Balikpapan TV - Hai Cess! Dunia teknologi lagi riuh karena kehadiran Huawei Mate XT, ponsel lipat tiga pertama yang dijual resmi di Indonesia. Nggak cuma sekadar gadget futuristik, tapi benar-benar jadi bukti seberapa jauh inovasi bisa menembus batas. Mulai dari desain tipis ekstrem, layar fleksibel tiga sisi, hingga baterai yang disusun sepresisi karya seni—semuanya bikin penasaran.
Huawei nekat bawa ponsel ini ke Tanah Air dengan harga yang “wah” — puluhan juta rupiah. Tapi tunggu dulu, di balik harga itu ada cerita gila soal riset, desain, dan keberanian untuk menjual teknologi yang bahkan belum punya lawan di pasaran global. Jadi, yuk kita bedah kenapa Mate XT ini disebut HP “tergila” yang pernah ada!
Inovasi Tiga Lipatan: Saat HP Jadi Tablet dan Laptop Sekaligus
Huawei Mate XT bukan cuma HP lipat biasa. Saat dibuka penuh, bodinya hanya 3,6 mm tipis, lebih tipis dari sebagian besar tablet yang beredar. Rasanya kayak pegang masa depan dalam genggaman.
Bobotnya memang terasa solid di angka 300 gram lebih, tapi itu sebanding dengan material premium yang membungkusnya. Ponsel ini punya kulit vegan marun elegan dengan aksen emas di rangka metalnya. Satu kata: mewah!
Desain Premium & Ketahanan: Gaya Sultan di Era Futuristik
Bagian belakang Mate XT seperti karya seni. Huawei menamainya Eonic Curves, hasil dari 78 proses tempa baja hingga membentuk modul kamera yang tampak eksklusif. Gaya dan presisi bertemu di satu titik.
Casing tambahan wajib dipasang karena salah satu sisi layar tetap terbuka saat dilipat. Tapi tenang, casingnya keren—ada kickstand bawaan yang bisa dipakai buat nonton atau kerja santai di meja kopi. Praktis dan bergaya.
Layar Fleksibel 3 Mode: Satu HP, Tiga Dunia Pengalaman
Mate XT menawarkan tiga mode tampilan. Pertama, Mode HP normal (6,4 inci), cocok untuk chatting dan media sosial. Kedua, Mode Foldable biasa (7,9 inci), pas buat multitasking. Dan terakhir, Mode tablet penuh (10,2 inci) — pengalaman visual maksimal untuk streaming atau kerja.
Baca Juga: Canggihnya Wearable Tech 2025, Smartwatch Jadi Asisten Medis di Pergelangan Tangan
Yang bikin keren, layarnya punya rasio memanjang dan mendukung split screen di dua maupun tiga mode. Buka dokumen di kiri, video di kanan, dan musik tetap jalan di belakang. Semua mulus berkat panel OLED LTPO 90 Hz yang super halus di mata.
Baterai Besar & Chipset Tangguh: Tenaga Super untuk Tiga Layar
Huawei menyematkan tiga lapisan baterai tipis (1,9 mm tiap lempeng) dengan total kapasitas 5.600 mAh. Ini jauh di atas Samsung Fold 6 yang hanya 4.400 mAh. Jadi, walau layarnya besar, daya tahannya tetap stabil seharian.
Di dapur pacu, Mate XT mengandalkan chipset Kirin 9000, RAM 16 GB, dan penyimpanan 1 TB. Untuk gaming, HP ini bisa melibas Mobile Legends di 60 FPS dan Genshin Impact di 40–50 FPS di mode medium. Ringan, tapi tetap stabil—meski belum dukung 5G resmi dan Google Mobile Services.
Pujian dari Reviewer: Huawei Dapat Tiga Jempol Sekaligus
Para reviewer menyebut inovasi Huawei ini “gila-gilaan”. Mereka kagum karena Huawei berani menjual HP ini secara komersil, bukan cuma sekadar konsep pameran.
Mate XT juga resmi hadir di Indonesia dengan layanan purna jual premium: garansi layar setahun, empat kali ganti screen protector gratis selama dua tahun, dan dukungan servis resmi di jaringan Huawei Care. Langkah berani yang menunjukkan komitmen serius mereka di pasar global.
Huawei Mate X6: Si Adik Tangguh yang Tak Kalah Mengesankan
Dalam video review yang sama, Huawei juga menyinggung Mate X6, versi lipat dua dengan bodi aluminium kelas aviasi yang diklaim bisa menahan beban hingga 150 kg.
Selain kuat, kamera Mate X6 juga disebut “the best” di kelasnya, berkat sistem extra ultra chroma camera yang mampu menghasilkan warna tajam dan natural. Huawei benar-benar tahu cara bikin produk yang bukan sekadar tren, tapi pernyataan visi.
Status Viral & Perhatian Dunia: Dari Jensen Huang ke IShowSpeed
Huawei Mate XT sempat viral karena menarik perhatian tokoh besar seperti Jensen Huang (CEO Nvidia) dan IShowSpeed yang langsung beli tiga unit sekaligus setelah mencobanya. Itu bukti nyata kalau HP ini bukan cuma pameran teknologi, tapi benar-benar menggoda untuk dimiliki.
Ketika merek lain masih sibuk menyempurnakan layar lipat dua, Huawei sudah melangkah tiga kali lebih jauh. Inilah bukti bahwa industri ponsel masih punya ruang besar untuk berinovasi—asal berani melangkah.
Refleksi & Tips Singkat: Worth It Nggak Buat Dibeli?
Kalau kamu pencinta teknologi yang haus pengalaman baru, Mate XT bisa jadi pilihan luar biasa. Tapi kalau kamu tipe yang lebih realistis dan butuh ekosistem lengkap (terutama layanan Google), mungkin lebih cocok menunggu versi adaptif berikutnya.
Tipsnya, sebelum beli HP premium macam ini, perhatikan tiga hal: dukungan ekosistem, kemudahan servis, dan kompatibilitas aplikasi. Jangan cuma tergoda bentuk futuristik, pastikan juga cocok dengan gaya hidup dan kebutuhan harianmu.
Huawei Mate XT hadir bukan untuk semua orang, tapi buat mereka yang ingin jadi bagian dari masa depan lebih awal. Bukan sekadar perangkat, tapi pernyataan gaya hidup dan rasa ingin tahu tanpa batas.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!”(Rohman)
Editor : Arya Kusuma