Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Iptek Mimbar Opini

Festival Luuq Melapeh 2026 Jadi Panggung Budaya Dayak, Wisata, hingga Aksi Sosial Komunitas Trail

Arya Kusuma • Sabtu, 18 Juli 2026 | 14:32 WIB
Komunitas motor trail mengikuti Jelajah Alam Melapeh Series 6 melintasi panorama alam Kutai Barat.
Komunitas motor trail mengikuti Jelajah Alam Melapeh Series 6 melintasi panorama alam Kutai Barat.

Durasi: 7 menit

Topik: Festival budaya Kutai Barat memperkuat identitas daerah sekaligus mendorong pariwisata berkelanjutan dan ekonomi masyarakat.

Ikhtisar: Festival Luuq Melapeh menghadirkan perpaduan pelestarian budaya, promosi wisata, pemberdayaan UMKM, aksi sosial, dan olahraga yang memberi dampak nyata bagi masyarakat.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Pemerintah Kabupaten Kutai Barat membuka Festival Luuq Melapeh dan Jelajah Alam Melapeh (JAM) Series 6 di Lapangan Benteng Putra, Kampung Linggang Melapeh, Kecamatan Linggang Bigung, Sabtu (18/7/2026), sebagai langkah memperkuat budaya Dayak Tunjung Rentenuukng sekaligus mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif daerah.

Festival budaya bukan sekadar hiburan. Ada identitas yang dijaga dan peluang ekonomi yang ikut tumbuh. Ikuti terus pembahasannya, Ces!

Apa yang membuat Festival Luuq Melapeh memiliki peran penting bagi Kutai Barat?

Pembukaan festival dihadiri Bupati Kutai Barat Frederick Edwin bersama Sekretaris Daerah Erik Victory, Anggota DPRD Kutai Barat Yudi Hermawan, Ketua TP-PKK Kutai Barat Maria Christina Mozes Edwin, jajaran Forkopimda, kepala OPD, Camat Linggang Bigung Kristian, tokoh adat, serta masyarakat.

Dalam sambutannya, Frederick Edwin menegaskan Festival Luuq Melapeh bukan hanya agenda tahunan. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bentuk nyata komitmen pemerintah daerah menjaga budaya Dayak Tunjung Rentenuukng sekaligus membuka ruang promosi destinasi wisata dan ekonomi kreatif lokal.

"Festival Luuq Melapeh adalah wujud komitmen kita dalam melestarikan budaya Dayak Tunjung Rentenuukng. Di saat yang sama, kita memperkenalkan potensi wisata dan menggerakkan ekonomi kreatif di Kampung Linggang Melapeh," ujar Frederick Edwin.

Pemerintah daerah juga terus menghubungkan pelestarian budaya dengan pengembangan pariwisata. Pendekatan ini dinilai mampu memberi manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat tanpa menghilangkan nilai-nilai adat yang telah diwariskan turun-temurun.

Festival tahun ini menjadi ruang promosi berbagai produk unggulan daerah. Mulai dari produk UMKM, Kopi Linggang yang memiliki cita rasa khas, hingga busana tradisional Kriookng yang kini menjadi salah satu identitas budaya masyarakat setempat.

Tema yang diangkat, "Samaaq Tujuuq Taai Mengkuuq, Sempawaat Taq Mengkaat, Sempekat Luuq Melapeh", menggambarkan pentingnya memiliki tujuan bersama, saling bergandengan tangan, dan memperkuat semangat gotong royong dalam membangun Kutai Barat.

Frederick Edwin mengatakan nilai persatuan menjadi modal penting untuk menjaga keberlangsungan budaya sekaligus mempercepat kemajuan sektor pariwisata serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Pengamen dan Badut Jalanan Ditertibkan Satpol PP Kutai Barat, Ini Alasan di Balik Operasi di Lampu Merah

Mengapa generasi muda menjadi perhatian dalam festival budaya ini?

Di hadapan masyarakat, Frederick Edwin menitipkan pesan kepada generasi muda agar tetap menjadikan budaya lokal sebagai bagian dari identitas mereka di tengah perkembangan global.

Pelestarian budaya, menurutnya, memerlukan keterlibatan generasi muda. Tradisi akan bertahan ketika terus dipelajari, dikenalkan, dan dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Festival seperti Luuq Melapeh juga menjadi ruang perjumpaan antara tradisi dengan generasi milenial dan Gen Z. Melalui kegiatan budaya, seni, hingga olahraga, nilai-nilai lokal dapat diperkenalkan dengan cara yang lebih dekat kepada kalangan muda.

Bupati juga mengingatkan seluruh peserta Jelajah Alam Melapeh (JAM) Series 6 untuk selalu mengutamakan keselamatan selama mengikuti kegiatan.

"Utamakan keselamatan serta selalu jaga kelestarian lingkungan selama kegiatan berlangsung," pesannya.

Apresiasi juga datang dari Anggota DPRD Kutai Barat Yudi Hermawan. Ia berharap Festival Luuq Melapeh terus dipertahankan dan dikembangkan karena memberi dampak positif bagi masyarakat Kampung Linggang Melapeh serta membuka ruang partisipasi generasi muda dalam menjaga budaya daerah.

Bagaimana komunitas motor trail menghadirkan aksi sosial di tengah festival?

Salah satu sisi menarik Festival Luuq Melapeh tahun ini hadir melalui Jelajah Alam Melapeh (JAM) Series 6. Kegiatan tersebut tidak hanya mempertemukan pecinta motor trail dari berbagai daerah, tetapi juga menghadirkan aksi kepedulian sosial.

Sebanyak sekitar 40 klub motor trail ikut ambil bagian. Peserta berasal dari Tenggarong, Balikpapan, Ibu Kota Nusantara (IKN), hingga berbagai komunitas lokal di Kutai Barat.

Di sela kegiatan fun adventure, komunitas trail menyerahkan 21 paket sembako kepada masyarakat yang membutuhkan di sekitar lokasi festival.

Ketua Panitia Festival Luuq Melapeh dan JAM Series 6, Mario Riyadi, mengatakan bantuan tersebut lahir dari semangat kebersamaan yang ingin dibangun dalam penyelenggaraan festival.

"Kami ingin kehadiran teman-teman komunitas trail menjadi berkah bagi warga. Penyaluran bantuan sembako ini adalah bentuk kepedulian sosial yang tulus dari para peserta untuk masyarakat Kampung Linggang Melapeh," ujar Mario Riyadi.

Aksi sosial tersebut memperlihatkan bahwa kegiatan otomotif tidak hanya berfokus pada kompetisi ataupun tantangan lintasan. Kehadiran komunitas dari luar daerah juga mampu memberikan manfaat langsung bagi warga sekitar.

Mario menambahkan konsep fun adventure memang dirancang agar peserta menjadi duta promosi wisata Kutai Barat sekaligus ikut memperkenalkan produk-produk lokal kepada masyarakat yang lebih luas.

"Kami menggunakan konsep fun adventure agar para peserta tidak hanya merasakan sensasi petualangan, tetapi juga menjadi media promosi yang efektif untuk potensi wisata serta produk-produk lokal Kampung Linggang Melapeh."

Baca Juga: Penerbangan Samarinda Melak Kembali Dibuka, Waktu Tempuh Kini Hanya 45 Menit, Ini Jadwal dan Tarifnya

Apa dampak Festival Luuq Melapeh bagi ekonomi dan pariwisata daerah?

Antusiasme peserta menjadi salah satu indikator keberhasilan pelaksanaan JAM Series 6. Kehadiran puluhan komunitas trail dari berbagai daerah membawa pergerakan ekonomi selama kegiatan berlangsung.

Aktivitas peserta dan pengunjung membuka peluang bagi pelaku UMKM lokal untuk memperkenalkan produk mereka kepada pasar yang lebih luas. Produk kuliner, kopi khas daerah, hingga kerajinan tradisional memperoleh panggung promosi selama festival berlangsung.

Rangkaian Festival Luuq Melapeh juga telah dipersiapkan selama satu minggu. Kegiatan diawali prosesi adat sebelum memasuki acara puncak, kemudian dilanjutkan berbagai agenda hiburan masyarakat.

Panitia memastikan kemeriahan festival masih berlanjut selama sepekan berikutnya melalui turnamen sepak bola, bola voli, dan sejumlah kegiatan masyarakat lainnya.

Mario Riyadi berharap perpaduan promosi wisata, pelestarian budaya, olahraga masyarakat, dan aksi sosial dapat menjadikan Festival Luuq Melapeh sebagai penggerak pembangunan Kampung Linggang Melapeh sekaligus memperkuat citra Kutai Barat sebagai daerah tujuan wisata berbasis budaya dan alam.

Poin Penting:

Insight Redaksi: Festival seperti Luuq Melapeh memperlihatkan pembangunan daerah kada selalu dimulai dari proyek besar. Budaya, wisata, UMKM, hingga aksi sosial bisa bergerak dalam satu panggung yang saling menguatkan. Pendekatan ini memberi nilai tambah karena masyarakat menjadi pelaku utama, bukan sekadar penonton. Model seperti ini layak terus dijaga agar identitas lokal tetap hidup, Ces.

Festival budaya akan terasa makin kuat jika promosi digital produk lokal terus diperluas sehingga manfaat ekonominya makin dirasakan warga. Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam agar makin banyak yang mengenal kekayaan budaya Kutai Barat.

Selalu ikuti perkembangan budaya, wisata, dan peristiwa menarik lainnya hanya di Balikpapan TV, teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa tujuan utama Festival Luuq Melapeh 2026?
Melestarikan budaya Dayak Tunjung Rentenuukng sekaligus mendorong pariwisata dan ekonomi kreatif Kutai Barat.

2. Berapa jumlah komunitas motor trail yang mengikuti JAM Series 6?
Sekitar 40 klub motor trail dari Balikpapan, Tenggarong, IKN, dan Kutai Barat.

3. Bantuan sosial apa yang diberikan peserta trail?
Komunitas trail menyalurkan 21 paket sembako kepada warga yang membutuhkan.

4. Produk lokal apa yang dipromosikan dalam festival?
Produk UMKM, Kopi Linggang, dan busana tradisional Kriookng.

Sumber Informasi: Artikel ini sudah tayang sebelumnya di Media Kaltim Post, dengan judul "Lestarikan Budaya dan Dongkrak Ekonomi, Bupati Frederick Edwin Buka Festival Luuq Melapeh dan JAM Series 6", oleh penulis Sunardi. Di-update kembali dengan angle dan style balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
Kampung Linggang Melapeh Festival Luuq Melapeh Frederick Edwin Budaya Dayak