Balikpapantv.id - Hai Cess! Buat kamu yang sempat mikir Wi-Fi cuma milik kota besar, siap-siap terpukau!
Desa Sungai Bawang di Kecamatan Muara Badak, Kutai Kartanegara, baru aja menorehkan sejarah digital.
Setelah bertahun-tahun blank spot alias nggak tersentuh sinyal, kini desa ini jadi lokasi uji coba layanan WiFi gratis dari Pemkab Kukar. Yuk, simak cerita lengkapnya, Cess!
Dari Wilayah Tanpa Sinyal Jadi Desa Digital
Selama hampir 1 dekade, warga Desa Sungai Bawang hidup tanpa akses internet memadai. Tapi semua berubah sejak pemerintah daerah menggulirkan program "Internet Desa Gratis".
Program ini merupakan bagian dari visi Kukar Idaman Terbaik yang diusung Bupati Aulia Rahman Basri dan Wakil Bupati Rendi Solihin.
Pemasangan Jaringan Wi-Fi dan Starlink di 5 RT
Uji coba pertama dilakukan dengan memasang perangkat satelit orbit rendah (Starlink) dan alat penguat sinyal di lima RT.
Hasilnya, sebanyak 203 kepala keluarga atau sekitar 659 jiwa kini menikmati koneksi Wi-Fi tanpa biaya, Cess!
Semua Biaya Ditanggung Pemerintah Daerah
Kerennya lagi, semua biaya perangkat dan langganan internet ditanggung penuh oleh Pemkab Kukar. Jadi, warga cukup duduk manis dan langsung online.
Akses ini sangat membantu untuk kegiatan belajar daring, urusan administrasi, hingga komunikasi sehari-hari.
Warga Sambut Antusias, Kepala Desa Ikut Terharu
Kepala Desa Sungai Bawang, Martinus Lahang menyampaikan, “Selama hampir 10 tahun warga kami kesulitan mengakses internet. Kini, layanan Wi-Fi gratis telah terpasang di lima titik yang menjangkau seluruh RT. Kami sangat berterima kasih kepada bupati dan seluruh jajaran yang telah merealisasikan ini.”
Bupati dan Wabup Langsung Tinjau Lokasi
Pada Selasa, 8 Juli 2025, Bupati Aulia dan Wabup Rendi datang langsung ke lokasi.
Mereka berdiri santai di depan rumah warga, ngobrol ringan sambil menikmati suasana desa yang masih alami. Kesan akrab dan humanis sangat terasa dalam kunjungan itu, Cess!
Sentuhan Budaya dalam Transformasi Digital
Yang unik, perangkat desa dan warga menyambut pimpinan daerah dengan mengenakan pakaian adat Dayak.
Momen ini jadi simbol kuat bahwa kemajuan teknologi dan pelestarian budaya bisa berjalan berdampingan.
Rencana Pemerintah: Diperluas ke Desa Lain
Menurut Bupati Aulia, "Program ini bagian dari upaya menghapus kesenjangan digital antara desa dan kota. Jika uji coba ini berjalan baik, kami akan perluas ke desa-desa lain.”
Pemkab Kukar memang punya target ambisius: menjangkau semua desa yang belum punya akses internet stabil. Program ini bakal dikelola bareng antara pemerintah desa dan Dinas Kominfo Kukar.
Masyarakat Kini Semakin Melek Digital
Dengan hadirnya internet, peluang baru terbuka lebar untuk warga desa. Anak-anak bisa belajar daring tanpa hambatan, pelaku UMKM bisa go digital, dan pelayanan publik makin mudah.
Ini bukan cuma soal Wi-Fi, tapi tentang akses yang lebih merata untuk masa depan yang lebih baik!
Cerita dari Sungai Bawang ini jadi bukti nyata bahwa transformasi digital bisa dimulai dari desa. Yuk, share info ini ke teman dan keluargamu, biar makin banyak yang tau dan terinspirasi.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapantv.id, 'Bukan Sekedar Berita Biasa!'
Sumber : Kaltim Post