Topik: DJI Lito Series Hadir Bawa Drone Ringan Fitur Premium
Durasi Baca: 5 Menit
Baca Ringkas 30 Detik: DJI memperkenalkan seri drone terbaru bernama Lito Series dengan dua pilihan, Lito One dan Lito X1. Keduanya membawa bobot ringan di bawah 249 gram, fitur terbang pintar, serta kemampuan video yang menarik untuk kreator konten. Perbedaan paling mencolok hadir pada sensor LiDAR, penyimpanan internal, dan remote layar bawaan di versi X1. Scroll Lanjut Baca Selengkapnya, Ces!...
Balikpapan TV - Hai Ces! DJI kembali bikin pasar drone ramai setelah kemunculan seri terbaru bernama Lito Series. Dua model langsung jadi sorotan, yaitu DJI Lito One dan DJI Lito X1. Menariknya, dua drone ini tetap memakai bobot di bawah 249 gram. Artinya, pengguna bisa menikmati pengalaman terbang praktis tanpa repot urusan lisensi pilot drone untuk regulasi tertentu. Harga yang dibawa juga cukup bikin banyak kreator konten melirik. Mulai Rp4 jutaan sampai paket combo Rp10 jutaan.
Masih penasaran kenapa seri ini cepat masuk obrolan para pecinta drone dan videografi? Nah, tahan dulu scrolling ikam. Ada beberapa detail menarik yang kada langsung kelihatan di awal, tapi justru jadi pembeda besar antara Lito One dan Lito X1. Dari sensor LiDAR sampai remote layar bawaan, semuanya punya pengaruh saat dipakai terbang harian Cess!.
Baca Juga: Mac Neo Desktop Mini Apple Harga 5 Jutaan Siap Masuk Sekolah dan Rumah
Kenapa DJI Lito Series Langsung Menarik Perhatian?
DJI tampaknya ingin membawa nuansa drone kelas atas ke harga yang lebih ramah kantong. Itu langsung terasa sejak unboxing. Lito One hadir lebih sederhana dengan remote RC3 yang masih mengandalkan smartphone sebagai layar utama. Kadada tas penyimpanan khusus di paket standarnya.
Berbeda dengan Lito X1 Fly More Combo yang langsung terasa lebih lengkap. Ada tas bawaan, tiga baterai intelligent, dan remote RC2 dengan layar terintegrasi. Jadi kada perlu repot pasang ponsel dulu sebelum terbang.
Yang bikin banyak bubuhan kreator konten mulai melirik, dua drone ini juga sudah punya fitur pintar seperti Active Track, MasterShots, sampai QuickShots. Jadi walau bodinya ringan, pengalaman terbangnya kada terasa “murahan” pang.
Apa Bedanya LiDAR di DJI Lito X1 dan Lito One?
Perbedaan paling penting ada di sensor LiDAR. Fitur ini cuma tersedia di DJI Lito X1. Fungsi utamanya untuk membantu navigasi dan penghindaran rintangan secara lebih akurat, terutama saat kondisi cahaya mulai minim.
Lito One kada punya teknologi ini. Jadi pengalaman terbangnya lebih sederhana dan cocok dipakai di kondisi terang atau siang hari. Sementara Lito X1 terasa lebih aman untuk pengguna yang ingin fleksibel terbang di waktu berbeda.
Sensor LiDAR ini juga memberi rasa percaya diri tambahan saat drone bergerak otomatis mengikuti objek. Nah, itu yang bikin banyak orang mulai membandingkan X1 dengan drone kelas lebih mahal.
Bukan cuma soal teknologi canggih pang. Tapi soal rasa aman waktu drone terbang dekat pohon atau area sempit. Itu detail kecil yang kadang baru terasa penting pas drone sudah di udara.
DJI Lito X1 punya memori internal 42 GB. Detail ini kelihatannya sederhana, tapi cukup membantu. Terutama buat pengguna yang sering lupa membawa kartu MicroSD.
Dengan penyimpanan internal bawaan, proses rekam video jadi lebih cepat tanpa harus cek kartu memori dulu. Sedangkan Lito One sepenuhnya masih mengandalkan MicroSD.
Remote juga jadi pembeda besar. RC2 pada Lito X1 sudah memakai layar bawaan. Tinggal nyalakan lalu terbang. Kada perlu kabel tambahan atau dudukan smartphone.
Sementara RC3 pada Lito One masih meminta smartphone sebagai layar navigasi. Buat sebagian pengguna, itu kadada masalah. Tapi buat yang suka gercep ambil footage outdoor, remote layar bawaan jelas terasa lebih praktis.
Baca Juga: Armor V8 Monitor Portable Sekaligus Konsol Game Murah, Cocok Buat Santai
Bagaimana Kualitas Video DJI Lito X1 Dibanding Lito One?
Keduanya sama-sama membawa kualitas video yang stabil untuk kebutuhan konten harian. Namun DJI Lito X1 punya keunggulan tambahan berupa dukungan profil warna D-Log 10-bit.
Fitur ini penting untuk proses editing karena memberikan rentang dinamis lebih luas. Warna dan pencahayaan bisa diolah lebih fleksibel saat masuk software editing video.
Lito One tetap bisa dipakai bikin konten media sosial dengan hasil yang sudah cukup rapi. Apalagi untuk pengguna pemula yang ingin belajar drone tanpa langsung keluar biaya besar.
Satu hal yang sama di dua drone ini, kamera kada bisa diputar vertikal secara fisik. Sistem portrait dilakukan lewat metode crop. Jadi pengguna perlu memahami batasan itu sebelum produksi konten vertikal intensif.
Apakah Performa Terbangnya Stabil untuk Pemula?
Dalam pengujian yang ditampilkan DKID Media, dua drone ini terlihat punya kestabilan cukup baik saat terkena hembusan angin dekat outdoor AC. Gerakan hover masih terlihat stabil dan respons kontrol juga cukup halus.
Fitur Active Track turut jadi perhatian karena drone masih bisa mengikuti subjek dengan cukup baik meski sempat terhalang objek seperti pohon. Buat pengguna pemula, fitur seperti ini jelas membantu proses pengambilan video agar terasa lebih sinematik tanpa perlu skill pilot tingkat tinggi.
Poin Penting:
1. DJI Lito One dijual mulai Rp4 jutaan untuk pasar pemula.
2. DJI Lito X1 punya sensor LiDAR untuk navigasi lebih aman.
3. Lito X1 dibekali memori internal 42 GB dan remote layar RC2.
4. Kedua drone mendukung fitur pintar seperti Active Track dan QuickShots.
5. Kamera portrait masih memakai sistem crop, bukan rotasi fisik.
Insight: Seri Lito ini menarik karena DJI terlihat mulai membaca kebutuhan pengguna harian yang ingin drone praktis tanpa banyak persiapan teknis. Di Balikpapan sendiri, tren aerial video makin ramai dipakai untuk konten wisata, otomotif, sampai dokumentasi kegiatan outdoor. Jadi fitur sederhana seperti remote layar bawaan atau memori internal justru terasa berguna di lapangan. Kada cuma soal spesifikasi tinggi pang, tapi soal kenyamanan pemakaian nyata sehari-hari.
Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam yang lagi cari drone ringan buat konten atau kebutuhan terbang santai Cess!.
Update teknologi drone makin ramai dibahas anak muda sekarang, jadi pantau terus info terbaru hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ:
1. Apa perbedaan utama DJI Lito One dan Lito X1?
Perbedaan paling besar ada pada sensor LiDAR, memori internal 42 GB, dan remote layar bawaan yang hanya tersedia di Lito X1.
2. Apakah DJI Lito Series perlu lisensi drone khusus?
Seri ini memiliki bobot di bawah 249 gram sehingga untuk regulasi tertentu pengguna kada memerlukan lisensi khusus.
3. Apakah DJI Lito One cocok untuk pemula?
Cocok. Harganya lebih terjangkau dan fitur dasarnya sudah cukup untuk kebutuhan konten media sosial.
4. Apakah kamera DJI Lito Series bisa portrait vertikal penuh?
Kamera belum bisa berputar vertikal secara fisik karena masih memakai sistem crop untuk mode portrait.