Kemarau Panjang dan Kabut Asap, Ribuan Warga Kukar Bersatu Memohon Hujan

Riafandi • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 08:49 WIB
Warga Kukar mengikuti Salat Istisqa dan doa bersama untuk memohon hujan di tengah kemarau panjang (IST)
Warga Kukar mengikuti Salat Istisqa dan doa bersama untuk memohon hujan di tengah kemarau panjang (IST)

Durasi Baca: 6 Menit

Ikhtisar: Ribuan warga Kutai Kartanegara berkumpul dalam salat istisqa dan doa bersama pada Rabu, 2 September 2026.  Pemerintah juga mengimbau masyarakat menggunakan masker saat beraktivitas di luar ruangan karena kualitas udara berada pada kondisi yang perlu diwaspadai.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Ribuan warga Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) berkumpul untuk memanjatkan doa agar hujan segera turun di tengah kemarau panjang yang melanda wilayah tersebut.

Kegiatan digelar Rabu (2/9/2026) pagi dengan melibatkan masyarakat, Aparatur Sipil Negara (ASN), pelajar, TNI-Polri, tokoh agama, hingga unsur pemerintah daerah.

Di Lapangan Upacara Kantor Bupati Kukar, umat Islam melaksanakan Salat Istisqa. Sementara umat beragama lain juga menggelar doa bersama di lokasi masing-masing. Umat Kristiani berkumpul di Taman Tanjong, sedangkan umat Hindu dan Buddha melaksanakan doa di rumah ibadah masing-masing.

Ribuan Warga Memohon Hujan

Salat Istisqa menjadi salah satu bentuk ikhtiar masyarakat dan pemerintah untuk menghadapi kemarau yang berkepanjangan.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri mengatakan, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi seluruh masyarakat untuk bersama-sama memohon agar hujan segera turun di seluruh wilayah Kukar.

“Melaksanakan Salat Istisqa bersama seluruh warga masyarakat Kukar. Harapan kita, dengan melaksanakan salat ini, segera diturunkan hujan di Kukar, di seluruh penjuru Kukar,” kata Aulia.

Menurut Aulia, permohonan hujan tidak hanya dilakukan umat Muslim. Warga dari agama lain juga melakukan doa dengan tujuan yang sama, yakni berharap kemarau segera berakhir dan hujan kembali turun.

“Hari ini, selain umat Muslim, umat agama yang lain juga melakukan doa bersama dengan satu tujuan. Kita berharap hujan segera turun di Kukar akibat dampak dari kemarau panjang yang menyebabkan kekeringan,” ujarnya.

Kegiatan lintas agama tersebut berlangsung di sejumlah lokasi di Tenggarong. Meski dilakukan dengan tata cara ibadah masing-masing, seluruh peserta membawa harapan yang sama agar kondisi kemarau segera berakhir.

Baca Juga: Kebakaran Lahan Gambut di Muara Muntai Kukar Petugas Berperang Melawan Kobaran Api dan Asap

Kemarau Berdampak pada Air dan Pertanian

Kemarau panjang di Kukar tidak hanya membuat kondisi lingkungan menjadi kering. Dampaknya juga mulai dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.

Sejumlah wilayah menghadapi kesulitan memperoleh air bersih. Kondisi tersebut juga berdampak terhadap sektor pertanian karena pasokan air ke sawah tidak berjalan seperti biasanya.

Aulia menyebut kekeringan juga meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Kukar.

“Kita melihat terjadi bencana kebakaran, terjadi kesulitan air bersih di beberapa titik, dan sawah-sawah kita juga tidak teraliri air sebagaimana biasanya atau sebagaimana mestinya,” sambungnya.

Kondisi tersebut membuat hujan menjadi kebutuhan yang semakin mendesak, bukan hanya untuk mengurangi kekeringan, tetapi juga membantu mengendalikan risiko karhutla dan memulihkan pasokan air untuk masyarakat serta lahan pertanian.

Kabut Asap Selimuti Tenggarong

Di tengah pelaksanaan doa bersama, kabut asap juga masih terlihat menyelimuti Tenggarong pada Rabu pagi.

Sejumlah peserta yang mengikuti kegiatan di ruang terbuka terlihat menggunakan masker. Kondisi tersebut menjadi perhatian pemerintah karena kualitas udara di sejumlah wilayah Kukar ikut terdampak asap.

Berdasarkan pemantauan pemerintah, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Kukar berada pada kisaran 100 hingga 150.

Aulia mengatakan angka tersebut masih relatif lebih baik dibandingkan sejumlah kabupaten dan kota lain di Kalimantan Timur. Namun, masyarakat tetap diminta waspada karena angka ISPU telah berada di atas 50.

“Kalau ISPU, sebenarnya di Kukar itu kalau dibanding dengan kabupaten-kabupaten lain di Kaltim, kita lumayan bagus. Di tempat kita, kita masih di angka 100-150,” jelasnya.

Pemerintah meminta masyarakat memperhatikan kondisi udara sebelum melakukan aktivitas di luar rumah.

Warga Diimbau Gunakan Masker

Aulia mengimbau masyarakat menggunakan alat pelindung diri berupa masker ketika beraktivitas di luar ruangan.

Imbauan tersebut disampaikan sebagai langkah perlindungan dari paparan asap yang dapat mengganggu kualitas udara.

“Tetapi karena memang angkanya ini sudah di atas 50, maka kami menyarankan kepada seluruh warga masyarakat untuk menggunakan alat pelindung diri berupa masker ketika berada di luar ruangan,” ujar Aulia.

Pemantauan kualitas udara dilakukan melalui sejumlah peralatan yang terintegrasi dengan sistem pemantauan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN). Beberapa titik pemantauan berada di wilayah Muara Jawa, Senipah, dan Samboja.

Baca Juga: BPBD Kukar Catat 142 Kejadian Karhutla, Sejumlah Wilayah Terbakar Ratusan Hektare

Titik Api di Samboja dan Muara Jawa Ditangani

Selain kualitas udara, pemerintah juga terus melakukan pemantauan terhadap titik api yang berpotensi memperburuk kondisi kabut asap.

Aulia menyebut wilayah Samboja dan Muara Jawa sebelumnya sempat mengalami kemunculan titik api. Pemerintah bersama pihak terkait kemudian melakukan pemadaman.

Laporan terbaru yang diterima pemerintah menyebut titik api di dua wilayah tersebut telah berhasil ditangani.

“Ya, tentunya kita melaksanakan mitigasi. Memang di daerah Samboja, Muara Jawa sempat terjadi titik api, maka kita melakukan pemadaman di sana dan hari ini kami mendapatkan laporan zero titik api di sana,” katanya.

Meski demikian, pemerintah masih melakukan pemantauan. Sebab, kabut asap yang berada di Kukar tidak seluruhnya berasal dari titik api yang ada di wilayah tersebut.

“Dan ini merupakan tetap pemantauan kita karena memang kita mendapatkan limpahan asap dari kabupaten kota lainnya,” pungkasnya.

Doa Lintas Agama Jadi Ikhtiar Bersama

Kegiatan doa bersama di Kukar menunjukkan bahwa persoalan kemarau dan dampaknya dirasakan oleh masyarakat secara luas.

Pemerintah sebelumnya juga telah mengagendakan kegiatan doa bersama berdasarkan agama dan keyakinan masing-masing. Untuk umat Islam, kegiatan dipusatkan di Lapangan Upacara Kantor Bupati Kukar, sementara umat Katolik dan Protestan melaksanakan penyembahan serta doa syafaat di Taman Tanjong. Umat Hindu dan Buddha menjalankan ibadah di rumah ibadah masing-masing.

Bagi masyarakat, hujan diharapkan tidak hanya mengurangi kekeringan, tetapi juga membantu menekan risiko karhutla, memperbaiki kondisi udara, serta mengembalikan pasokan air untuk kebutuhan warga dan pertanian.

Dengan kondisi tersebut, doa bersama menjadi bagian dari rangkaian ikhtiar yang berjalan bersamaan dengan penanganan karhutla, pemantauan kualitas udara, dan upaya perlindungan masyarakat.

Poin Penting

Insight Redaksi

Doa bersama yang dilakukan warga Kukar menjadi gambaran bahwa kemarau panjang telah memberikan dampak yang dirasakan dari berbagai sisi. Persoalannya bukan hanya mengenai belum turunnya hujan, tetapi juga menyangkut ketersediaan air, pertanian, potensi karhutla, serta kualitas udara.

Di sisi lain, ikhtiar spiritual tersebut tetap berjalan beriringan dengan langkah mitigasi. Pemadaman titik api, pemantauan kualitas udara, penggunaan masker, dan kewaspadaan masyarakat menjadi bagian penting selama kondisi kemarau dan kabut asap masih berlangsung.

FAQ

1. Mengapa warga Kukar menggelar Salat Istisqa dan doa bersama?

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai ikhtiar untuk memohon agar hujan segera turun setelah kemarau panjang berdampak pada kekeringan dan kondisi lingkungan.

2. Kapan kegiatan doa bersama digelar?

Salat Istisqa dan doa bersama digelar pada Rabu, 2 September 2026.

3. Siapa saja yang mengikuti kegiatan tersebut?

Kegiatan diikuti masyarakat, ASN, pelajar, TNI-Polri, tokoh agama, serta unsur pemerintah daerah. Umat dari berbagai agama juga melakukan doa di lokasi masing-masing.

4. Apa dampak kemarau panjang di Kukar?

Dampaknya antara lain kekeringan, kesulitan air bersih, berkurangnya pasokan air ke sawah, serta meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan.

5. Berapa angka ISPU di Kukar?

Berdasarkan keterangan pemerintah daerah, ISPU di Kukar berada pada kisaran 100 hingga 150.

Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media "Kaltim Post", dengan judul "Ribuan Warga Kukar Gelar Doa Bersama, Mohon Hujan Akhiri Kemarau dan Kabut Asap",oleh penulis Muhhammad Rifqi Hidayatullah. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Redaksi BTV
Sumber : Kaltim Post
Kabut Asap tenggarong kemarau kukar Kutai Kartanegara