Durasi Baca: 5 Menit
Topik: Pemilihan Duta Pelajar Dorong Inovasi Perlindungan Hukum di Sekolah Kalimantan Timur
Ikhtisar: Kompetisi Duta Pelajar tingkat kabupaten melahirkan berbagai gagasan inovatif yang berfokus pada perlindungan hak anak, pencegahan perundungan, dan literasi hukum di lingkungan sekolah.
Balikpapan TV - Hai Ces! Kabupaten Kutai Kartanegara kembali menorehkan prestasi melalui ajang pemilihan Duta Pelajar tingkat kabupaten/kota di Kalimantan Timur. Kompetisi yang digelar hasil kolaborasi Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan itu menghasilkan sederet inovasi pelajar yang menawarkan solusi terhadap berbagai persoalan hukum di lingkungan sekolah.
Bukan sekadar lomba karya tulis. Ajang ini menjadi ruang bagi pelajar untuk membuktikan bahwa ide kreatif juga bisa berkontribusi membangun lingkungan pendidikan yang aman. Simak sampai tuntas, Ces!
Mengapa Inovasi Pelajar Menjadi Sorotan dalam Ajang Ini?
Tim dari SMA Negeri 3 Tenggarong berhasil meraih peringkat pertama berkat gagasan mengenai perlindungan hak anak melalui platform digital berbasis website interaktif.
Pasangan Andi Wardy Dwi Apriliansyah dan Kiara Aulia mengembangkan konsep BASKARA-CAKRA, sebuah media yang dirancang untuk memperluas akses informasi, konsultasi, hingga respons terhadap persoalan yang berkaitan dengan hak anak di sekolah.
Gagasan tersebut dinilai menawarkan pendekatan yang relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan saat ini, ketika pemanfaatan teknologi semakin dekat dengan kehidupan peserta didik.
Selain inovatif, konsep itu juga menempatkan sekolah sebagai ruang yang mendukung perlindungan peserta didik melalui layanan yang lebih mudah diakses.
Baca Juga: Sengketa Sawit di Samboja Memanas, Petani Plasma Pertanyakan Potongan Hingga Rp7 Miliar
Bagaimana Persaingan Antar Peserta Berlangsung?
Dominasi SMA Negeri 3 Tenggarong juga terlihat pada posisi kedua.
I Putu Krsna Narendra bersama Marsya Nazhimah menghadirkan ide sistem deteksi dini perundungan berbasis Triple Sensor IoT tanpa penggunaan kamera. Pendekatan tersebut menawarkan alternatif pengawasan di area privat sekolah dengan tetap memperhatikan aspek kenyamanan.
Sementara posisi ketiga diraih pasangan Aji Doffa Ghayth Subhi Al-Uzhma dan Mayra Ceyssa Lovely dari SMA Negeri 2 Tenggarong.
Keduanya mengangkat konsep Cyberguard (Cyber Guidance and Response Against Digital Deviance) yang difokuskan sebagai solusi menghadapi berbagai bentuk kenakalan remaja di ruang digital.
Ketiga karya tersebut memperlihatkan bahwa pelajar tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menawarkan solusi berbasis teknologi terhadap tantangan yang berkembang di lingkungan pendidikan.
Apa Tujuan Pemilihan Duta Pelajar Ini?
Koordinator Kejaksaan Tinggi Kalimantan Timur, Basri Hatimbulan Harahap, yang mewakili Kepala Kejati Kaltim, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkuat pemahaman hukum di kalangan pelajar sejak usia sekolah.
Menurutnya, peserta diharapkan mampu menjadi contoh positif di lingkungan masing-masing sehingga budaya taat hukum berkembang secara berkelanjutan.
"Diharapkan para pelajar dapat menularkan nilai-nilai positif dan meningkatkan kesadaran hukum di lingkungan sekitarnya sehingga ketertiban dan ketenteraman masyarakat dapat terus terjaga."
Selain memperoleh penghargaan berupa piagam dan plakat, para juara juga menerima uang pembinaan.
Juara pertama memperoleh Rp4,5 juta, posisi kedua menerima Rp3,5 juta, sedangkan juara ketiga mendapatkan Rp2,5 juta.
Ketiga tim terbaik selanjutnya akan mewakili Kabupaten Kutai Kartanegara pada pemilihan Duta Pelajar tingkat Provinsi Kalimantan Timur.
Mengapa Literasi Hukum Penting Bagi Generasi Muda?
Program Duta Pelajar menjadi salah satu upaya memperkenalkan hukum melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan remaja.
Alih-alih hanya mempelajari peraturan, peserta diajak mengidentifikasi persoalan nyata yang terjadi di sekolah, kemudian menyusun solusi berbasis riset dan inovasi.
Pendekatan tersebut dinilai mampu mendorong kemampuan berpikir kritis sekaligus membangun kepedulian sosial sejak dini.
Di sisi lain, kolaborasi antara lembaga penegak hukum dan dunia pendidikan membuka ruang pembelajaran yang lebih aplikatif bagi pelajar.
Baca Juga: 58 Warga Kehilangan Rumah Akibat Kebakaran di Tenggarong, Ini Langkah Pemulihan dari Pemkab Kukar
Poin Penting:
- SMA Negeri 3 Tenggarong meraih juara pertama Duta Pelajar tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara.
- Karya BASKARA-CAKRA mengangkat perlindungan hak anak melalui website interaktif.
- Juara kedua menghadirkan inovasi deteksi dini perundungan berbasis IoT.
- Juara ketiga menawarkan konsep Cyberguard untuk mencegah penyimpangan digital remaja.
- Tiga tim terbaik akan mewakili Kutai Kartanegara pada tingkat Provinsi Kalimantan Timur.
Insight Redaksi: Pendidikan hukum akan terasa relevan ketika dikaitkan dengan persoalan yang benar-benar dihadapi pelajar. Kompetisi seperti ini menunjukkan bahwa inovasi dapat lahir dari ruang kelas, bukan hanya laboratorium. Balikpapan maupun daerah lain di Kalimantan Timur memiliki peluang mengembangkan model serupa agar pelajar terbiasa mencari solusi, bukan sekadar memahami teori. Kaitu pang keadaannya, Ces.
Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang tahu kalau pelajar Kalimantan Timur juga mampu melahirkan inovasi yang bermanfaat. Terus ikuti informasi terbaru di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Siapa juara pertama Duta Pelajar tingkat Kabupaten Kutai Kartanegara?
Andi Wardy Dwi Apriliansyah dan Kiara Aulia dari SMA Negeri 3 Tenggarong.
2. Apa inovasi yang membawa mereka menjadi juara?
Website interaktif BASKARA-CAKRA yang berfokus pada perlindungan hak anak di sekolah.
3. Berapa hadiah bagi juara pertama?
Sebesar Rp4,5 juta disertai piagam dan plakat penghargaan.
4. Apa tahapan berikutnya bagi para pemenang?
Mewakili Kabupaten Kutai Kartanegara pada ajang Duta Pelajar tingkat Provinsi Kalimantan Timur.
Sumber Informasi: Artikel ini dikembangkan secara orisinal berdasarkan informasi yang sebelumnya dipublikasikan Kaltim Post berjudul Inovasi Hak Anak Antar SMA 3 Tenggarong Juara Duta Pelajar Sadar Hukum Kukar karya Bayu Rolles, dengan sudut pandang baru dan gaya jurnalistik Balikpapantv.id.