Operasi yang berlangsung pada Rabu (19 November 2025) ini berujung dengan diamankannya enam orang terduga pelaku. Pengen tahu barang bukti apa aja yang disita dan kronologi penangkapan malam itu? Yuk, lanjut baca sampai habis, Cess!
Balikpapan TV - Hai Cess! Malam di Kampung Ngenyan Asa, Kecamatan Barong Tongkok, Kabupaten Kutai Barat, mendadak riuh ketika aparat gabungan bergerak cepat membongkar dugaan jaringan kecil peredaran narkoba yang beraksi di dua titik berdekatan.
Operasi ini dipicu laporan warga yang melihat aktivitas mencurigakan di dua lokasi terdekat. Petugas langsung melakukan penyelidikan dan bergerak cepat menindaklanjuti informasi tersebut. Dari sanalah penangkapan dimulai.
Menurut Pasi Intel Kodim 0912/Kubar, Lettu Arm Nedi, “Kami menindaklanjuti laporan itu, dan di lapangan berhasil mengamankan enam orang beserta barang bukti narkotika.”
Ungkapan ini menegaskan bahwa peran masyarakat jadi kunci utama terbukanya jaringan tersebut.
Baca Juga: Tingkat Pengangguran Kaltim 2025 Naik, Ini Sektor yang Paling Banyak Menyerap Tenaga Kerja!
Barang Bukti Apa Saja yang Ditemukan Petugas?
Barang bukti ditemukan di dua titik berbeda yang jaraknya berdekatan. Di lokasi pertama, petugas menemukan empat terduga bersama sejumlah bong alat hisap dan 49 pocket sabu ukuran kecil.
Di titik kedua yang berupa rumah kos, aparat mengamankan dua orang beserta satu pocket sabu ukuran besar, timbangan digital, plastik bening, amplop kecil, serta uang tunai yang diduga hasil transaksi.
Bagaimana Proses Pengamanan Hingga Lewat Tengah Malam?
Proses berlangsung alot dan penuh ketegangan. Salah satu terduga menolak keluar meski aparat sudah meminta baik-baik, hingga aparat menghadirkan Petinggi Kampung Ngenyan Asa untuk membantu komunikasi.
Setelah negosiasi panjang, ia menyerahkan diri. Operasi akhirnya tuntas sekitar pukul 00.30 Wita dan seluruh terduga dibawa ke Makodim untuk pemeriksaan lanjutan.
Apa Peran Masing-Masing Terduga dalam Jaringan Ini?
Dari pemeriksaan awal, tiga orang diduga berperan sebagai operator transaksi. Mereka bertugas mengatur arus barang dan proses jual-beli yang berlangsung di dua titik tersebut.
Satu orang lain disebut sebagai bandar, sementara satu lainnya berperan ganda sebagai kurir sekaligus pengguna. Semuanya masih dalam pendalaman aparat sebelum diserahkan ke Polres Kutai Barat untuk proses hukum berikutnya.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, "Bukan Sekadar Info Biasa!"
FAQ
1. Kenapa operasi dilakukan malam hari?
Karena aktivitas mencurigakan terpantau berlangsung pada jam tersebut sehingga aparat memilih waktu efektif untuk penindakan.
2. Apakah jaringan ini termasuk jaringan besar?
Berdasarkan keterangan awal, jaringan ini tergolong kecil namun punya pola transaksi terstruktur sehingga tetap perlu penanganan serius.
3. Apa langkah aparat setelah pemeriksaan di Makodim?
Keenam terduga akan diserahkan ke Polres Kutai Barat untuk proses hukum lanjutan.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.