Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

PC Windows 98 dan Pentium MMX, Nostalgia Teknologi yang Kian Mahal

Bayu Actaviansyah Ramadhani • Kamis, 4 Juni 2026 | 17:58 WIB
PC Windows 98 berbasis Intel Pentium MMX lengkap dengan monitor CRT yang kembali menarik perhatian kolektor.
PC Windows 98 berbasis Intel Pentium MMX lengkap dengan monitor CRT yang kembali menarik perhatian kolektor.(BTV/Ai)

Durasi Baca: 5 Menit

Topik: Fenomena PC Windows 98 berbasis Intel Pentium MMX yang kembali diminati karena nilai nostalgia, sejarah teknologi, dan pengalaman komputasi klasik yang kini semakin langka ditemukan.

Ikhtisar: Komputer Windows 98 dengan prosesor Intel Pentium MMX kembali menarik perhatian kolektor dan penggemar teknologi lama. Meski spesifikasinya jauh tertinggal, nilai sejarah, pengalaman penggunaan autentik, dan faktor nostalgia membuat harga perangkat ini justru terus meningkat.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! PC Windows 98 yang dulu menjadi impian banyak keluarga kini kembali diburu kolektor. Menariknya, perangkat yang secara performa sudah jauh tertinggal justru memiliki harga jual yang terus merangkak naik.

Penasaran kenapa komputer lawas ini masih dicari hingga sekarang? Nah, kisahnya kada cuma soal teknologi lama, tapi juga memori yang melekat kuat di kepala banyak orang. Ikuti terus sampai habis, ada banyak cerita menarik di balik mesin jadul ini Ces!

Baca Juga: Perbandingan Mouse Gaming Rp16 Ribu sampai Rp2 Juta, Mana Paling Masuk Akal?

Mengapa PC Windows 98 Justru Semakin Mahal?

Jawabannya ada pada kombinasi nostalgia dan nilai koleksi. Banyak orang yang pernah tumbuh di era 1990-an mengingat komputer sebagai barang mewah yang harus diperjuangkan atau bahkan disewa di rental komputer lingkungan sekitar.

Di sisi lain, beberapa komponen lawas seperti prosesor Intel Pentium generasi awal memiliki kandungan material bernilai yang membuatnya tetap diminati kolektor. Faktor inilah yang ikut mendorong harga unit kondisi bagus berada di kisaran jutaan rupiah.

Apa Istimewanya Intel Pentium MMX 133 MHz?

Pada masanya, Intel Pentium MMX 133 MHz termasuk perangkat kelas atas. Prosesor ini membawa kemampuan menjalankan dua instruksi dalam satu siklus kerja, sesuatu yang menjadi lompatan besar dibanding generasi sebelumnya.

Unit yang diuji menggunakan RAM 32 MB dan menjalankan Windows 98 Second Edition. Jika dibandingkan standar komputer modern, spesifikasi tersebut memang terlihat sederhana. Namun pada akhir dekade 1990-an, kombinasi itu sudah dianggap sangat mumpuni.

Tampilan desktop Windows 98 Second Edition yang menjadi ikon komputer akhir 1990-an.(BTV/Ai)
Tampilan desktop Windows 98 Second Edition yang menjadi ikon komputer akhir 1990-an.(BTV/Ai)

Seperti Apa Tantangan Merakit dan Mengoperasikan PC Era 90-an?

PC klasik menuntut pemahaman teknis yang lebih tinggi. Pengguna harus memahami konfigurasi jumper pada hard disk IDE agar sistem dapat mengenali perangkat penyimpanan dengan benar saat proses booting.

Casing besi yang tebal, kabel Molex besar, hingga motherboard dengan pemisahan Northbridge dan Southbridge memperlihatkan bagaimana desain komputer saat itu berbeda jauh dari perangkat modern yang serba praktis.

Bahkan mencabut keyboard saat komputer menyala dapat membuat sistem gagal mendeteksi perangkat kembali tanpa proses restart penuh.

Mengapa Pengalaman Menggunakan Periferal Jadul Terasa Unik?

Karena hampir seluruh interaksi berlangsung secara mekanis. Mouse bola karet membutuhkan perawatan rutin akibat debu yang menumpuk pada bagian dalamnya.

Monitor CRT 14 inci juga menghadirkan sensasi berbeda. Selain mengonsumsi daya listrik besar, pengguna masih harus melakukan pengaturan distorsi layar secara manual agar tampilan tetap presisi.

Bagi sebagian orang, pengalaman sensorik seperti bunyi hard disk, klik keyboard lama, dan cahaya monitor tabung menjadi bagian paling berkesan dari komputer era tersebut.

Baca Juga: Xbox 360 Slim RGH Jadi Pilihan Gaming Murah Saat PS3 Masih Mahal

Bagaimana Rasanya Internet dan Penyimpanan di Windows 98?

Kapasitas penyimpanan saat itu sangat terbatas. Dari hard disk sekitar 1,86 GB, ruang kosong yang tersisa setelah instalasi sistem dan aplikasi hanya sekitar 15 MB.

Akses internet pun masih menggunakan modem dial-up melalui jaringan telepon rumah. Nomor Telkomnet Instan menjadi salah satu yang paling dikenang pengguna internet generasi awal di Indonesia.

Membuka halaman web membutuhkan kesabaran ekstra karena gambar muncul secara bertahap dari atas ke bawah. Proses yang saat ini mungkin terasa asing bagi generasi muda.

Apakah PC Pentium MMX Masih Mampu Menjalankan Game?

Ya, tetapi dengan batasan tertentu. Game klasik seperti Prince of Persia dan Pac-Man berjalan lancar tanpa hambatan berarti.

Hasil berbeda terlihat saat menjalankan Jazz Jackrabbit. Pada pengaturan bawaan, performanya turun drastis hingga hanya menghasilkan frame rate sangat rendah.

Setelah resolusi diturunkan ke 240p, game tersebut kembali berjalan nyaman. Kondisi ini menunjukkan bagaimana optimasi grafis menjadi faktor penting bahkan sejak era awal gaming PC.

Baca Juga: Windows Atlas Bikin Laptop Lemot Jadi Ngebut Modal Rp85 Ribu

Poin Penting:

• PC Windows 98 kembali diminati karena faktor nostalgia dan koleksi.
• Intel Pentium MMX 133 MHz menjadi prosesor unggulan pada masanya.
• Hard disk IDE memerlukan konfigurasi jumper manual.
• Monitor CRT dan mouse bola menghadirkan pengalaman penggunaan autentik.
• Internet masih mengandalkan modem dial-up melalui telepon rumah.
• Beberapa game klasik berjalan lancar, sementara game tertentu membutuhkan penyesuaian resolusi.

Insight redaksi: Fenomena naiknya harga PC Windows 98 menunjukkan bahwa nilai sebuah teknologi tidak selalu ditentukan performa. Ada faktor sejarah, pengalaman, dan memori yang ikut membentuk nilainya. Dari sudut pandang Balikpapan yang juga pernah mengalami masa berkembangnya rental komputer dan warnet awal, perangkat seperti ini menjadi pengingat perjalanan digital yang tidak instan. Menariknya, generasi muda kini mulai melihat komputer lawas bukan sebagai barang usang, melainkan artefak teknologi yang punya cerita. Ada nilai edukasi di sana. Ada jejak perkembangan zaman jua pang.

Kalau bubuhan ikam pernah menggunakan Windows 98 atau sempat merasakan suara modem dial-up, bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang mengenal sejarah komputer yang pernah mengubah cara orang belajar dan bermain.

Masih penasaran bagaimana rasanya bermain game dengan RAM 32 MB dan internet yang dihitung per menit? Ikuti terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Mengapa PC Windows 98 masih dicari saat ini?
Karena memiliki nilai nostalgia, sejarah teknologi, dan daya tarik koleksi.

2. Berapa kecepatan prosesor yang digunakan pada PC yang diulas?
Intel Pentium MMX dengan kecepatan 133 MHz.

3. Sistem operasi apa yang digunakan?
Microsoft Windows 98 Second Edition.

4. Apakah game lawas masih bisa dimainkan?
Ya, beberapa game klasik seperti Prince of Persia dan Pac-Man berjalan lancar.

5. Bagaimana cara internet bekerja pada era Windows 98?
Menggunakan modem dial-up yang terhubung ke jaringan telepon rumah.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
#Windows 98 Second Edition #Intel Pentium MMX 133 MHz #Telkomnet Instan