Jalan Muara Muntai Dipindah Usai Longsor, Dua Warga Wakafkan Lahan untuk Jalur Baru

Ahla Najwa • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 12:59 WIB
Jalur alternatif Muara Muntai yang dibangun pemerintah kecamatan bersama perusahaan kini dapat dilalui kendaraan. (DOK. IST/KP)
Jalur alternatif Muara Muntai yang dibangun pemerintah kecamatan bersama perusahaan kini dapat dilalui kendaraan. (DOK. IST/KP)

Durasi Baca: 6 menit

Ikhtisar: Pemkab Kukar mengalihkan jalan longsor Muara Muntai ke jalur baru, memanfaatkan lahan warga dan mengejar pengerjaan sebelum awal Oktober 2026.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Pemkab Kutai Kartanegara mengalihkan jalan longsor di Muara Muntai ke trase baru karena badan jalan lama dinilai tidak memungkinkan dipulihkan.

Keputusan ini bukan sekadar memindahkan ruas jalan. Ada waktu pengerjaan, kondisi tanah rawa, akses logistik, hingga layanan darurat yang ikut dipertaruhkan.

Mengapa jalan lama tidak dipilih kembali?

Longsor di Dusun Oloy, Desa Kayu Batu, Muara Muntai, terjadi pada Selasa (25/8/2026) dini hari. Ruas tersebut menjadi akses penting bagi mobilitas masyarakat.

Bupati Kukar Aulia Rahman Basri menilai badan jalan yang ambruk sudah sulit dipertahankan. Bentuk longsoran membuat pemulihan pada titik lama dinilai kurang memungkinkan.

“Yang ambruk itu sudah tidak bisa diapa-apain lagi. Jadi pilihan paling memungkinkan bikin jalur baru,” ujar Aulia.

Karena itu, pemerintah memilih menggeser trase ke belakang titik longsor. Jalur baru direncanakan mengikuti area yang saat ini digunakan sebagai akses sementara.

Baca Juga: Demi Akses Warga, Tanah Wakaf Disiapkan untuk Relokasi Jalan Muara Muntai

Dua warga siapkan tanah untuk jalur pengganti

Rencana tersebut mendapat dukungan dari dua pemilik lahan yang berada di belakang lokasi longsor. Keduanya disebut bersedia mewakafkan tanah untuk kepentingan pembangunan jalan.

“Kita sudah bicara dengan pemilik tanah di belakang titik longsor. Beliau siap mewakafkan tanahnya untuk jalan. Jadi kita akan belok ke belakang,” ujar Aulia, Rabu (26/8/2026).

Panjang jalur baru diperkirakan sekitar 100 meter. Pemkab Kukar masih menghitung kebutuhan teknis sebelum menentukan bentuk konstruksi yang paling sesuai.

Pilihan penanganannya belum final, apakah menggunakan timbunan atau konstruksi jembatan. Keputusan tersebut bergantung pada perhitungan teknis kondisi tanah.

Kenapa pemerintah mengejar pengerjaan sebelum Oktober?

Lokasi pembangunan berada pada kawasan rawa yang memiliki karakteristik tanah berbeda dari jalan biasa. Kondisi kemarau saat ini membuat permukaan tanah relatif keras dan lebih memungkinkan dikerjakan.

Pemerintah memanfaatkan kondisi tersebut untuk mempercepat pembangunan badan jalan. Targetnya, bagian utama jalur baru sudah selesai sebelum memasuki Oktober.

Target waktu itu menjadi penting karena prakiraan iklim BMKG menunjukkan perubahan kondisi hujan di sejumlah wilayah Kalimantan Timur pada periode berikutnya.

Dengan begitu, pekerjaan yang terlambat berpotensi menghadapi kondisi lapangan berbeda. Pemkab Kukar kini harus mempertemukan kebutuhan teknis, anggaran, dan waktu pengerjaan.

Bagaimana akses warga sementara ini dipertahankan?

Sebelum jalur permanen selesai, pemerintah bersama PT JMS membuka akses darurat di sekitar lokasi longsor. Alat berat digunakan untuk memperkuat jalur sementara.

Material batu juga dihamparkan agar kendaraan dapat kembali melintas. Penanganan tersebut membuat akses yang sebelumnya terganggu kembali digunakan masyarakat.

Akses sementara bukan berarti persoalan sudah selesai. Pemkab tetap memprioritaskan jalur yang dapat dilewati kendaraan roda empat.

Kebutuhan itu berkaitan langsung dengan distribusi barang dan layanan darurat. Ambulans, misalnya, membutuhkan jalur yang dapat dilalui ketika warga memerlukan pertolongan medis.

Empat langkah disiapkan Pemkab Kukar

Pemkab Kukar merumuskan beberapa tahapan agar penanganan tidak berhenti pada pembukaan akses darurat. Tahap awal diarahkan menjaga mobilitas masyarakat tetap berjalan.

Langkah berikutnya mencakup pemasangan rambu peringatan dan penerangan di sekitar lokasi. Dua fasilitas tersebut penting karena kondisi jalan sebelumnya mengalami kerusakan serius.

Tahap terakhir adalah penanganan permanen. Pemkab berkoordinasi dengan Dinas PU, bidang Bina Marga, serta bagian keuangan untuk menghitung kebutuhan pekerjaan.

Dari sisi pembiayaan, dana Belanja Tidak Terduga atau BTT dapat digunakan apabila kawasan tersebut telah ditetapkan sebagai lokasi bencana.

Apa dampaknya bagi warga Muara Muntai?

Jalan di kawasan Oloy memiliki fungsi strategis bagi pergerakan masyarakat Muara Muntai dan wilayah sekitarnya. Ketika akses terputus, distribusi kebutuhan sehari-hari ikut menghadapi hambatan.

Gangguan tersebut juga menyentuh layanan yang tidak bisa menunggu. Mobil ambulans dan kendaraan pengangkut kebutuhan penting membutuhkan akses yang aman dan memadai.

Karena itu, pembangunan jalur baru bukan hanya pekerjaan infrastruktur. Keberadaan jalan berkaitan dengan kesinambungan aktivitas masyarakat di kawasan yang akses jalannya terbatas.

Nilai penting lainnya muncul dari kesediaan warga menyediakan lahan melalui wakaf. Pemerintah memperoleh ruang untuk mencari solusi tanpa kembali mempertahankan titik jalan yang sudah ambruk.

Baca Juga: Respon Aksi Demo HMI Kukar Manajemen Bankaltimtara Komitmen Buka Transparansi

Poin Penting

Insight Redaksi

Pemindahan trase menunjukkan pemerintah memilih mengurangi risiko daripada memaksakan pemulihan titik lama. Wakaf warga juga menjadi modal sosial penting. Nah, bagian ini menarik: solusi jalan ternyata bukan hanya soal anggaran, tetapi juga keberanian mengubah lokasi pembangunan saat kondisi tanah sudah bermasalah.

Pengerjaan sebaiknya memprioritaskan struktur yang mampu menghadapi karakter tanah rawa, bukan sekadar mengejar badan jalan cepat terbentuk.

Bagikan info ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham kondisi akses Muara Muntai.

Perubahan jalur ini patut dipantau karena akses warga, distribusi logistik, dan layanan darurat bergantung pada hasil pekerjaan tersebut. Selalu update info hanya di Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Di mana lokasi jalan yang mengalami longsor?

Lokasinya berada di kawasan Oloy, Desa Kayu Batu, Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara.

2. Mengapa jalan tidak dibangun kembali pada titik lama?

Pemkab Kukar menilai badan jalan yang ambruk sudah tidak memungkinkan dipulihkan sehingga trase dialihkan ke belakang lokasi.

3. Berapa panjang jalur baru yang disiapkan?

Jalur baru diperkirakan memiliki panjang sekitar 100 meter.

4. Siapa yang membantu penanganan sementara?

PT JMS membantu pemerintah dengan mengerahkan alat berat dan menghamparkan material batu pada akses darurat.

5. Kapan jalur baru ditargetkan selesai?

Pemkab Kukar menargetkan badan jalan baru selesai sebelum Oktober 2026.

6. Dari mana anggaran penanganan dapat berasal?

Pemkab Kukar menyebut dana Belanja Tidak Terduga atau BTT dapat digunakan setelah lokasi ditetapkan sebagai kawasan bencana.

Sumber Informasi

Media Kaltim Post, “Jalan utama Muara Muntai yang putus akibat longsor tidak akan diperbaiki di titik lama”. Informasi diperbarui dengan riset, konteks lokal, dan angle editorial Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Support
Jalan Longsor Aulia Rahman Basri Muara Muntai Kutai Kartanegara