Kaltim Dorong Peternak Siapkan Pakan Awetan agar Tak Kelimpungan Saat Kemarau

istikhomah • Dipublikasikan Senin, 10 Agustus 2026 | 15:57 WIB
Peternak menyiapkan pakan awetan dan memanfaatkan bahan pertanian sebagai cadangan pakan ternak di Kalimantan Timur.
Peternak menyiapkan pakan awetan dan memanfaatkan bahan pertanian sebagai cadangan pakan ternak di Kalimantan Timur.
Durasi Baca: 5 menit

Ikhtisar: Kaltim mendorong pakan awetan untuk menjaga ketersediaan pakan dan menekan biaya produksi peternak.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kalimantan Timur membina peternak membuat pakan awetan sebagai cadangan menghadapi potensi kekurangan pakan saat kemarau.

Langkah ini sekaligus membuka peluang pemanfaatan rumput berlebih dan limbah pertanian agar tidak terbuang percuma. Strateginya menarik karena berkaitan langsung dengan biaya produksi peternakan.

Baca Juga: 11 Pelaku dan 12 Motor Diamankan, Balap Liar Poros Tenggarong-Samarinda Ditertibkan

Mengapa pakan awetan penting bagi peternak Kaltim?

Bagi peternak, ketersediaan pakan bukan sekadar urusan memberi makan ternak setiap hari. Ketika kemarau panjang datang, berkurangnya rumput segar dapat meningkatkan kebutuhan biaya dan menyulitkan pengelolaan usaha.

Kepala DPKH Kaltim Arief Murdiyatno menjelaskan, peternak didorong membuat beberapa jenis pakan awetan, seperti silase, hay, dan fermentasi jerami.

Pakan tersebut disiapkan sebagai cadangan ketika pasokan hijauan segar menurun. Artinya, peternak memiliki persediaan yang dapat digunakan ketika kondisi lapangan mulai tidak mendukung.

Manfaatnya juga tidak terbatas pada musim kemarau. Arief menyebut pakan awetan dapat digunakan ketika peternak sedang sakit atau bepergian, sekaligus menjadi solusi untuk memanfaatkan rumput berlebih sebelum membusuk.

"Pakan awetan ini tidak hanya berguna saat kemarau, tetapi juga berfungsi sebagai cadangan ketika peternak sedang sakit atau bepergian, sekaligus memanfaatkan surplus rumput segar agar tidak membusuk," kata Arief.

Biaya pakan menjadi tantangan utama peternakan

Persoalan pakan berkaitan erat dengan kemampuan peternak mempertahankan efisiensi usaha. DPKH Kaltim mencatat biaya pakan dapat menyumbang sekitar 60 hingga 70 persen dari total biaya produksi ternak.

Karena porsinya besar, pengelolaan pakan menjadi salah satu titik penting untuk menjaga kemandirian ekonomi peternak. Pengawetan hijauan dapat membantu menyediakan cadangan sekaligus mengurangi potensi pemborosan bahan pakan.

Pendekatan tersebut juga mendorong peternak melihat bahan yang tersedia di sekitar sebagai sumber pakan. DPKH Kaltim mengarahkan pemanfaatan biomassa dan limbah pertanian, termasuk sisa panen jagung serta padi.

Bahan-bahan tersebut dapat dikombinasikan menjadi pakan awetan dengan kandungan gizi yang disesuaikan kebutuhan ternak.

Limbah pertanian dan pelepah sawit ikut dimanfaatkan

Potensi bahan pakan di Kaltim tidak hanya berasal dari rumput. Sisa hasil pertanian dan perkebunan juga dapat dimanfaatkan setelah melalui proses pengolahan yang sesuai.

Salah satunya adalah pelepah kelapa sawit. Peternak diberikan edukasi untuk mencacah pelepah menggunakan mesin chopper dan shredder agar bagian lidi dapat dihancurkan dengan baik.

Pengolahan tersebut ditujukan agar bahan lebih aman untuk dikonsumsi ternak. Dengan pemanfaatan biomassa, bahan yang sebelumnya berpotensi menjadi limbah dapat diarahkan menjadi bagian dari sumber pakan.

Namun, kualitas tetap menjadi perhatian. DPKH Kaltim mengerahkan 25 petugas Pengawas Mutu Pakan yang disebar di 10 kabupaten dan kota untuk membantu memastikan kualitas pakan alternatif tetap terjaga.

Baca Juga: 11 Pelaku dan 12 Motor Diamankan, Balap Liar Poros Tenggarong-Samarinda Ditertibkan

Peternakan skala besar diarahkan memakai sistem bunker

Untuk peternakan berskala besar, DPKH Kaltim juga mengarahkan penggunaan sistem bunker sebagai tempat penyimpanan pakan fermentasi.

Penyimpanan tersebut dipadukan dengan penggunaan probiotik EM4 dalam proses fermentasi. Menurut Arief, proses tersebut dapat menghasilkan pakan dengan aroma yang harum.

Konsep penyimpanan pakan secara terencana menjadi penting karena cadangan tidak akan banyak membantu apabila kualitasnya menurun sebelum digunakan.

Dengan persediaan yang dikelola sejak awal, peternak dapat memiliki pilihan ketika hijauan segar sulit diperoleh. Ini membuat pengelolaan pakan tidak hanya bersifat reaktif saat kemarau datang.

Pabrik pakan Kota Bangun memperkuat strategi jangka panjang

Selain mendorong pakan awetan di tingkat peternak, pemerintah daerah juga menyiapkan dukungan dari sisi produksi pakan.

Rumah Produksi Bersama (RPB) Pakan Ternak di Desa Loleng, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara, resmi diresmikan Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud pada 3 Juli 2026.

Fasilitas tersebut dibangun melalui APBD Kaltim dengan total anggaran Rp8,3 miliar dan memiliki kapasitas produksi hingga 200 ton per bulan. Saat peresmian, produksinya masih sekitar 20 ton per bulan.

Pemerintah Provinsi Kaltim menargetkan fasilitas tersebut tidak hanya melayani kebutuhan Kukar, tetapi juga dapat memasok wilayah lain di Kaltim. Mesin yang tersedia juga diarahkan untuk memproduksi pakan ternak dan pakan ikan secara bergantian.

Kehadiran fasilitas itu melengkapi strategi penguatan pakan dari dua sisi. Peternak didorong mengawetkan sumber pakan yang tersedia, sementara pemerintah membangun kapasitas produksi pakan dalam skala yang lebih besar.

Tips memahami strategi pakan awetan

Peternak dapat memperhatikan beberapa hal penting dari langkah DPKH Kaltim:

Poin Penting

Insight Redaksi

Kemandirian pakan menentukan seberapa kuat peternak menghadapi perubahan musim dan biaya produksi. Kaltim sudah mulai membangun ekosistem dari tingkat peternak sampai fasilitas produksi. Kada cukup hanya punya ternak; cadangan pakannya harus ikut dihitung.

Peternak dapat mulai mencatat kebutuhan pakan harian dan menyiapkan cadangan sejak hijauan masih melimpah, supaya biaya tidak melonjak saat kemarau.

Bagikan informasi ini ke kawalan ikam agar makin banyak peternak memahami pentingnya menyiapkan pakan sebelum pasokan mulai sulit.

Musim kemarau bukan cuma soal kurangnya rumput, tetapi soal kesiapan usaha menghadapi perubahan. Update info pertanian dan peternakan hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa itu pakan awetan?

Pakan awetan merupakan bahan pakan yang diproses dan disimpan agar dapat digunakan sebagai cadangan ketika hijauan segar terbatas.

2. Apa saja jenis pakan awetan yang didorong DPKH Kaltim?

DPKH Kaltim mendorong pembuatan silase, hay, dan fermentasi jerami sebagai beberapa bentuk pakan awetan.

3. Mengapa biaya pakan menjadi perhatian peternak?

Karena biaya pakan disebut menyumbang sekitar 60–70 persen dari total biaya produksi ternak.

4. Apakah limbah pertanian dapat dimanfaatkan sebagai pakan?

Bahan seperti sisa panen jagung dan padi dapat dimanfaatkan sebagai bahan pakan setelah melalui pengolahan yang sesuai.

5. Di mana fasilitas produksi pakan Kaltim yang baru?

Rumah Produksi Bersama Pakan Ternak berada di Desa Loleng, Kecamatan Kota Bangun, Kabupaten Kutai Kartanegara. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas hingga 200 ton per bulan.

Sumber Informasi: Media Antara Kaltim, dengan judul "Kaltim bina peternak produksi pakan awetan hadapi musim kemarau". Di-update kembali dengan angle dan style Balikpapantv.id. Konteks mengenai Rumah Produksi Bersama Pakan Ternak di Kota Bangun diverifikasi melalui informasi resmi Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
Peternakan kaltim musim kemarau DPKH Kaltim pakan ternak