Pembangunan Drainase Gunung Odang Diperkuat, Badan Jalan Sp Belusuh Dijaga dari Gerusan Air

Ahla Najwa • Dipublikasikan Sabtu, 29 Agustus 2026 | 07:29 WIB
Pembangunan drainase terus berlangsung untuk mendukung perbaikan ruas jalan di kawasan Gunung Odang, Kutai Barat. (DOK. IST/KP)
Pembangunan drainase terus berlangsung untuk mendukung perbaikan ruas jalan di kawasan Gunung Odang, Kutai Barat. (DOK. IST/KP)

Durasi Baca: 5 Menit

Ikhtisar: Pembangunan saluran pasangan batu dengan mortar di Gunung Odang memperkuat perlindungan badan jalan, didukung pengujian mutu dan standar teknis untuk menjaga mobilitas wilayah Kaltim.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Pembangunan saluran pasangan batu dengan mortar di Segmen Gunung Odang, Kutai Barat, terus dikerjakan untuk melindungi badan jalan dari limpasan air dan menjaga konektivitas ruas Sp Belusuh-Bts Kalteng.

Drainase sering terlihat sederhana, padahal pengelolaan air dapat memengaruhi umur jalan; di medan tanjakan dan tikungan, detail ini makin penting diperhatikan.

Drainase Menjadi Bagian Penting dari Preservasi Jalan

Pekerjaan drainase menjadi salah satu bagian penting dalam Paket Pekerjaan Preservasi Jalan Sp Belusuh-Bts Kalteng.

Lokasi pengerjaan berada di Segmen Gunung Odang, kawasan dengan kondisi medan yang disebut memiliki tanjakan dan tikungan tajam.

Kondisi tersebut membuat pengendalian limpasan air memiliki peran penting dalam menjaga badan jalan.

Secara teknis, Direktorat Jenderal Bina Marga menjelaskan bahwa kelebihan air pada struktur jalan dapat menurunkan kinerja material dan konstruksi. Pengelolaan aliran permukaan menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko kerusakan jalan.

Karena itu, saluran bukan sekadar pelengkap pekerjaan jalan. Fungsinya berkaitan langsung dengan bagaimana air diarahkan agar tidak mengganggu struktur konstruksi.

Pada ruas dengan kondisi medan yang menantang, keberadaan drainase yang berfungsi baik menjadi salah satu unsur perlindungan infrastruktur.

Seberapa Panjang Saluran yang Sudah Dikerjakan?

Hingga 28 Agustus 2026, pembangunan saluran pasangan batu dengan mortar di Segmen Gunung Odang telah mencapai sekitar 1.500 meter.

Saluran tersebut dirancang memiliki lebar basah 80 sentimeter dan ketinggian 100 sentimeter sesuai perencanaan pekerjaan.

Pelaksanaan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi lapangan dan kebutuhan drainase sepanjang koridor pekerjaan.

Ukuran saluran menjadi bagian penting karena kapasitas aliran harus disesuaikan dengan kondisi lokasi dan debit air yang perlu dialirkan.

Pedoman Bina Marga juga menempatkan ukuran, dimensi, bentuk, serta jenis saluran sebagai bagian yang perlu diinventarisasi dalam sistem drainase jalan.

Dengan begitu, pembangunan saluran memiliki fungsi teknis yang lebih luas daripada sekadar membuat jalur bagi air.

Air permukaan diarahkan melalui saluran sehingga risiko genangan dan gerusan terhadap area sekitar badan jalan dapat dikendalikan.

Baca Juga: Cegah Karhutla, Polsek Bentian Besar Pasang 20 Spanduk dan Perkuat Edukasi Warga

Mengapa Mutu Mortar dan Material Ikut Diuji?

Kekuatan saluran tidak hanya ditentukan bentuknya, tetapi juga mutu material yang digunakan selama pekerjaan berlangsung.

Pengujian material dilakukan secara berkala untuk memastikan bahan yang dipakai memenuhi standar teknis yang dipersyaratkan.

Pengujian kuat tekan mortar juga dilakukan untuk memeriksa kualitas campuran yang digunakan pada pasangan batu.

Dalam Spesifikasi Umum 2025 Bina Marga, batu untuk pasangan mortar harus memenuhi persyaratan mutu, sementara mortar wajib mengikuti ketentuan teknis yang berlaku.

Pedoman tersebut juga mengatur tahapan persiapan fondasi, penyiapan batu, serta kebutuhan drainase porous ketika dipersyaratkan.

Artinya, kualitas saluran tidak hanya dinilai setelah selesai. Material dan proses pengerjaannya juga menjadi bagian dari pengendalian mutu.

Pendekatan tersebut penting karena saluran akan berhadapan langsung dengan aliran air yang berulang selama masa layanan jalan.

Apa Kata Pelaksana Pekerjaan soal Fungsi Saluran?

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.9 Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Kalimantan Timur, Joko Sidik, menilai sistem drainase memiliki peran penting terhadap ketahanan infrastruktur jalan.

"Saluran ini berfungsi secara aktif untuk mengendalikan serta mengalirkan air permukaan, sehingga potensi genangan dapat diminimalkan sekaligus mencegah air meresap dan merusak struktur badan jalan," jelas Joko Sidik, Jumat (28/8/2026).

Ia juga menegaskan bahwa pekerjaan pasangan batu dengan mortar mengikuti rancangan teknis yang telah ditetapkan.

"Dalam aspek teknis, pembangunan saluran pasangan batu dengan mortar ini mengacu secara ketat pada desain perencanaan yang telah ditetapkan," ucapnya.

Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa pekerjaan drainase ditempatkan sebagai bagian dari perlindungan struktur jalan, bukan pekerjaan tambahan yang berdiri sendiri.

Dalam pedoman teknis Bina Marga, drainase jalan memang mencakup saluran pada permukaan jalan maupun area sekitar lereng.

Baca Juga: Danau Jempang Menyusut Drastis, Jalur Warga dan Nelayan Terganggu

Dampaknya bagi Mobilitas Masyarakat di Wilayah Perbatasan

Ruas Sp Belusuh-Bts Kalteng memiliki fungsi konektivitas yang berkaitan dengan pergerakan masyarakat dan distribusi barang serta jasa.

Ketahanan badan jalan menjadi faktor penting karena gangguan pada ruas tersebut dapat memengaruhi kelancaran perjalanan dan aktivitas ekonomi kawasan.

Pembangunan drainase yang dikerjakan bersama preservasi jalan memberikan perhatian pada penyebab kerusakan yang berasal dari pengelolaan air.

Nilai penting pekerjaan tersebut berada pada upaya menjaga fungsi jalan dalam menghadapi kondisi lapangan yang memiliki tanjakan dan tikungan tajam.

Untuk pembaca di Kalimantan Timur, isu ini menunjukkan bahwa kualitas jalan tidak hanya ditentukan lapisan permukaan yang terlihat.

Ada bagian infrastruktur yang justru bekerja di sisi jalan dan sering luput diperhatikan, tetapi berperan mengendalikan air sebelum memengaruhi konstruksi.

Pendekatan semacam ini sejalan dengan prinsip Bina Marga yang menempatkan perlindungan badan jalan dari air sebagai bagian penting desain drainase.

Poin Penting

Insight Redaksi

Drainase sering kalah sorotan dari permukaan jalan, padahal air bisa menentukan usia konstruksi. Di Gunung Odang, pasangan batu bukan sekadar pekerjaan pinggir jalan. Ini soal menjaga konektivitas tetap nyaman dan fungsional. Bubuhan pengguna jalan perlu melihat kualitas infrastruktur dari detail yang bekerja di balik permukaan. Kada cukup jalan mulus, pengelolaan air jua mesti kuat.

Perawatan drainase perlu masuk perhatian rutin, terutama setelah hujan deras dan saat ditemukan endapan atau sumbatan.

Bagikan info ini ke bubuhan ikam supaya makin paham kenapa drainase penting untuk jalan yang tahan lama.

Pekerjaan jalan bukan cuma soal permukaan yang mulus. Ikuti info pembangunan dan konektivitas Kaltim hanya di Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Di mana pembangunan saluran pasangan batu dengan mortar dilakukan?

Pekerjaan berlangsung di Segmen Gunung Odang pada ruas Sp Belusuh-Bts Kalteng.

2. Berapa panjang saluran yang sudah dikerjakan?

Progres fisik saluran telah mencapai kurang lebih 1.500 meter.

3. Berapa ukuran saluran yang dibangun?

Saluran dirancang memiliki lebar basah 80 sentimeter dan tinggi 100 sentimeter.

4. Mengapa pengujian mortar dilakukan?

Pengujian kuat tekan dilakukan untuk memastikan kualitas campuran mortar memenuhi ketentuan teknis pekerjaan.

5. Apa fungsi utama saluran tersebut?

Saluran berfungsi mengendalikan dan mengalirkan air permukaan sekaligus membantu melindungi struktur badan jalan.

Sumber Informasi

Media Kaltim Post, dengan judul "Jaga Keandalan Infrastruktur, Pembangunan Saluran Pasangan Batu di Segmen Gunung Odang Terus Dikebut", oleh Sunardi Kaltim Post. Diolah kembali dengan angle dan style Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Support
drainase jalan Gunung Odang Sp Belusuh-Bts Kalteng BBPJN Kaltim