Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Laptop ASUS ExpertBook Ultra 2026 Bawa Layar Tandem OLED 3K dan RAM 64GB

Bayu Actaviansyah Ramadhani • Senin, 11 Mei 2026 | 20:45 WIB
ASUS ExpertBook Ultra dengan desain tipis nano-ceramic dan layar Tandem OLED 3K tampil premium untuk kerja modern (BTV/Ai)
ASUS ExpertBook Ultra dengan desain tipis nano-ceramic dan layar Tandem OLED 3K tampil premium untuk kerja modern (BTV/Ai)

Topik: Laptop ASUS ExpertBook Ultra Rp82 Juta Ini Punya Bodi Kuat dan Keamanan Tingkat Tinggi
Durasi Baca: 5 Menit

 

Baca Ringkas 30 Detik: ASUS ExpertBook Ultra hadir sebagai laptop bisnis ultra-premium dengan fokus utama pada ketahanan fisik, keamanan data, dan performa kelas tinggi. Bodinya tahan tekanan hingga 100 kilogram, layarnya memakai teknologi Tandem OLED 3K, serta dibekali sistem keamanan firmware modern untuk mengantisipasi ancaman digital masa depan. Scroll Lanjut Baca Selengkapnya, Ces!...

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Laptop bisnis biasanya identik dengan desain serius dan fitur standar kerja kantoran. Tapi ASUS ExpertBook Ultra B5604 malah datang seperti “tank elegan” versi modern. Harganya memang tembus sekitar Rp82 juta, tapi perangkat ini membawa kombinasi bodi super kuat, layar mutakhir, performa kelas atas, sampai perlindungan data tingkat korporat yang kada main-main pang.

Kalau ikam penasaran kenapa laptop setipis 1 cm ini bisa diinjak sampai 100 kilogram tapi masih nyala normal, baca terus sampai habis Cess!. Ada banyak detail menarik yang membuat perangkat ini terasa beda dari laptop kerja biasa yang sering wara-wiri di meja kantor.

Baca Juga: Pendingin PC Gamdias Aura GL240 V2 Update Performa Dingin Harga Rp690 Ribuan

Kenapa ASUS ExpertBook Ultra Disebut Laptop Dewa di Kelas Bisnis?

ASUS ExpertBook Ultra diposisikan bukan sekadar laptop kerja harian. Perangkat ini dirancang untuk pengguna yang mobilitasnya tinggi dan kada mau kompromi soal keamanan maupun ketahanan perangkat. Bodinya memakai material nano-ceramic yang dipadukan dengan magnesium aluminium. Hasilnya terasa kaku, kokoh, tapi tetap ringan saat dibawa.

Menariknya lagi, laptop seberat 1,1 kilogram ini sanggup menahan tekanan hingga 100 kilogram dalam pengujian ekstrem. Bahkan keyboard-nya tahan tumpahan air dan bodinya tahan gores benda tajam. Nah, ini yang bikin perangkat tersebut terasa cocok buat lingkungan kerja yang keras atau mobilitas tinggi. Apalagi buat bubuhan profesional yang sering berpindah lokasi kerja.

Ketebalannya juga cuma sekitar 1 cm. Tipis. Ringan. Tapi kada ringkih.

Apa yang Membuat Layar Tandem OLED 3K Ini Berbeda?

Bagian layar jadi salah satu fitur paling mencolok. ASUS menyematkan panel sentuh 14 inci beresolusi 3K dengan teknologi Tandem OLED. Teknologi ini memakai dua lapisan panel OLED yang bekerja bersamaan untuk menghasilkan tampilan lebih terang sekaligus efisien daya.

Kecerahannya bahkan diklaim mencapai 1400 nits saat mode HDR aktif. Angka itu membuat tampilan layar masih nyaman dilihat di area terang atau dekat cahaya matahari. ASUS juga menyebut teknologi ini mampu menghemat daya hingga 40 persen dibanding OLED standar.

Bukan cuma terang. Risiko burn-in juga diklaim lebih rendah.

Layar tersebut dilindungi Corning Gorilla Glass Matte sehingga pantulan cahaya terasa lebih minim. Jadi saat kerja di ruang terang atau dekat jendela kantor, mata kada cepat capek pang.

Bodi ASUS ExpertBook Ultra diuji tahan tekanan hingga 100 kilogram dengan desain tipis ringan (BTV/Ai)
Bodi ASUS ExpertBook Ultra diuji tahan tekanan hingga 100 kilogram dengan desain tipis ringan (BTV/Ai)

Seberapa Kencang Performa Laptop Rp82 Juta Ini?

ASUS ExpertBook Ultra memakai prosesor Intel Core Ultra X7 358H Panther Lake yang dipadukan RAM 64GB LPDDR5X dan SSD NVMe Gen 5. Kombinasi ini memang terasa “mentok kanan” untuk laptop bisnis modern.

RAM-nya memang model solder, tapi kapasitas 64GB membuat pengolahan file besar atau multitasking berat terasa jauh lebih lega. Ditambah lagi ada Intel Arc Graphics B390 yang mendukung multi-frame generation 4.

Meski bukan pengganti kartu grafis diskrit seperti RTX, kemampuan grafisnya tetap diperhitungkan untuk gaming resolusi 3K maupun pengolahan file berat. Apalagi dukungan shared memory dari RAM besar membuat performanya terasa stabil untuk pekerjaan kompleks.

Singkatnya, laptop ini kada cuma fokus aman. Tapi juga cepat.

Baca Juga: Konten AI dan Komunitas Kecil Dominasi Tren Global 2026, Ini Perubahan yang Paling Terasa.

Kenapa Sistem Keamanannya Jadi Sorotan Utama?

Bagian paling serius dari ASUS ExpertBook Ultra justru ada di sistem perlindungan datanya. ASUS menempatkan keamanan firmware sebagai prioritas utama. Jadi perlindungan bukan cuma di level aplikasi, tapi sampai BIOS.

Laptop ini dibekali self-healing BIOS, Asus Security Processor, serta teknologi post-quantum cryptography. Teknologi tersebut dipersiapkan untuk menghadapi ancaman peretasan generasi baru di masa depan.

ASUS juga menyematkan perlindungan firmware dengan standar NIST SP 800-193 yang digunakan dalam standar keamanan pemerintah Amerika Serikat.

Buat perusahaan besar, kebocoran data memang bisa jauh lebih mahal dibanding harga perangkatnya sendiri. Nah, itu sudah… makanya sektor keamanan jadi nilai utama di laptop ini.

Layar Tandem OLED 3K ASUS ExpertBook Ultra tampil terang dengan teknologi hemat daya modern (BTV/Ai)
Layar Tandem OLED 3K ASUS ExpertBook Ultra tampil terang dengan teknologi hemat daya modern (BTV/Ai)

Apakah Pengalaman Multimedia-nya Ikut Premium?

Walau fokus utama ada di bisnis dan keamanan, ASUS kada melupakan pengalaman hiburan. Laptop ini memakai sistem 6 speaker yang terdiri dari dua tweeter dan empat woofer dengan dukungan Dolby Atmos.

Suara yang keluar terasa lebih penuh dibanding laptop bisnis standar. Cocok buat presentasi multimedia, meeting online, atau sekadar menikmati audio saat kerja malam.

Touchpad-nya juga memakai material kaca dengan sistem haptic. Jadi sensasi klik terasa lebih presisi dan modern. Kadada kesan touchpad murahan pang.

Baterainya berkapasitas 70Wh dan diklaim mampu bertahan hingga 22 jam penggunaan. Angka yang jelas menarik buat pengguna dengan mobilitas padat.

Baca Juga: DJI Lito Series Harga Rp4 Jutaan Mulai Ramai Diburu

Poin Penting:

  1. ASUS ExpertBook Ultra memakai bodi nano-ceramic tahan tekanan hingga 100 kilogram

  2. Layar Tandem OLED 3K hadir dengan tingkat terang sampai 1400 nits

  3. Performa ditopang Intel Core Ultra X7 dan RAM 64GB LPDDR5X

  4. Sistem keamanan memakai self-healing BIOS dan post-quantum cryptography

  5. Audio 6 speaker Dolby Atmos membuat pengalaman multimedia terasa premium

Insight: Laptop seperti ASUS ExpertBook Ultra memperlihatkan arah baru perangkat bisnis modern. Fokusnya kada cuma cepat atau tipis, tapi juga perlindungan data dan ketahanan fisik. Di kota industri seperti Balikpapan yang aktivitas kerjanya padat dan mobilitas tinggi, perangkat tangguh memang punya nilai sendiri pang. Harga memang tinggi, tapi target pasarnya juga spesifik. Jadi bukan soal gaya dulu, melainkan soal risiko kerja dan efisiensi harian.

Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin paham kenapa laptop bisnis modern sekarang kada cuma soal performa Cess!.

Ikuti terus perkembangan gadget dan teknologi kerja modern hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ:

  1. Apa keunggulan utama ASUS ExpertBook Ultra dibanding laptop bisnis biasa?
    Keunggulan utamanya ada pada ketahanan bodi, keamanan firmware tingkat tinggi, dan teknologi layar Tandem OLED 3K.

  2. Berapa bobot ASUS ExpertBook Ultra?
    Laptop ini memiliki bobot sekitar 1,1 kilogram dengan ketebalan sekitar 1 cm.

  3. Apakah ASUS ExpertBook Ultra cocok untuk gaming?
    Laptop ini memakai Intel Arc Graphics B390 yang mendukung gaming resolusi 3K dan pengolahan file berat.

  4. Apa fungsi teknologi self-healing BIOS pada laptop ini?
    Teknologi tersebut membantu melindungi sistem BIOS dari ancaman malware dan kerusakan firmware.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
#ASUS ExpertBook Ultra #Tandem OLED 3K #Intel Core Ultra X7 #self-healing BIOS #nano-ceramic