Durasi Baca: 6 Menit
Pencarian nelayan hilang di Sungai Mahakam berakhir setelah korban ditemukan meninggal dunia.
Ikhtisar: Tim SAR gabungan menemukan nelayan yang dilaporkan hilang di Sungai Mahakam setelah dua hari pencarian. Operasi melibatkan berbagai instansi dan masyarakat hingga korban berhasil dievakuasi untuk diserahkan kepada keluarga.
Balikpapan TV - Hai Ces! Operasi pencarian seorang nelayan yang hilang saat mencari ikan di Sungai Mahakam akhirnya membuahkan hasil. Tim SAR gabungan menemukan Achdar Has (64) dalam kondisi meninggal dunia di perairan Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, Kutai Kartanegara, Selasa (4/8/2026), setelah dua hari penyisiran intensif di sepanjang aliran sungai.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bahwa aktivitas mencari nafkah di Sungai Mahakam memiliki risiko tinggi, terutama bagi nelayan tradisional yang setiap hari berhadapan dengan arus sungai dan perubahan kondisi perairan. Baca sampai tuntas, Ces!
Mengapa proses pencarian berlangsung hingga dua hari?
Bagi keluarga korban, setiap jam selama proses pencarian menjadi penantian yang penuh harap. Namun di lapangan, tim penyelamat harus menghadapi luasnya wilayah pencarian dan karakter Sungai Mahakam yang memiliki arus cukup kuat.
Achdar Has diketahui sehari-hari bekerja sebagai nelayan merawai ikan. Aktivitasnya dilakukan di sepanjang Sungai Mahakam, mulai kawasan Pongkor hingga Desa Jembayan RT 19, Kecamatan Loa Kulu.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kutai Kartanegara, Fida Hurasani, menjelaskan korban akhirnya ditemukan sekitar 3,5 kilometer dari lokasi awal yang diduga menjadi titik korban tenggelam.
"Korban ditemukan pada atau sekitar 3,5 kilometer ke arah hilir dari lokasi awal diduga tenggelam. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah korban langsung dibawa menggunakan ambulans menuju rumah duka untuk diserahkan kepada pihak keluarga," kata Fida Hurasani.
Jarak temuan tersebut menunjukkan bagaimana arus Sungai Mahakam dapat membawa korban cukup jauh dari titik awal kejadian. Kondisi seperti ini juga kerap menjadi tantangan dalam operasi pencarian di kawasan perairan Kutai Kartanegara. Operasi serupa sebelumnya juga menunjukkan korban dapat ditemukan ratusan meter hingga beberapa kilometer dari lokasi awal akibat pengaruh arus sungai.
Bagaimana kronologi nelayan dilaporkan hilang?
Peristiwa bermula pada Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 06.30 Wita.
Saat itu seorang saksi mengantar kru kapal menuju wilayah Harapan Baru melalui jalur Sungai Mahakam. Setelah menyelesaikan aktivitas tersebut, saksi kembali melintasi lokasi sekitar pukul 08.00 Wita.
Di tengah perjalanan pulang, saksi melihat perahu milik Achdar Has mengapung tanpa seorang pun berada di atasnya.
Temuan itu langsung memunculkan kecurigaan. Saksi kemudian mendekati perahu dan memastikan tidak ada korban di sekitar lokasi.
Informasi tersebut segera disampaikan kepada warga sekitar. Selanjutnya masyarakat menghubungi anak korban untuk memastikan keberadaan Achdar Has.
Pihak keluarga mengonfirmasi bahwa korban belum kembali sejak berangkat mencari ikan pada pagi hari.
Karena perahu ditemukan di jalur yang biasa digunakan korban merawai ikan, tim gabungan menduga korban terjatuh ke Sungai Mahakam sebelum akhirnya tenggelam.
Siapa saja yang terlibat dalam operasi pencarian?
Setelah laporan diterima, operasi SAR langsung digelar dengan melibatkan berbagai unsur.
Tim gabungan terdiri atas Disdamkarmatan Kutai Kartanegara, Satpolairud Polres Kutai Kartanegara, Polsek Loa Kulu, relawan, serta masyarakat setempat.
Seluruh personel membagi sektor pencarian di sepanjang aliran Sungai Mahakam dengan fokus utama di sekitar lokasi ditemukannya perahu korban.
Pola pencarian semacam ini lazim diterapkan dalam operasi SAR di wilayah perairan Kutai Kartanegara. Tim biasanya membagi area penyisiran berdasarkan arah arus sungai agar peluang menemukan korban lebih besar.
Setelah korban ditemukan, proses evakuasi dilakukan menggunakan ambulans menuju rumah duka.
Jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
Dengan ditemukannya korban, seluruh unsur yang terlibat melaksanakan evaluasi singkat sebelum operasi SAR resmi dinyatakan selesai.
Baca Juga: SMA 3 Tenggarong Juarai Duta Pelajar, Inovasi Perlindungan Hak Anak Jadi Sorotan
Apa pelajaran dari peristiwa ini bagi nelayan Sungai Mahakam?
Sungai Mahakam menjadi sumber penghidupan bagi ribuan nelayan tradisional di Kalimantan Timur. Namun, aktivitas di sungai tersebut juga memiliki tingkat risiko yang tinggi.
Perubahan arus, cuaca yang cepat berubah, hingga bekerja seorang diri menjadi beberapa faktor yang dapat meningkatkan potensi kecelakaan di perairan.
Sejumlah operasi SAR di wilayah Kutai Kartanegara sepanjang 2025 hingga 2026 memperlihatkan bahwa sebagian besar pencarian korban tenggelam memerlukan koordinasi lintas instansi agar proses evakuasi berjalan lebih efektif.
Karena itu, penggunaan alat keselamatan seperti pelampung, pemberitahuan lokasi bekerja kepada keluarga, serta komunikasi dengan sesama nelayan menjadi langkah sederhana yang dapat membantu memperkecil risiko ketika beraktivitas di sungai.
Poin Penting
- Nelayan Achdar Has (64) ditemukan meninggal dunia setelah dua hari pencarian di Sungai Mahakam.
- Korban ditemukan sekitar 3,5 kilometer ke arah hilir dari titik awal diduga tenggelam di Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu.
- Operasi pencarian melibatkan Disdamkarmatan Kutai Kartanegara, Satpolairud Polres Kutai Kartanegara, Polsek Loa Kulu, relawan, dan warga.
- Perahu korban ditemukan lebih dahulu dalam kondisi terapung tanpa awak pada Minggu (2/8/2026).
- Setelah jenazah berhasil dievakuasi dan diserahkan kepada keluarga, operasi SAR gabungan resmi dinyatakan selesai.
Insight Redaksi
Musibah di Sungai Mahakam kembali memperlihatkan pentingnya budaya keselamatan bagi nelayan tradisional. Banyak nelayan masih bekerja seorang diri dengan perlengkapan keselamatan yang terbatas. Kondisi sungai yang tampak tenang dapat berubah sewaktu-waktu karena arus dan aktivitas pelayaran. Kada cukup hanya mengandalkan pengalaman di lapangan. Perlengkapan keselamatan dan komunikasi rutin dengan keluarga perlu menjadi kebiasaan setiap kali melaut agar proses pencarian lebih cepat apabila terjadi keadaan darurat.
Bagikan jua informasi ini ke bubuhan ikam supaya semakin banyak masyarakat memahami pentingnya keselamatan saat beraktivitas di perairan.
Jangan lewatkan kabar terkini Kalimantan Timur hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Siapa korban yang ditemukan di Sungai Mahakam?
Korban bernama Achdar Has (64), seorang nelayan yang sehari-hari mencari ikan di kawasan Sungai Mahakam.
2. Di mana korban ditemukan?
Korban ditemukan di Perairan RT 19 Desa Jembayan, Kecamatan Loa Kulu, sekitar 3,5 kilometer dari lokasi awal yang diduga menjadi titik tenggelam.
3. Kapan korban ditemukan?
Korban ditemukan pada Selasa, 4 Agustus 2026, setelah dua hari operasi pencarian.
4. Siapa saja yang terlibat dalam operasi SAR?
Operasi melibatkan Disdamkarmatan Kutai Kartanegara, Satpolairud Polres Kutai Kartanegara, Polsek Loa Kulu, relawan, dan masyarakat setempat.
5. Mengapa operasi pencarian dihentikan?
Operasi SAR resmi ditutup setelah korban berhasil ditemukan, dievakuasi, dan diserahkan kepada pihak keluarga.
Sumber Informasi
Sumber Informasi: Media Kaltim Post, dengan judul "Nelayan Loa Kulu yang Tenggelam Ditemukan setelah 2 Hari Pencarian", oleh penulis Muhhammad Rifqi Hidayatullah. Artikel diperbarui dengan penambahan konteks mengenai operasi pencarian dan keselamatan di perairan berdasarkan informasi resmi serta disusun ulang secara orisinal dengan gaya jurnalistik Balikpapantv.id.