Durasi Baca: 5 menit
Ikhtisar: Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melanda kawasan lahan gambut di Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Tim gabungan yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri, serta relawan harus bekerja ekstra keras memadamkan kobaran api di tengah medan lahan gambut yang sulit dijangkau.
Balikpapan TV - Hai Ces! Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali menjadi ancaman serius di wilayah Kutai Kartanegara (Kukar) memasuki musim kemarau. Musibah Karhutla dilaporkan melanda kawasan lahan gambut di wilayah Kecamatan Muara Muntai, membuat tim gabungan dari berbagai unsur harus berjibaku di lapangan demi melokalisasi pergerakan api agar tidak makin meluas.
Karakteristik tanah gambut yang kering dan menyimpan bara di bawah permukaan tanah menjadi tantangan terberat para petugas pemadam kebakaran di lokasi kejadian.
Mengapa Pemadaman Lahan Gambut di Muara Muntai Sangat Sulit?
Kebakaran di atas lahan gambut memiliki tingkat kesulitan jauh lebih tinggi dibanding lahan tanah mineral biasa. Meskipun permukaan atas tampak padam, bara api kerap masih menyala aktif di kedalaman tanah gambut yang kaya akan bahan organik kering.
Angin kencang dan cuaca terik di kawasan Muara Muntai dengan cepat memicu munculnya titik api baru (titik panas/hotspot) secara mendadak di area sekitar.
Selain itu, jarak tempuh ke titik lokasi kebakaran yang berada di dalam kawasan pelosok memaksa tim pemadam membawa peralatan dengan penuh perjuangan melintasi medan yang curam dan berlumpur.
Baca Juga: Antrean Biosolar Bontang Diperketat Ambil Kupon di Dishub Mulai 1 September
Bagaimana Sinergi Tim Gabungan di Lapangan?
Guna mengatasi ancaman kobaran api yang terus meluas, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kukar langsung mengerahkan personel ke lokasi kejadian bersama dengan pihak Kepolisian, TNI, instansi kecamatan, serta Masyarakat Peduli Api (MPA) setempat.
Penyemprotan air secara masif (dousing) dilakukan secara intensif dengan memanfaat sumber air terdekat seperti alur sungai maupun kanal-kanal kecil di sekitar lokasi gambut.
Teknik pembuatan sekat bakar (firebreak) juga diterapkan oleh tim gabungan untuk memutus alur rantai bahan bakar semak belukar yang berpotensi meluaskan arah kobaran api.
Dampak Asap dan Potensi Bahaya Karhutla Bagi Masyarakat
Selain merusak ekosistem keanekaragaman hayati setempat, Karhutla di Muara Muntai berpotensi memicu timbulnya kabut asap pekat yang mengganggu kualitas udara serta kesehatan saluran pernapasan warga sekitar.
Jarak pandang yang terbatas akibat kepulan asap tebal juga dinilai berisiko mengganggu jalur transportasi darat maupun alur pelayaran sungai di wilayah Kutai Kartanegara.
Oleh karena itu, upaya pembasahan total (stamping out) terus dikejar oleh tim lapangan agar api benar-benar mati hingga ke lapisan gambut bagian dalam.
Imbauan Tegas Mencegah Pembukaan Lahan dengan Cara Membakar
Pemerintah Kabupaten Kukar bersama aparat kepolisian kembali menyuarakan imbauan keras kepada seluruh lapisan masyarakat dan pemilik lahan agar tidak melakukan pembukaan atau pembersihan lahan (land clearing) dengan cara membakar.
Dalam kondisi cuaca kering ekstrem, percikan api sekecil apa pun di atas tanah gambut dapat dengan cepat membesar dan menjadi bencana Karhutla yang sulit dikendalikan.
Masyarakat yang melihat munculnya titik asap atau api diimbau untuk segera melaporkan ke posko BPBD terdekat agar bisa langsung ditangani secara dini.
Baca Juga: 4 Sentuhan French Country yang Membuat Rumah Terasa Romantis dan Menenangkan
Poin Penting
-
Karhutla melanda kawasan lahan gambut di Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara.
-
Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan relawan MPA diterjunkan langsung memadamkan api di medan yang sulit.
-
Tantangan utama pemadaman adalah karakteristik tanah gambut yang menyimpan bara api di bawah permukaan.
-
Petugas mengimbau warga untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar guna mencegah bencana kabut asap.
Insight Redaksi
Musibah Karhutla di lahan gambut ini memang menguji ketabahan para petugas pemadam di lapangan, Ces! Pemadaman lahan gambut itu tidak cukup cuma menyiram bagian atasnya saja, tapi air harus disemprot sampai meresap dalam ke tanah biar baranya benar-benar padam. Salut buat kerja keras tim gabungan di Muara Muntai. Mari kita dukung mereka dengan cara tidak membakar sampah atau lahan sembarangan saat cuaca terik!
Mari cegah Karhutla dan lindungi lingkungan serta udara bersih di Kalimantan Timur!
Bantu bagikan informasi ini ke kerabat atau kawalan ikam di Kukar biar makin waspada terhadap bahaya kebakaran lahan!
Biar tetap tahu update info bencana, lingkungan, dan berita Kaltim terupdate, pantau terus beritanya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Di mana lokasi kebakaran lahan gambut (Karhutla) terjadi di Kukar?
Kebakaran terjadi di kawasan lahan gambut yang berlokasi di wilayah Kecamatan Muara Muntai, Kabupaten Kutai Kartanegara.
2. Siapa saja yang terlibat dalam pemadaman Karhutla di Muara Muntai?
Tim gabungan terdiri dari personel BPBD Kukar, TNI, Polri, aparat kecamatan, hingga kelompok Masyarakat Peduli Api (MPA).
3. Mengapa kebakaran di lahan gambut lebih sulit dipadamkan dibanding tanah biasa?
Karena api dapat menyusup dan menyala sebagai bara di bawah lapisan tanah gambut yang tebal, sehingga membutuhkan pembasahan dalam jumlah air yang sangat besar.
4. Apa saja teknik yang digunakan petugas untuk menghentikan penyebaran api?
Petugas menggunakan teknik penyemprotan air intensif hingga meresap ke dalam gambut serta membuat sekat pembatas api untuk memutus rantai bahan bakar.
5. Apa imbauan pemerintah terkait pencegahan Karhutla saat musim kemarau?
Masyarakat dilarang keras membuka lahan pertanian atau perkebunan dengan cara membakar serta diminta segera melapor jika melihat titik asap.
Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media "Kaltim Post", dengan judul "Karhutla Melanda Muara Muntai Kukar, Tim Gabungan Berjibaku Padamkan Api di Lahan Gambut",oleh penulis Romdani. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.
Editor : Arya Kusuma
Sumber : Kaltim Post