Durasi: 5 Menit
Topik: Peran lembaga adat dalam menjaga budaya dan persatuan masyarakat Kutai Barat
Ikhtisar: Presidium Dewan Adat Kutai Barat merayakan usia ke-25 tahun dengan memperkuat komitmen pelestarian adat, budaya, dan kearifan lokal di tengah perkembangan zaman.
Balikpapan TV - Hai Ces! Presidium Dewan Adat (PDA) Kabupaten Kutai Barat memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-25 pada Selasa, 21 Juli 2026. Perayaan yang berlangsung di Kompleks Taman Budaya Sendawar itu menjadi momentum refleksi perjalanan seperempat abad lembaga adat dalam menjaga nilai budaya, memperkuat persatuan masyarakat, dan mendukung pembangunan berbasis kearifan lokal.
Di tengah arus modernisasi yang terus bergerak cepat, keberadaan lembaga adat tetap menjadi pondasi penting bagi identitas daerah. Itulah yang kembali ditegaskan dalam perayaan kali ini, Ces!
Mengapa HUT ke-25 PDA Kutai Barat Menjadi Momen Penting?
Seperempat abad merupakan perjalanan panjang bagi sebuah lembaga yang berfokus menjaga tradisi dan nilai budaya masyarakat.
Presidium Dewan Adat Kutai Barat resmi berdiri pada 21 Juli 2001 dan sejak saat itu menjadi wadah yang menghimpun peran kepala adat dalam menjaga adat istiadat masyarakat Bumi Tanaa Purai Ngeriman.
Keberadaan PDA tidak hanya berfungsi sebagai pelestari budaya, tetapi juga menjadi jembatan antara masyarakat adat dan pemerintah daerah.
Selama 25 tahun, lembaga ini turut berkontribusi dalam menjaga keharmonisan sosial di tengah keberagaman masyarakat Kutai Barat.
Perayaan HUT ke-25 menjadi pengingat bahwa pelestarian budaya membutuhkan komitmen yang terus dijaga dari generasi ke generasi.
Baca Juga: Gelar TTG XII Kaltim 2026 Dimulai, Kutai Barat Jadi Panggung Inovasi dan Kolaborasi
Siapa Saja yang Hadir dalam Perayaan HUT PDA?
Peringatan berlangsung khidmat dengan dihadiri berbagai unsur masyarakat dan pemerintah daerah.
Hadir langsung dalam kegiatan tersebut Bupati Kutai Barat Fredrick Edwin bersama Sekretaris Daerah Erik Victory.
Turut hadir Ketua TP PKK Kutai Barat Maria Christina Mozes Edwin, Ketua KONI Kutai Barat Alysius, serta mantan Bupati Kutai Barat periode 2006–2016 Ismail Thomas.
Kehadiran tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, hingga unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD) menunjukkan dukungan luas terhadap keberlangsungan lembaga adat di Kutai Barat.
Momentum tersebut sekaligus menjadi simbol kuatnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat adat.
Apa Pesan Bupati Kutai Barat dalam Peringatan Ini?
Dalam sambutannya, Fredrick Edwin menyampaikan apresiasi atas kontribusi panjang PDA dalam menjaga adat dan budaya masyarakat Kutai Barat.
Menurutnya, lembaga adat memiliki posisi strategis dalam menjaga identitas daerah di tengah perubahan sosial yang terus berlangsung.
“Atas nama Pemkab Kubar dan pribadi, saya mengucapkan selamat hari ulang tahun ke-25 Presidium Dewan Adat Kubar. Semoga semakin maju, semakin kuat, serta terus menjadi garda terdepan dalam menjaga adat, budaya, dan persatuan masyarakat Kubar,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat mengenang jasa para tokoh yang telah berkontribusi besar dalam membangun fondasi kelembagaan adat.
Nama-nama seperti almarhum Yustinus Dullah, almarhum FV Munthi, dan Ismail Thomas disebut sebagai figur penting dalam perjalanan panjang PDA hingga saat ini.
Bagaimana Peran PDA dalam Pembangunan Daerah?
Pemerintah Kabupaten Kutai Barat menilai lembaga adat memiliki peran yang lebih luas dibanding sekadar pelestari budaya.
PDA juga dianggap sebagai perekat persatuan masyarakat yang terdiri dari berbagai latar belakang sosial dan budaya.
Selain itu, keberadaan lembaga adat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong pembangunan yang tetap menghormati nilai-nilai lokal.
Fredrick menegaskan pemerintah daerah akan terus memperkuat kelembagaan adat melalui berbagai program pembinaan kepala adat dan kerja sama berkelanjutan.
Pendekatan tersebut dinilai penting agar pembangunan daerah tetap berjalan seimbang dengan pelestarian identitas budaya masyarakat.
Baca Juga: Festival Luuq Melapeh 2026 Jadi Panggung Budaya Dayak, Wisata, hingga Aksi Sosial Komunitas Trail
Penghargaan untuk Tokoh yang Berjasa Membangun PDA
Salah satu agenda penting dalam peringatan HUT ke-25 adalah pemberian penghargaan kepada Ismail Thomas.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas perannya sebagai tokoh pendiri, pengayom, sekaligus pembina Presidium Dewan Adat Kutai Barat.
Ketua PDA Kutai Barat Yurang menyampaikan bahwa dukungan pemerintah daerah selama ini menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan program dan tugas kelembagaan adat.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan lembaga adat menjadi modal besar dalam mempertahankan identitas budaya di tengah perkembangan zaman.
Pemberian penghargaan ini sekaligus menjadi simbol bahwa pelestarian adat membutuhkan kesinambungan peran dari berbagai generasi.
Poin Penting:
- Presidium Dewan Adat Kutai Barat merayakan HUT ke-25 pada 21 Juli 2026.
- PDA resmi berdiri sejak 21 Juli 2001.
- Bupati Fredrick Edwin menegaskan PDA sebagai garda terdepan pelestarian budaya.
- Pemerintah berkomitmen memperkuat pembinaan kepala adat.
- PDA dinilai berperan menjaga persatuan masyarakat dan kearifan lokal.
- Ismail Thomas menerima penghargaan atas kontribusinya membangun lembaga adat.
Insight Redaksi
Di tengah perkembangan teknologi dan modernisasi, keberadaan lembaga adat sering dianggap sebagai simbol masa lalu. Padahal di daerah seperti Kutai Barat, adat masih menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat. PDA membuktikan bahwa pelestarian budaya tidak harus bertentangan dengan pembangunan. Justru nilai-nilai lokal dapat menjadi fondasi dalam membangun daerah yang tetap memiliki identitas kuat. Dari perspektif Kalimantan Timur, model kolaborasi antara pemerintah dan lembaga adat seperti ini pang menjadi contoh bagaimana tradisi dan kemajuan bisa berjalan berdampingan, Ces.
Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam agar semakin banyak masyarakat memahami pentingnya menjaga budaya dan adat sebagai bagian dari identitas daerah.
Jangan lewatkan informasi budaya, sejarah, dan perkembangan daerah yang memperkuat identitas Kalimantan Timur. Tetap update hanya di Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Kapan Presidium Dewan Adat Kutai Barat berdiri?
Presidium Dewan Adat Kutai Barat resmi berdiri pada 21 Juli 2001.
2. Di mana peringatan HUT ke-25 dilaksanakan?
Di Kantor Presidium Dewan Adat Kutai Barat, Kompleks Taman Budaya Sendawar.
3. Siapa yang menghadiri perayaan HUT ke-25 PDA?
Pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, FKPD, dan berbagai unsur masyarakat.
4. Apa peran utama PDA Kutai Barat?
Menjaga adat istiadat, melestarikan budaya, memperkuat persatuan masyarakat, dan menjadi mitra pemerintah daerah.
5. Siapa yang menerima penghargaan dalam peringatan tersebut?
Ismail Thomas sebagai tokoh pendiri, pengayom, dan pembina PDA Kutai Barat.
Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media Kaltim Post, dengan judul "HUT ke-25 Presidium Dewan Adat Kubar, Bupati Tegaskan Peran PDA sebagai Garda Terdepan Pelestari Adat dan Budaya", oleh penulis Sunardi. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.