Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Konsol Genggam Layar CRT Unik, Sensasi Retro Futuristik yang Beda

Bayu Actaviansyah Ramadhani • Kamis, 30 April 2026 | 14:06 WIB
Konsol genggam layar melengkung CRT dengan desain retro futuristik mencuri perhatian (BTV/Ai)
Konsol genggam layar melengkung CRT dengan desain retro futuristik mencuri perhatian (BTV/Ai)

Topik: Konsol genggam layar CRT unik hadirkan sensasi retro futuristik beda dari tren modern
Durasi Baca: 5 menit

 

Baca Ringkas 30 Detik: Perangkat konsol genggam dengan desain retro futuristik ini menghadirkan layar melengkung bergaya CRT yang menciptakan ilusi kedalaman visual unik. Performa optimal pada game klasik, namun terbatas untuk konsol berat. Cocok bagi pencinta nostalgia yang mencari pengalaman berbeda dari standar modern. Scroll Kebawah Lanjut Baca Selengkapnya, Ces!...

 

Balikpapan TV - Hai Cess! Konsol genggam ini datang bukan buat ikut tren layar tipis dan tajam, tapi malah muter arah. Desainnya bawa nuansa lama, lengkap dengan efek layar melengkung yang bikin ingatan balik ke era televisi tabung.

Lanjut terus nah, jangan sampai kelewatan detail menariknya sampai habis. Soalnya, ini bukan sekadar alat main game biasa, tapi semacam mesin waktu kecil yang dibungkus gaya nyentrik.

Baca Juga: Update DJI Mini 5 Pro: Simulator Baru dan LED Fleksibel Buat Terbang Lebih Aman

Kenapa desain konsol ini terasa beda dari yang lain?

Kesan pertama langsung kena. Bentuknya seperti benda dari masa lalu yang lompat ke masa depan. Gaya 1950-an terasa kuat, dari bodi sampai kontrolnya. D-pad dibuat tidak biasa, tombol utama malah menyerupai roda gigi. Aneh? Iya. Tapi justru di situ daya tariknya.

Ada detail yang bikin geleng kepala juga. Garis speaker di depan ternyata cuma pajangan, speaker aslinya malah di bawah. Nah itu sudah, unik pang. Belum lagi saat dibuka, baterainya tidak terlalu kencang posisinya. Digoyang sedikit, bunyi. Pahamlah ikam, kualitas rakitan masih ada catatan.

Seperti apa pengalaman layar CRT di konsol ini?

Fitur utama jelas di layar. Walau bukan CRT asli, efeknya cukup meyakinkan. Lensa plastik cembung dipasang di atas layar LCD, menciptakan ilusi kedalaman. Saat perangkat digerakkan, gambar terasa ikut bergeser. Seolah hidup.

Tambahan shader CRT di sistem bikin tampilan makin terasa klasik. Game lama jadi terasa beda. Bukan cuma dilihat, tapi dirasakan. Ada sensasi visual yang jarang ditemukan di layar modern yang terlalu “bersih”.

Desain konsol bergaya 1950-an dengan tombol unik dan bentuk eksentrik (BTV/Ai)
Desain konsol bergaya 1950-an dengan tombol unik dan bentuk eksentrik (BTV/Ai)

Bagaimana performa game di perangkat ini?

Untuk game retro, hasilnya solid. NES, SNES, sampai GBA berjalan lancar. Main Pokémon terasa pas dengan layar seperti ini. Nostalgia langsung naik, tanpa gangguan berarti.

Masuk ke level lebih berat, mulai terlihat batasnya. Nintendo 64 kurang stabil. Visual tidak maksimal. PlayStation 1 masih bisa dinikmati, apalagi dengan analog stick yang cukup nyaman.

Nah, untuk PSP? Kadada harapan tinggi. Game berat seperti God of War sulit dimainkan. Frame rate jatuh, layar sempat berkedip. Jadi jelas, ini bukan mesin buat semua generasi.

Apa saja fitur tambahan yang dibawa?

Secara fitur, masih cukup lengkap. Ada kartu SD 128GB untuk penyimpanan. Headphone jack tersedia, jadi bisa main tanpa ganggu sekitar. Dua port USB juga disediakan, satu untuk charging, satu lagi buat transfer data.

Ukuran perangkat ini mirip dengan konsol emulator lain yang sudah dikenal. Tidak terlalu besar, masih enak dibawa. Cocok buat isi waktu santai, entah di rumah atau lagi nongkrong.

Baca Juga: MOTOROiD Lambda Yamaha, Motor AI yang Bisa Belajar dan Tumbuh Bersama Pengendara

Layak dibeli atau cuma sekadar unik saja?

Jawabannya tergantung kebutuhan. Kalau cari performa tinggi, jelas bukan pilihan utama. Tapi kalau mencari sensasi berbeda, ini menarik. Desainnya tidak pasaran. Layarnya punya karakter.

Harga di kisaran $40 sampai $50 juga masih masuk akal. Tidak mahal untuk sesuatu yang unik. Apalagi buat kolektor atau yang kangen nuansa lama tanpa ribet pakai perangkat besar.

Poin Penting:

  1. Desain retro futuristik dengan gaya 1950-an yang mencolok

  2. Layar melengkung pseudo CRT menciptakan efek visual unik

  3. Performa optimal untuk game NES, SNES, dan GBA

  4. Emulator N64 dan PSP kurang maksimal

  5. Fitur cukup lengkap dengan penyimpanan besar dan port USB

Insight: Konsol ini bukan sekadar alat hiburan, tapi simbol arah berbeda dalam dunia gaming portabel. Di tengah tren layar modern, pendekatan retro justru punya tempat sendiri. Di Balikpapan, gaya seperti ini bisa jadi daya tarik tersendiri bagi bubuhan yang suka barang unik. Kada semua orang cari spesifikasi tinggi, kadang pengalaman visual yang beda itu yang dicari. Nah, ini menjawab itu.

Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham tren unik ini. Siapa tahu jadi bahan obrolan santai sambil ngopi sore, Cess.

Gas terus ikuti perkembangan dunia konsol unik yang kadada habisnya, tetap pantau update terbaru hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ:

  1. Apa keunggulan utama konsol ini dibanding konsol modern?
    Keunggulannya ada pada desain retro dan efek layar melengkung yang menciptakan pengalaman visual berbeda.

  2. Apakah konsol ini cocok untuk semua jenis game?
    Tidak, hanya optimal untuk game retro seperti NES, SNES, dan GBA.

  3. Bagaimana kualitas build konsol ini?
    Ada beberapa kekurangan seperti baterai yang kurang kokoh dan detail desain yang hanya dekoratif.

  4. Apakah harga konsol ini sepadan dengan fitur yang diberikan?
    Masih sepadan, terutama untuk yang mencari pengalaman unik dan nuansa nostalgia.

my ride-or-die for updates

my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
#konsol genggam #layar CRT #game retro #desain 1950-an #emulator game