Balikpapantv.id - Hai Cess! Kalau lagi main ke Kalimantan Selatan, jangan lupa cobain jajanan khas Banua yang satu ini: pupudak. Kue tradisional berbentuk lonjong dengan bungkus daun pisang ini ternyata menyimpan cerita unik, cita rasa khas, dan harga yang ramah di kantong.
Kue pupudak hadir dari masyarakat Banjar sebagai salah satu kue basah yang masih dilestarikan hingga kini. Dibuat dari tepung beras, tapioka, santan, dan gula aren, kue ini sudah lama menjadi teman setia sarapan hingga kudapan sore. Proses pembuatannya sederhana, namun butuh ketelatenan agar rasanya seimbang, manis dan gurih. Lalu, bagaimana cara membuatnya, di mana bisa menemukannya, dan apa saja keunikan yang membuat pupudak tetap dicintai lintas generasi? Yuk, kita kulik lebih jauh.
Resep Pupudak Khas Banua yang Sederhana Tapi Kaya Rasa
Pupudak terbuat dari adonan tepung beras dan tapioka yang disatukan dengan santan, gula aren, serta sedikit garam. Campurannya sederhana, tapi hasilnya bikin nagih.
Pedagang kue tradisional Banjar, Ria, mengingatkan pentingnya adonan tidak terlalu cair atau terlalu kental. "Sedang-sedang saja, agar mudah dibungkus," ujarnya.
Rahasia Bungkus Daun Pisang yang Jadi Ciri Khas Pupudak
Setelah adonan siap, langkah selanjutnya adalah membungkus dengan daun pisang. Gulungan memanjang silinder ini dikunci dengan lidi atau staples.
Pengemasan tradisional ini bukan sekadar cara praktis, tapi juga memberi aroma khas pada pupudak saat dikukus, menambah rasa otentik yang bikin nostalgia.
Proses Kukus Hingga Jadi Kudapan Manis Gurih Favorit
Pupudak dikukus 20–30 menit, tergantung banyaknya tumpukan. Saat daun berubah kecokelatan dan layu, tandanya pupudak siap diangkat.
Setelah agak dingin, kue ini bisa langsung dinikmati. Teksturnya lembut, manis gurihnya pas, cocok untuk sarapan atau teman ngopi sore.
Harga Murah dan Popularitas Hingga ke Provinsi Tetangga
Selain lezat, pupudak juga ramah di kantong. Di lapak pedagang kue tradisional, harganya hanya Rp1.000–Rp2.000 per buah.
Tak hanya di Kalsel, pupudak juga populer di Kalimantan Tengah dan Timur dengan nama lain, seperti wadai pampudak atau sunduk lawang.
Pupudak bukan sekadar kue basah tradisional, tapi juga bagian dari identitas kuliner Banjar yang patut dilestarikan. Yuk, bagikan artikel ini biar makin banyak orang tahu kekayaan kuliner Nusantara. Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapantv.id, 'Bukan Sekedar Berita Biasa!' (Alya)