Balikpapantv.id – Hai Cess!Di jantung Tenggarong, Kalimantan Timur, berdiri Museum Mulawarman yang menyimpan kisah panjang Kesultanan Kutai, kerajaan Hindu tertua di Indonesia. Museum ini bukan sekadar bangunan, tetapi saksi hidup yang merekam jejak budaya, kekuasaan, dan sejarah peradaban di tanah Borneo. Dari singgasana kebesaran, prasasti bersejarah, hingga patung mitologi Lembuswana, semuanya merefleksikan kekuatan dan kebijaksanaan kerajaan yang pernah berjaya.
Museum ini berdiri sebagai ruang edukasi sekaligus destinasi wisata budaya yang wajib dikunjungi. Koleksi artefak yang tersimpan memberikan gambaran utuh bagaimana perjalanan Kutai dari era Hindu abad ke-4, transisi kolonial, hingga masa kemerdekaan. Jadi, kalau kamu penasaran bagaimana kerajaan ini mempertahankan tradisinya dan terhubung dengan dunia luar, Museum Mulawarman adalah jawabannya.
Singgasana Sultan dan Permaisuri: Simbol Kekuasaan yang Megah
Singgasana Sultan dan Permaisuri yang dibuat arsitek Belanda tahun 1935 adalah ikon megah di museum. Kursi ini jadi lambang otoritas tinggi.
Tak hanya sebagai tempat duduk kerajaan, singgasana ini hadir dalam penobatan dan perayaan agung. Simbol kebesaran yang selalu dijaga penuh hormat.
Baca Juga: Warga Balikpapan Bergerak! Aksi Massa Panaskan Situasi Depan Gedung DPRD, Asap Ban Membumbung Tinggi
Patung Lembuswana: Ikon Mitologi Kesultanan Kutai
Patung Lembuswana berlapis emas menjadi pusat perhatian di museum. Wujud mitologi ini dipercaya sebagai kendaraan Batara Guru.
Bagi masyarakat Kutai, Lembuswana adalah lambang spiritual, kekuatan, dan keagungan kerajaan. Pengunjung kerap mengabadikan momen di depannya.
Koleksi Busana, Senjata, dan Prasasti Yupa: Cermin Sejarah Kutai
Pakaian kebesaran Sultan menampilkan status sosial tinggi sekaligus karya seni tekstil. Detailnya mencerminkan kekayaan budaya Kutai.
Senjata tradisional, tombak, keris, hingga replika Prasasti Yupa memperlihatkan kekuatan militer dan awal sejarah Kutai Hindu abad ke-4.
Gamelan, Keramik, dan Kalung Uncal: Bukti Diplomasi dan Legitimasi
Perangkat gamelan dari Yogyakarta dan keramik Asia Timur menunjukkan adanya diplomasi, perdagangan, serta pertukaran budaya kerajaan.
Kalung Uncal menjadi simbol sahnya kepemimpinan Sultan. Artefak ini selalu hadir dalam upacara sakral penobatan pemimpin Kutai.
Museum Mulawarman bukan sekadar tempat penyimpanan artefak, melainkan ruang hidup yang menghadirkan kembali narasi panjang peradaban Kutai. Dari kursi kebesaran hingga keramik diplomasi, semuanya jadi saksi nyata warisan budaya Kalimantan Timur. Jadi, jangan ragu mampir, abadikan momen, dan rasakan atmosfir sejarah yang kental di setiap sudutnya.
Yuk sebarkan cerita menarik ini biar makin banyak orang tahu!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapantv.id, "Bukan Sekedar Berita Biasa!"(maysa)