKUMKMP Dorong UMKM Tumbuh

Apa yang Membuat Amparan Tatak Istimewa?

Kalau dilihat sekilas, Amparan Tatak tampak sederhana. Lapisan hijau lembutnya wangi pandan, dibungkus daun pisang, diisi potongan pisang manis yang legit. Tapi, di balik kesederhanaannya tersimpan nilai budaya dan filosofi lokal: kesabaran, keselarasan, dan gotong royong dalam setiap proses pembuatannya.

Sarip menegaskan, “Status WBTb bukan soal hak paten atau royalti. Siapa saja boleh membuatnya. Ini untuk pelestarian pengetahuan budaya—tentang rasa dan kegurihan yang orisinal.”
Jadi, Amparan Tatak bukan soal eksklusivitas, melainkan tentang menjaga memori rasa agar tetap hidup lintas generasi.

Siapa Saja yang Berperan dalam Pengusulan Ini?

Tak hanya Amparan Tatak, sebenarnya ada tiga kudapan lain yang diusulkan ke tingkat nasional: Amplang, Bubur Peca, dan Kapal Tambangan. Namun di tahap akhir, hanya tiga yang lolos verifikasi dan resmi ditetapkan pada 10 Oktober 2025.

“Ketika verifikasi tahap pertama Juni 2025, empat usulan WBTb dari Samarinda diminta melengkapi deskripsi dan video dokumenter. Tapi di tahap kedua, medio Agustus, usul Kapal Tambangan ditangguhkan,” jelas Sarip.

Alasannya sederhana, Cess: perahu tambangan di Samarinda dianggap belum punya keunikan signifikan dibandingkan daerah lain. Tapi tiga kuliner itu justru menjadi representasi citarasa khas Kota Tepian. Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Samarinda, Barlin Hady Kesuma, menuturkan, “Semula Kota Tepian hanya punya satu WBTb, yakni Sarung Samarinda yang diakui tahun 2013. Setelah 12 tahun, baru ajukan tiga jenis kuliner ini untuk ditetapkan jadi WBTb.”

Apa Makna Status WBTb untuk Samarinda dan Kaltim?

Status WBTb bukan sekadar penghargaan, tapi juga label kualitas budaya. Menurut Priangga Wicaksana dari Disdikbud Kaltim, pengakuan ini memperkuat identitas kuliner khas Samarinda di level nasional, bahkan membuka peluang wisata budaya.


“Status ini tidak bersinggungan dengan daerah asal makanan di Kalimantan Selatan. Kalsel turut mendukung usulan ini. Mereka minim karya penelitian soal Amparan Tatak,” ungkap Priangga.

Artinya, ini bukan tentang siapa yang paling dulu punya, tapi siapa yang paling peduli melestarikan. Dan Samarinda berhasil menunjukkan bukti nyata. Bagi pelaku UMKM kuliner, label WBTb bisa menjadi peluang branding. Misalnya, membuat Amparan Tatak Premium dengan kemasan ramah lingkungan atau mengemasnya sebagai oleh-oleh khas wisata kuliner Kaltim.

Tips Pelestarian Warisan Kuliner Lokal

Buat kamu yang tertarik ikut melestarikan, ada beberapa langkah kecil tapi berdampak besar:

  1. Belajar dari maestro lokal. Catat resep dan teknik asli agar tidak punah.

  2. Gunakan bahan lokal. Selain menjaga cita rasa, ini juga mendukung petani setempat.

  3. Promosikan di media sosial. Ceritakan asal-usulnya, bukan cuma tampilannya.

  4. Kolaborasi dengan UMKM dan sekolah kuliner. Bikin lokakarya atau festival kecil agar generasi muda ikut kenal.

Amparan Tatak kini bukan sekadar kue basah di meja tamu, tapi simbol keberlanjutan budaya Samarinda. Dari aroma pandan hingga rasa manis pisangnya, semua bercerita tentang sejarah dan ketekunan orang Tepian menjaga warisan mereka tetap hidup.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan TV, teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!”

FAQ

1. Apakah Amparan Tatak hanya bisa ditemukan di Samarinda?
Asalnya memang dari Samarinda, tapi kini banyak dijual di berbagai kota di Kalimantan Timur, termasuk Balikpapan.

2. Apakah status WBTb membuat Amparan Tatak tidak boleh dijual bebas?
Tidak. Status ini bukan hak cipta, melainkan bentuk pengakuan pelestarian budaya.

3. Apakah Amplang dan Bubur Peca juga resmi diakui nasional?
Ya, keduanya juga mendapat status WBTb bersama Amparan Tatak pada Oktober 2025.

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Editor : Arya Kusuma
#Kuliner khas Samarinda #Maskota Muradiah #Warisan Budaya Takbenda #Disdikbud Kaltim #amparan tatak