Balikpapan TV - Hai Cess! Bayangin deh, ada kacamata pintar berfitur AI yang bisa motret, nerjemahin bahasa, bahkan ngenalin objek di depan mata, tapi harganya... di bawah sejuta! Yap, inilah Smart Glass AI Camera yang diulas oleh kanal YouTube Kios Komputer. Kacamata ini sukses bikin heboh karena performanya nyaris menandingi Meta Ray-Ban yang harganya belasan juta.
Dengan harga cuma sekitar Rp959 ribu, kacamata ini menawarkan fitur-fitur futuristik yang sebelumnya cuma bisa ditemuin di produk kelas premium. Dari desain, build quality, sampai kemampuan AI-nya, semua dibongkar habis dalam video berdurasi lebih dari 20 menit itu.
Kacamata AI Murah Tapi Serius Canggih
Kacamata pintar model ES3 E03 ini bukan sekadar aksesori gaya-gayaan. Di dalamnya tertanam fitur yang bikin geleng kepala: WiFi Data Transmission, Touch Operation, Large AI Model, hingga kamera 8MP yang bisa merekam video 1080p 30fps.
Dibanderol di bawah Rp1 juta, ia berani menantang produk sekelas Meta/Ray-Ban yang harganya bisa belasan juta. Fitur-fiturnya lengkap, mulai dari voice assistant, translate real-time, sampai pengenalan objek pakai AI.
Desainnya Ringan Tapi Berasa Premium
Pas dibuka dari kotaknya, langsung kerasa kualitas build-nya: plastik tebal dan rapi, bukan tipe murahan. Isinya juga lengkap — ada dua jenis lensa (hitam dan transparan), kabel charger magnetik Tipe-C, serta lap pembersih.
Di sisi kanan dan kiri frame-nya terdapat tombol multifungsi, lubang mic, dan port charger magnetik. Kamera mungil di bagian depan tampak nyatu dengan desainnya, bikin tampilannya tetap clean dan elegan tanpa kesan “tech freak”.
AI-nya Beneran Aktif, Bukan Gimmick
Yang bikin kacamata ini menarik bukan cuma kameranya, tapi otak AI di baliknya. Saat dihubungkan ke aplikasi lewat Bluetooth dan Wi-Fi, kacamata bisa mengenali objek secara otomatis. Cukup klik dua kali tombol kiri, kamera langsung memotret dan menjelaskan apa yang terlihat di depan.
“Perekaman untuk fitur ini harus diatur posisinya agar pas,” jelas sang reviewer. Suaranya memang panjang dan bisa terdengar lucu kalau terus-terusan aktif, tapi fungsi dasarnya jalan dengan baik dan akurat.
Translate Real-Time, Si Traveler Bakal Suka
Fitur terjemahan jadi highlight paling mencuri perhatian. Bayangin, kamu ngomong bahasa sehari-hari seperti “Coba sih Bro kamu ke samping Indomaret,” dan si kacamata langsung bisa menerjemahkannya dalam waktu nyata!
Menariknya lagi, hasil terjemahan bisa keluar lewat speaker kecil di sisi kanan frame. Jadi, kamu bisa berinteraksi tanpa harus melototin layar ponsel — praktis buat traveler atau content creator yang sering mobile.
Asisten Suara dan Kontrol Simpel
Dengan ucapan “Halo sence”, voice assistant-nya langsung aktif. Fitur ini bisa membantu menjalankan fungsi dasar seperti merekam video, memotret, hingga memutar musik lewat speaker bawaan.
Tombol kanan dan kiri punya fungsinya sendiri: satu klik buat foto, dua klik buat mulai/berhenti merekam video, sedangkan tombol kiri ditahan untuk rekam audio. Simpel, nggak ribet, dan terasa intuitif saat dipakai di luar ruangan.
Fitur Tambahan yang Bikin Aman dan Efisien
Ada fitur wearing detection yang otomatis nyalain kacamata pas dipakai dan matiin saat dilepas, bikin baterai lebih hemat. Bahkan, gesture control-nya bisa diatur layaknya earphone TWS — bisa ubah volume, play/pause, atau panggil AI.
Dan yang patut diacungi jempol: sistem privasinya! Lampu putih di sisi depan akan menyala setiap kali kamera aktif. Artinya, orang di sekitar tahu kalau mereka sedang direkam — sama seperti kebijakan privasi di Meta Ray-Ban.
Kualitas Video Cukup Stabil dan Layak Konten
Dalam pengujian siang, sore, dan malam, hasil video dinilai “lumayan oke”. Stabilisasi berjalan cukup baik meski tanpa gimbal tambahan. Satu hal yang unik, hasil videonya berbentuk square alias kotak, bukan landscape penuh.
Bagi yang sering bikin konten vertikal atau story pendek, format ini justru cocok. “Kualitasnya lumayan, stabilisasinya terasa saat jalan,” ungkap reviewer sambil memperlihatkan hasil rekaman di berbagai kondisi cahaya.
Harga Murah, Tapi Fitur Melimpah
Dengan harga cuma Rp959 ribu, sulit rasanya mencari tandingan sepadan. Fitur translate, pengenalan objek, sampai voice assistant semuanya jalan mulus. Kacamata ini sukses memadukan fungsi kamera, AI, dan audio dalam satu perangkat ringan.
“Dengan harga di bawah Rp 1 juta, kacamata ini dianggap camik dengan build quality yang baik dan fitur yang lengkap,” ujar presenter di akhir video. Sebuah penilaian jujur yang menegaskan: murah belum tentu murahan, apalagi kalau fungsinya selengkap ini.
Worth It Buat Siapa Aja?
Kalau kamu hobi traveling, sering meeting online, atau suka dokumentasi kegiatan tanpa ribet, ini bisa jadi pilihan ideal. Tinggal pakai, rekam, terjemahkan, dan upload — semua bisa dilakukan dari satu perangkat mungil di wajahmu.
Tips singkat: pastikan posisi kamera sejajar mata agar hasil pengenalan objek akurat. Jangan lupa aktifkan mode privasi kalau dipakai di area publik, biar tetap sopan dan nyaman buat orang sekitar.
AI Glasses: Tren Teknologi Masa Depan yang Makin Dekat
Produk seperti ini jadi bukti nyata kalau teknologi AI makin mudah diakses. Dulu, fitur sejenis hanya bisa dinikmati lewat produk premium dari brand global. Sekarang? Sudah bisa kamu bawa pulang dengan harga di bawah sejuta.
Dan kalau tren ini berlanjut, bukan tidak mungkin nantinya kita bakal melihat AI Glass jadi gadget harian seperti smartwatch atau earbuds. Satu langkah kecil menuju masa depan yang makin canggih dan terhubung.
Jadi, apakah kamu siap melangkah ke dunia baru lewat sepasang kacamata pintar ini, Cess?
Bagikan artikel ini ke temanmu biar mereka tahu ada teknologi keren tanpa bikin kantong bolong!
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'(Rohman)