Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Bus Perusahaan Tambang di Kukar Dibakar Warga, DPRD Kaltim Buka Suara

Rizkiyan Akbar • Senin, 22 Desember 2025 | 11:52 WIB
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Balikpapan TV - Hai Cess! Suasana pagi di jalan poros Desa Long Lalang, Kecamatan Tabang, Kutai Kartanegara (Kukar), mendadak berubah mencekam setelah sebuah bus angkutan karyawan milik perusahaan tambang bernama PT Antareja Mahada Makmur (AMM) milik CV Bangong terbakar.

Peristiwa ini dipicu insiden fatal yang menewaskan Ketua BPD Tukung Ritan, Bang Unjin atau akrab disapa Tamen Mening (51), setelah ditabrak bus bernopol N 7266 UE yang dikemudikan DA. Warga menggambarkan situasinya sebagai kejadian yang membuat seluruh kampung terkejut, dengan kendaraan besar dan motor korban yang hancur di sisi jalan.

Aksi massa pun tidak terbendung. Warga yang terpukul oleh kehilangan ini langsung turun ke lokasi, membawa suara protes yang tegas. Nah, ikam terus simak sampai habis Cess, biar semua duduk perkara kejadian ini ikam pahamlah.

Baca Juga: Travel Umroh Bodong Tipu Puluhan Jamaah di Tenggarong, Kerugian Tembus Rp7 Miliar!

Apa yang Sebenarnya Terjadi di Pagi Mencekam Itu?

Insiden bermula pada Jumat (19 Desember 2025) sekitar pukul 07.05 Wita. Korban, Tamen Mening, sedang melintas menggunakan motor Honda Scoopy di sisi kiri jalan poros Long Lalang. Di waktu yang sama, bus perusahaan datang dari arah berlawanan. Menurut warga, kondisi tabrakannya terlihat sangat jelas.

“Posisi motor korban berada di sisi kiri jalan. Dari situ terlihat jelas bahwa bus perusahaan tersebut masuk terlalu jauh ke jalur kanan hingga akhirnya menabrak motor yang dikendarai Tamen Mening. Kami juga mencurigai bahwa sopirnya menggunakan SIM ‘tembak’, karena cara mengemudinya terlihat tidak sesuai dengan aturan berlalu lintas,” ungkap salah satu warga.

Warga lain pun menyuarakan kekesalannya. “Kami tidak bisa menerima kejadian ini. Perusahaan terkait harus bertanggung jawab atas musibah yang menimpa warga kami. Apalagi selama ini kami memang sering melihat bus perusahaan itu melaju kencang di jalan umum,” tegas Yunus, warga Desa Tukung Ritan. Reaksi masyarakat memuncak sampai memutuskan membakar bus tersebut sebagai bentuk protes, nah’ itu sudah.

Bersamaan dengan itu, kerabat korban mengevakuasi Tamen Mening ke Puskesmas terdekat. Namun situasi di lokasi tetap panas. Respons masyarakat pun semakin besar setelah foto dan video kejadian menyebar di media sosial.

Bagaimana Warga Merespons Setelah Insiden Ini?

Setelah suasana makin memanas, warga Desa Tukung Ritan memperluas aksi protesnya. Mereka menutup akses hauling batu bara di Kilometer 78–79 Pos Belayan, Desa Muara Ritan. Tumpukan ban bekas dibakar, menimbulkan kobaran api dan asap hitam pekat.

"Nah, ikam pasti paham, dalam situasi seperti ini, masyarakat tentu akan menuntut kejelasan,” ujar salah satu warga.

Aksi ini praktis menghentikan seluruh aktivitas angkutan batu bara PT Bayan yang melintas di jalur tersebut. Dari rekaman netizen yang tersebar, terlihat jalan benar-benar diblokade total. Warga ingin memastikan suara mereka terdengar setelah kehilangan tokoh penting desa.

Bus yang terbakar itu disebut sebagai simbol kemarahan, bukan sekadar tindakan spontan. Warga menilai kejadian itu puncak kekesalan mereka terhadap kendaraan perusahaan yang dianggap sering melaju kencang di jalan umum yang juga digunakan masyarakat.

Apa Saja Kesepakatan Setelah Musyawarah dengan Perusahaan?

Melihat situasi semakin tegang, pihak perusahaan hadir untuk bermusyawarah bersama warga, lembaga adat, serta pemerintah Desa Tukung Ritan dan Desa Ritan Baru. Informasi yang diterima menyebutkan musyawarah tersebut menghasilkan sejumlah kesepakatan, terutama terkait tanggung jawab perusahaan terhadap korban.

Anggota DPRD Kaltim asal Kukar, Muhammad Husni Fahruddin, pun menyampaikan penegasannya, “Kami kembali menegaskan kepada perusahaan mana pun yang beroperasi di Tabang maupun wilayah lain di Kukar agar benar-benar mengawasi para sopirnya. Jangan sampai mereka bersikap lalai atau ugal-ugalan saat mengemudikan kendaraan di jalan umum. Jalan yang digunakan masyarakat luas jangan diperlakukan seperti jalan tambang milik perusahaan.”

Ia juga menambahkan bahwa perusahaan terkait akan dipanggil menghadiri rapat dengar pendapat di DPRD Kaltim. Nada ini memperlihatkan bahwa masalah ini tidak hanya berhenti di tingkat desa, tetapi akan dibahas secara resmi.

Bagaimana Penanganan Hukum dan Proses Polisi di Lapangan?

Penanganan kasus kecelakaan ini dilakukan langsung oleh Satlantas Polres Kukar. Kasat Lantas Polres Kukar, AKP Ahmad Fandoli menyampaikan bahwa pihaknya telah memeriksa saksi-saksi dan melakukan olah TKP.

“Keterangan para saksi sudah kami ambil, dan anggota di lapangan juga telah melakukan olah TKP di jalan poros Desa Long Lalang. Jalan tersebut memang dikenal ramai dilalui pengendara karena menjadi satu-satunya jalur darat yang menghubungkan Tabang dengan kecamatan lain di wilayah hulu Kukar hingga ke Tenggarong,” pungkasnya.

Jalan poros Long Lalang memang menjadi jalur vital bagi masyarakat setempat. Dengan kondisi lalu lintas yang sering padat, masyarakat berharap kejadian seperti ini tidak terulang. Saran praktis untuk pengendara di jalur desa: jaga jarak aman, perhatikan sisi kiri-kanan jalan yang sempit, dan kurangi kecepatan saat mendekati tikungan. Pahamlah ikam.

Yuk, bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya banyak yang semakin paham situasi ini Cess!

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'

 

FAQ

1. Apa penyebab utama warga memprotes perusahaan?

Warga menilai bus perusahaan sering melaju kencang di jalan umum, hingga akhirnya kecelakaan yang menewaskan Tamen Mening terjadi.

2. Mengapa bus perusahaan sampai dibakar?

Pembakaran merupakan bentuk luapan emosi masyarakat setelah melihat kondisi korban dan dugaan kelalaian pengemudi.

3. Apakah polisi sudah memeriksa sopir bus?

Proses penyelidikan dan pemeriksaan saksi sudah berjalan, termasuk olah TKP oleh Satlantas Polres Kukar.

 

DISCLAIMER

Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

 

Bus angkutan karyawan perusahaan tambang di Kutai Kartanegara dibakar warga, Jumat (19 Desember 2025).
Bus angkutan karyawan perusahaan tambang di Kutai Kartanegara dibakar warga, Jumat (19 Desember 2025).

Editor : Arya Kusuma
#ketua BPD #dprd kaltim #perusahaan tambang #Tabang #bus #kukar #Kutai Kartanegara