Ikhtisar: Garuda UNY Eco Team menorehkan prestasi internasional dengan meraih juara Urban Concept ICE Shell Eco-marathon 2026 di Qatar.
Balikpapan TV - Hai Cess! Prestasi membanggakan datang dari dunia kampus Indonesia. Garuda UNY Eco Team sukses meraih peringkat pertama kategori Urban Concept Internal Combustion Engine pada Shell Eco-marathon Asia-Pacific and Middle East 2026 di Qatar. Ajang ini digelar pada 21–25 Januari 2026 di Lusail International Circuit dan diikuti puluhan tim dari berbagai negara. Hasilnya bukan main, tim asal Universitas Negeri Yogyakarta ini mencatat efisiensi energi 535 kilometer per liter dan naik ke podium tertinggi.
Capaian ini patut disimak sampai tuntas. Bukan hanya soal piala, tapi tentang proses, kerja kolektif, serta konsistensi inovasi energi berkelanjutan yang dibawa mahasiswa Indonesia ke panggung global. Penasaran detail kisahnya dari Qatar sampai dukungan di balik layar? Baca terus sampai akhir Cess!.
Bagaimana Garuda UNY Eco Team bisa menjuarai Shell Eco-marathon 2026?
Keberhasilan Garuda UNY Eco Team tidak datang tiba-tiba. Kompetisi Shell Eco-marathon 2026 diikuti 96 tim dari Asia Pasifik dan Timur Tengah. Indonesia sendiri mengirim 28 tim dari berbagai perguruan tinggi. Di tengah persaingan ketat itu, Garuda UNY tampil solid sejak tahap awal.
Seluruh rangkaian lomba dilalui mulai dari technical inspection, practice race, hingga final race. Setiap tahap menuntut ketelitian, kesiapan teknis, dan konsistensi performa kendaraan. Tim UNY mampu melewati semua proses tersebut dengan stabil dan tanpa kendala berarti.
Ketua tim, Fadhil Akmal, mahasiswa S1 Teknik Manufaktur, memimpin langsung koordinasi lapangan. Hasil akhirnya, Garuda UNY Team keluar sebagai juara kategori Urban Concept ICE dengan catatan efisiensi energi 535 km per liter, angka yang memastikan posisi puncak kompetisi.
Siapa saja yang terlibat dalam tim dan pendampingan kompetisi ini?
Garuda UNY Eco Team diperkuat tujuh mahasiswa yang menjadi perwakilan resmi Universitas Negeri Yogyakarta. Mereka didampingi dua dosen advisor, yakni Dr. Ir. Zainal Arifin, M.T. dan Dr. Sutiman, S.Pd., M.T., yang berperan penting dalam pendampingan teknis dan strategi.
Peran advisor tidak hanya pada aspek teknis kendaraan, tetapi juga memastikan kesiapan tim dalam menghadapi standar kompetisi internasional. Pendampingan ini menjadi fondasi kuat dalam menjaga performa tim tetap optimal di setiap sesi lomba.
“Prestasi ini merupakan hasil dari kerja keras, kekompakan, dan komitmen seluruh anggota tim, serta bimbingan dari para advisor. Kami bangga dapat membawa nama Universitas Negeri Yogyakarta dan Indonesia di ajang internasional,” ucap Fadhil Akmal.
Baca Juga: Solusi Penyimpanan Lemari Dapur Tahan Lama dengan Material Aluminium
Apa makna dukungan KBRI dan berbagai pihak selama di Qatar?
Selama berada di Qatar, Garuda UNY Eco Team mendapat dukungan langsung dari Kedutaan Besar Republik Indonesia. Tim tiba pada 20 Januari 2026 dan melakukan kunjungan ke KBRI setempat sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.
Pada 23 Januari 2026, perwakilan KBRI juga mengunjungi paddock seluruh tim Indonesia, termasuk Garuda UNY Team. Kunjungan ini menjadi bentuk dukungan moral dan perhatian terhadap perjuangan mahasiswa Indonesia di ajang internasional.
Selain KBRI, dukungan kuat datang dari pihak kampus, Fakultas Teknik UNY, serta para alumni. Alumni yang berdomisili di Qatar turut membantu memenuhi kebutuhan tim selama kompetisi. Dukungan sponsor seperti Prestone, Master, dan mitra lainnya juga memberi kontribusi nyata dalam kelancaran partisipasi tim.
Mengapa capaian ini penting bagi inovasi energi berkelanjutan Indonesia?
Prestasi Garuda UNY Eco Team bukan sekadar kemenangan lomba. Capaian ini menegaskan konsistensi inovasi mahasiswa Indonesia dalam pengembangan teknologi kendaraan hemat energi dan ramah lingkungan.
Shell Eco-marathon sendiri menantang peserta untuk merancang kendaraan dengan efisiensi energi setinggi mungkin melalui teknologi dan strategi pengelolaan energi. Keberhasilan UNY membuktikan bahwa riset dan inovasi di kampus mampu bersaing secara global.
Lebih jauh, pencapaian ini menjadi sumber motivasi bagi mahasiswa lain untuk terus berinovasi. Garuda UNY Team menyatakan komitmen untuk terus berkontribusi dalam pengembangan teknologi berkelanjutan dan membawa nama baik Universitas Negeri Yogyakarta serta Indonesia di level internasional, pahamlah ikam.
Insight: Prestasi Garuda UNY Eco Team menunjukkan bahwa inovasi energi berkelanjutan tumbuh dari kolaborasi, disiplin, dan dukungan ekosistem pendidikan. Bagi pembaca, kisah ini memberi gambaran nyata bahwa riset mahasiswa Indonesia memiliki daya saing global. Semangat kolektif seperti ini penting untuk terus dijaga agar pengembangan teknologi ramah lingkungan tidak berhenti di ruang kelas, tetapi terus melaju di panggung dunia.
Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya semakin banyak yang paham perjuangan mahasiswa Indonesia di level internasional, nah’ itu sudah!.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, "Bukan Sekadar Info Biasa!"
FAQ
Apa itu Shell Eco-marathon?
Kompetisi internasional yang menantang pelajar dan mahasiswa merancang kendaraan paling efisien energi.
Berapa efisiensi energi yang dicapai Garuda UNY Team?
Garuda UNY Eco Team mencatat efisiensi energi sebesar 535 kilometer per liter.
Siapa ketua Garuda UNY Eco Team pada SEM 2026?
Tim ini diketuai oleh Fadhil Akmal, mahasiswa S1 Teknik Manufaktur UNY.
DISCLAIMER
Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Gambar dapat saja dihasilkan AI di artikel ini hanya sebagai ilustrasi pendukung yang membantu pembaca memahami konteks informasi bukan sebagai bukti realistis. Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.