Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Perbandingan Mouse Gaming Rp16 Ribu sampai Rp2 Juta, Mana Paling Masuk Akal?

Bayu Actaviansyah Ramadhani • Minggu, 31 Mei 2026 | 07:52 WIB
Perbandingan mouse gaming murah dan premium di meja setup, memperlihatkan perbedaan desain, sensor, dan bobot perangkat. (BTV/Ai)
Perbandingan mouse gaming murah dan premium di meja setup, memperlihatkan perbedaan desain, sensor, dan bobot perangkat. (BTV/Ai)

Durasi Baca: 6 Menit

Topik: Perbandingan mouse gaming dari harga belasan ribu hingga jutaan rupiah untuk kebutuhan kerja dan permainan kompetitif

Ikhtisar: Pengujian berbagai mouse dari Rp16 ribu sampai Rp2 juta memperlihatkan satu hal penting: harga memang memengaruhi kualitas sensor dan kenyamanan. Namun, tidak semua mouse mahal wajib dibeli. Ada segmen tertentu yang justru paling masuk akal untuk gamer maupun pengguna harian.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Mouse murah ternyata kada selalu buruk. Dalam pengujian lintas harga yang dilakukan kanal YouTube ochaxt, justru mouse Rp16 ribu tampil lebih stabil dibanding beberapa mouse “gaming” murah Rp79 ribuan yang penuh gimmick tapi sensornya kacau saat dipakai main cepat.

Nah, di sinilah menariknya. Banyak orang fokus ke lampu RGB atau bentuk keren, padahal yang menentukan nyaman atau kada dipakai itu sensornya. Jadi sebelum asal checkout karena desain sangar, simak dulu perbandingan lengkapnya sampai habis, siapa tahu bubuhan ikam selama ini salah pilih mouse pang, Ces!

Baca Juga: ASUS TUF Gaming A14 FA401EA Tampil Tipis dengan Performa Gaming Buas

Apakah mouse Rp16 ribu benar-benar masih layak dipakai?

Jawabannya, surprisingly masih layak untuk kebutuhan santai. Mouse kabel Rp16 ribu yang diuji memang terasa sangat murah dari sisi material. Plastik tipis, scroll wheel full plastik, bahkan bagian bawahnya cuma tonjolan plastik biasa tanpa mouse feet PTFE.

Tapi uniknya, sensornya masih bisa diprediksi. Memang ada delay kecil saat digerakkan, namun kursor kada liar ke mana-mana. Dengan bobot cuma 55 gram, mouse ini malah terasa seperti “superlight” versi warung online. Buat browsing, kerja ringan, atau game santai seperti GTA, masih aman dipakai.

Masalah mulai muncul ketika banyak produk murah mencoba tampil “gaming”. Nah itu sudah.

Logitech G102 digunakan untuk gaming FPS dengan fokus pada sensor stabil dan mouse feet PTFE. (BTV/Ai)
Logitech G102 digunakan untuk gaming FPS dengan fokus pada sensor stabil dan mouse feet PTFE. (BTV/Ai)

Kenapa mouse gaming murah Rp79 ribuan justru bikin frustrasi?

Karena tampilannya kadang menipu ekspektasi. Mouse kabel Rp79 ribu hadir dengan desain ergonomis, tombol DPI, tombol samping, sampai kabel braided. Sekilas memang terasa premium dibanding harga belasan ribu.

Namun saat dites untuk flick cepat di game, sensornya langsung tracking loss. Kursor mendadak lompat ke atas, hilang arah, bahkan kadang seperti “terbang” sendiri. Buat game FPS kompetitif, kondisi seperti ini jelas bikin emosi naik turun.

Versi wireless dari Rexus di harga serupa ternyata mengalami problem hampir sama. Walau sudah punya koneksi dongle dan tombol DPI, performa sensornya tetap kesulitan mengikuti gerakan cepat. Tombol sampingnya juga terasa lembek saat ditekan.

Jadi kalau targetnya gaming serius, segmen ini malah jadi jebakan fitur. Desain keren kadada gunanya kalau tracking sensor ambyar, Ces!

Baca Juga: Lumix L10 vs Fujifilm X100VI, Kamera Premium Harian Mana Lebih Menarik?

Mouse office murah seperti Miniso, apakah lebih masuk akal?

Kalau fokusnya kerja atau kuliah, jawabannya iya. Mouse wireless Miniso Rp79 ribu justru tampil lebih realistis karena dari awal memang tidak dijual sebagai mouse gaming.

Desainnya minimalis dan sudah memakai silent click yang nyaman dipakai di kantor atau ruang kerja malam hari. Kliknya tetap terasa enak tanpa suara berisik. Buat buka spreadsheet, browsing, atau editing ringan, performanya stabil.

Sensor memang tetap akan tracking loss jika dipakai gerakan ekstrem di game FPS. Tapi untuk penggunaan santai sehari-hari, mouse ini terasa aman dan konsisten. Packaging-nya saja yang dianggap terlalu besar dan sedikit mubazir material.

Kadang memang yang simpel malah paling pas dipakai harian pang.

Mengapa Logitech G102 masih dianggap standar aman gamer budget?

Karena di titik inilah performa sensor mulai terasa serius. Logitech G102 yang ada di kelas Rp200 ribuan langsung memperlihatkan lompatan kualitas cukup jauh dibanding mouse murah.

Sensor terasa presisi tanpa delay. Kursor tetap stabil walau tangan digerakkan cepat. Mouse feet PTFE asli juga bikin pergerakan di mousepad terasa licin dan halus.

Kliknya ringan, renyah, dan memuaskan. Bentuk ambidextrous-nya cocok untuk banyak jenis genggaman tangan. Satu kekurangan yang masih terasa cuma kabel karetnya yang agak kaku.

Tapi kalau bicara performa gaming kompetitif murni, G102 jadi titik aman minimal. Banyak gamer pemula sampai semi-kompetitif masih mengandalkan mouse ini karena performanya konsisten dan kada banyak drama.

Apakah mouse Rp500 ribu sampai Rp2 juta benar-benar beda jauh?

Bedanya ada, tapi konteks pemakaiannya penting. Di kelas Rp500 ribuan seperti Rexus Daxa Air II Wireless atau Fantech Helios XD3, pengguna sudah masuk wilayah performa profesional.

Sensor aman untuk turnamen, koneksi wireless responsif, dan bobot mulai ringan. Di level ini, pembeli biasanya tinggal memilih bentuk mouse sesuai genggaman tangan.

Lalu masuk ke kelas flagship seperti Logitech G Pro X Superlight. Di sinilah detail kecil mulai terasa mahal. Material plastik terasa lebih solid, klik ultra-ringan, bobot cuma 61 gram walau bodinya full tanpa lubang.

Secara performa, memang top-tier. Mouse ini juga jadi standar banyak pro player dunia. Namun jika dibandingkan harga dan fungsi, peningkatan performanya tidak sejauh lonjakan dari mouse Rp80 ribu ke Rp200 ribu.

Artinya, mouse mahal itu soal pengalaman total dan kenyamanan jangka panjang, bukan sekadar “bisa dipakai main”.

Baca Juga: Laptop Gaming Rp15 Jutaan Terbaik April 2026, Ini Performa dan Bedanya

Jadi, mouse mana yang paling worth it dibeli?

Jawabannya tergantung kebutuhan. Dari pengujian ini, ada pola yang cukup jelas:

1. Budget super hemat
Mouse Rp16 ribu masih cukup buat kerja ringan dan game santai.

2. Kerja kantor dan browsing
Mouse office seperti Miniso lebih nyaman dibanding mouse gaming abal-abal murah.

3. Gaming kompetitif
Minimal masuk kelas Logitech G102 supaya sensor tetap stabil.

4. Gamer serius
Kelas Rp500 ribuan jadi titik paling seimbang antara performa dan harga.

5. Enthusiast dan pro player
Logitech G Pro X Superlight cocok buat yang mengejar kenyamanan maksimal tanpa kompromi.

Kadang barang mahal memang enak dipakai. Tapi kalau kebutuhan cuma buka Excel dan scrolling media sosial, kadada alasan memaksa beli mouse jutaan pang, Ces!

Poin Penting:

Insight: Banyak orang terjebak membeli periferal karena tampilan luar, padahal pengalaman pakai mouse paling terasa justru dari sensor dan kenyamanan genggaman. Dari pengujian ini kelihatan jelas, kenaikan harga paling terasa manfaatnya itu dari kelas murah ke entry gaming. Setelah lewat titik itu, peningkatan berubah jadi soal detail dan rasa premium. Jadi sebelum checkout, pahami dulu kebutuhan asli. Kada semua orang perlu mouse jutaan, nah itu sudah. Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin paham sebelum belanja periferal, Ces!

Masih bingung pilih mouse sesuai kebutuhan? Pantau terus update teknologi dan gear gaming cuma di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

  1. Apakah mouse Rp16 ribu cocok untuk gaming?
    Cocok untuk game santai, tetapi kurang ideal untuk game kompetitif cepat.

  2. Kenapa sensor mouse murah sering kacau?
    Karena kualitas tracking sensornya rendah saat menerima gerakan cepat.

  3. Apakah Logitech G102 masih layak dibeli tahun ini?
    Masih layak karena sensornya stabil dan performanya konsisten.

  4. Mouse wireless murah aman untuk game FPS?
    Sebagian besar masih mengalami tracking loss saat flick cepat.

  5. Apakah mouse mahal otomatis meningkatkan skill gaming?
    Tidak otomatis. Mouse mahal membantu presisi dan kenyamanan, tapi skill tetap faktor utama.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
#Logitech G102 #Logitech G Pro X Superlight #mouse gaming wireless