Erau 2026 Makin Dekat, Pemkab Kukar Siapkan Empat Lapis Mitigasi Hadapi Gangguan

Riafandi • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 13:34 WIB
Pemkab Kukar menyiapkan mitigasi cuaca, kualitas udara, kekeringan, listrik dan air jelang Erau 2026. (IST)
Pemkab Kukar menyiapkan mitigasi cuaca, kualitas udara, kekeringan, listrik dan air jelang Erau 2026. (IST)

Durasi Baca: 5 menit

Ikhtisar: Pemkab Kukar mematangkan persiapan Erau 2026 dengan menyiapkan mitigasi cuaca, kualitas udara, kekeringan, listrik, dan pasokan air.

 

Balikpapan TV – Hai Ces! Pesta adat Erau Adat Kutai 2026 semakin dekat. Pemkab Kutai Kartanegara bersama Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura mematangkan berbagai persiapan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar.

Rapat final persiapan digelar di Sekretariat Panitia Erau, Eks Gedung Wanita Tenggarong, Selasa (15/9/2026).

Rapat tersebut dipimpin Bupati Kukar Aulia Rahman Basri dan dihadiri unsur FKPD serta organisasi perangkat daerah terkait.

Persiapan tidak hanya berkutat pada jadwal dan rangkaian acara. Pemkab juga membahas sejumlah kondisi yang berpotensi mengganggu pelaksanaan Erau, terutama di tengah musim kering.

Kutipan Komentar: “Hari ini kita melaksanakan rapat besar terkait persiapan Erau Adat Kutai 2026. Kami pimpin langsung untuk memastikan semua proses berjalan baik dan lancar,” ujar Aulia.

Kualitas Udara Dipantau Lewat ISPU

Salah satu perhatian Pemkab Kukar adalah kualitas udara selama pelaksanaan kegiatan.

Pemantauan dilakukan menggunakan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU). Data tersebut akan menjadi salah satu pertimbangan ketika kegiatan luar ruangan berlangsung.

Apabila kualitas udara berada dalam kondisi kurang baik, kegiatan di luar ruangan dapat disesuaikan dengan kondisi lapangan.

Untuk sementara, berdasarkan data yang tersedia, kegiatan luar ruangan masih memungkinkan dilakukan.

Kutipan Komentar: “Sampai sejauh ini berdasarkan data ISPU, masih memungkinkan untuk kita melaksanakan kegiatan di luar ruangan,” jelasnya.

Langkah tersebut menjadi bagian dari mitigasi agar pelaksanaan acara tetap memperhatikan kondisi lingkungan dan kenyamanan masyarakat.

Baca Juga: Danau Semayang dan Desa Semayang, Menyusuri Kehidupan Warga di Tepian Danau Kukar

Kekeringan Berpotensi Ganggu Listrik dan Air

Musim kering yang melanda Kukar juga menjadi perhatian dalam persiapan Erau.

Kondisi kekeringan disebut dapat memberikan dampak terhadap sejumlah layanan, termasuk pasokan listrik dan air PDAM.

Kutipan Komentar: “Dengan adanya bencana kekeringan ini, listrik dan PDAM juga ikut terganggu,” akui Aulia.

Karena Erau melibatkan banyak rangkaian kegiatan dan masyarakat, gangguan pada layanan dasar berpotensi memengaruhi kelancaran acara.

Karena itu, mitigasi tidak hanya diarahkan pada satu jenis gangguan, tetapi disiapkan dalam beberapa skenario.

Pemkab Siapkan Plan A sampai Plan D

Pemkab Kukar menyatakan telah menyiapkan sejumlah rencana cadangan untuk menghadapi kemungkinan kendala selama Erau.

Bahkan, skenario yang disiapkan tidak berhenti pada satu atau dua alternatif.

Kutipan Komentar: “Kita harus melakukan mitigasi sejak awal. Kita sudah siapkan plan A, plan B, plan C, plan D, bahkan rencana-rencana yang lain,” tegasnya.

Salah satu contoh yang menjadi perhatian adalah kemungkinan listrik padam ketika kegiatan sakral sedang berlangsung.

Dalam kondisi tersebut, panitia diharapkan sudah memiliki langkah cepat sehingga kegiatan tidak terhenti akibat gangguan teknis.

Artinya, kesiapan Erau tidak hanya dinilai dari tersusunnya agenda, tetapi juga kemampuan panitia merespons situasi yang tidak sesuai rencana.

Tamu Pemerintah Pusat Masih Dikomunikasikan

Selain aspek teknis, Pemkab Kukar juga masih mematangkan kehadiran tamu dari pemerintah pusat.

Kementerian Pariwisata disebut telah mengonfirmasi kehadiran. Sementara untuk Menteri Pariwisata, Pemkab masih melakukan komunikasi.

Kutipan Komentar: “Besok kami zoom meeting langsung dengan Ibu Menteri terkait kegiatan ini,” kata Aulia.

Sementara itu, kehadiran dari Kementerian Kebudayaan masih dalam tahap menunggu konfirmasi.

Baca Juga: Karhutla Kukar Capai 1.704 Hektare, Helikopter Water Bombing Sasar 5 Kecamatan

Erau 2026 Digelar 20-28 September

Erau Adat Kutai 2026 dijadwalkan berlangsung pada 20-28 September 2026.

Pemkab Kukar berharap seluruh rangkaian dapat berjalan aman dan lancar dengan dukungan berbagai pihak.

Persiapan mitigasi menjadi penting karena pelaksanaan Erau tahun ini berlangsung di tengah kondisi musim kering yang turut diperhitungkan pemerintah daerah.

Dengan skenario cadangan, pemantauan kualitas udara, serta perhatian terhadap listrik dan pasokan air, panitia berupaya menjaga agar rangkaian adat tetap berjalan tanpa mengurangi penghormatan terhadap marwah adat Kutai.

Poin Penting

Insight Redaksi

Persiapan sebuah pesta adat berskala besar tidak berhenti pada urusan panggung, jadwal, dan rangkaian ritual.

Kondisi lingkungan dan layanan dasar juga ikut menentukan kelancaran kegiatan. Terlebih ketika Erau digelar pada periode musim kering yang berpotensi memengaruhi kualitas udara, air, hingga pasokan listrik.

Rencana cadangan menjadi penting karena gangguan teknis dapat muncul di luar jadwal yang telah disusun. Dengan mitigasi sejak awal, panitia memiliki ruang untuk merespons tanpa mengganggu rangkaian adat yang sedang berlangsung.

Bagi masyarakat yang datang mengikuti Erau, informasi mengenai kondisi cuaca, kualitas udara, serta perkembangan pelaksanaan acara juga menjadi hal yang layak diperhatikan.

Bagikan artikel ini ke bubuhan yang sudah menunggu kemeriahan Erau Adat Kutai 2026.

Ikuti info terbaru seputar Erau, budaya, dan kabar Kukar hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Kapan Erau Adat Kutai 2026 digelar?

Erau Adat Kutai 2026 dijadwalkan berlangsung pada 20-28 September 2026 di Kutai Kartanegara.

2. Apa saja yang disiapkan Pemkab Kukar?

Selain rangkaian acara, Pemkab menyiapkan mitigasi terkait cuaca, kualitas udara, kekeringan, listrik, dan pasokan air.

3. Bagaimana kualitas udara dipantau?

Pemantauan dilakukan menggunakan Indeks Standar Pencemar Udara atau ISPU.

4. Apakah kegiatan luar ruangan tetap bisa dilakukan?

Berdasarkan data ISPU yang disebut dalam sumber, kegiatan luar ruangan masih memungkinkan dilaksanakan.

5. Mengapa kekeringan menjadi perhatian?

Kekeringan disebut dapat berdampak pada pasokan listrik dan air PDAM sehingga perlu dimasukkan dalam skenario mitigasi.

6. Apa yang dimaksud plan A sampai plan D?

Itu merupakan sejumlah skenario cadangan yang disiapkan Pemkab untuk menghadapi berbagai kemungkinan gangguan selama Erau.

Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media "Kaltim Post", dengan judul "Rakor Persiapan Erau, Pemkab Kukar Siapkan Mitigasi Cuaca hingga Gangguan Listrik",oleh penulis Muhhammad Rifqi Hidayatullah. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
Sumber : Kaltim Post
Erau budaya kukar Kutai Kartanegara