Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Evolusi Gila ASUS ROG! Dari G701 ke Strix SCAR 16, Ini Transformasi Performa dan Desain

AdminBTV • Selasa, 7 Oktober 2025 | 11:36 WIB

Memang Beda!
Memang Beda!

Balikpapan TV - Hai Cess!Delapan tahun mungkin terasa cepat di kalender, tapi di dunia teknologi, itu seperti lompat waktu ke masa depan.  “Jarak 8 tahun bisa beda SEJAAAAAAUH ini…” memperlihatkan dua laptop gaming kelas dewa dari ASUS ROG — G701 (2017) dan Strix SCAR 16 (2025) — yang membuktikan kalau kemajuan performa bukan lagi sekadar angka di atas kertas. Dari bentuk, daya, sampai pendinginan, keduanya seperti beda generasi total.

ASUS ROG G701 dulu jadi simbol prestise gamer high-end di zamannya dengan harga Rp 65 jutaan. Tapi kini, ROG Strix SCAR 16 (2025) muncul membawa semua yang “overkill” jadi hal wajar. Dengan banderol Rp 80 jutaan, laptop ini bukan sekadar alat tempur, tapi juga perwujudan betapa cepat dunia komputasi melesat maju — dan betapa jauh jarak delapan tahun bisa terasa di dunia gaming.

Dari 14 nm ke 3 nm: Mesin Tempur yang Berlipat Gila Performanya

Delapan tahun lalu, Intel Core i7-7820HK dengan 4 core dan fabrikasi 14 nm sudah dianggap monster. Tapi Strix SCAR 16 datang bawa “raksasa baru” — Intel Core Ultra N 275HX dengan 24 core berteknologi 3 nm. Bayangin, kinerjanya naik 10x lipat di multicore dan dua kali di single-core, bro!

Benchmark-nya aja udah bikin melongo: skor CineBench R20 tembus ribuan poin lebih tinggi, rendering Blender 10 kali lebih cepat. Semua kerja berat terasa enteng. Buat gamer, editor, sampai kreator konten, ini bukan sekadar upgrade, tapi revolusi nyata di pangkuan.

GPU Monster & Kecepatan yang Tak Tertandingi

Di era 2017, GPU GTX 1080 Mobile VRAM 8GB GDDR5X jadi primadona. Tapi 2025 datang dengan kartu pamungkas: RTX 5090 VRAM 24GB GDDR7. Performa 3D Mark Time Spy-nya? Empat kali lipat lebih tinggi!

Artinya, semua game triple-A yang dulu bikin kipas meraung sekarang bisa dilibas dengan santai. Ray tracing aktif, DLSS 4 menyala, dan frame rate menembus angka tiga digit tanpa ngos-ngosan. Dunia visual digital sudah benar-benar berubah — makin nyata, makin cepat, makin mulus.

RAM & Storage Ngebut, Loading Jadi Sekejap

Laptop lawas ROG G701 masih setia dengan DDR4 dan kecepatan baca 3GB/s. Sementara Strix SCAR 16 sudah melesat ke DDR5 dengan read speed 12GB/s. Efisiensi dan latensi-nya jauh lebih baik, bikin multitasking super lancar.

Bayangin saat buka game berat atau file editing berukuran raksasa, loading bar yang dulu “ngaret” kini cuma berkedip. Dunia serba instan memang bukan cuma soal internet cepat, tapi juga hardware yang tahu cara menyingkirkan delay dengan elegan.

Baca Juga: Touring CB Gelatik Bukan Sekadar Hobi! Cerita Solidaritas, Kreativitas, dan Budaya Motor Klasik

Uji Nyali di Dunia Nyata: FPS yang Melompat Gila

Kalau bicara gaming, angka FPS itu harga mati. Di Shadow of the Tomb Raider, G701 cuma sanggup 57 FPS, sedangkan Strix SCAR 16 melesat ke 175 FPS. Di Cyberpunk 2077, performa naik dua kali lipat dari 48 ke 100+ FPS.

Yang paling menarik: Black Myth Wukong. G701 cuma bisa 16 FPS alias slideshow, tapi Strix SCAR 16 mampu 51 FPS — dan kalau DLSS 4 diaktifkan, bisa tembus 150 FPS! AI generasi baru bikin pengalaman gaming serasa dunia nyata, bukan cuma sekadar simulasi.

Evolusi Desain: Dari Berat dan Ribet ke Ringan dan Canggih

Tahun 2017, laptop gaming sekelas G701 punya bobot 4 kg. Kini, Strix SCAR 16 hanya 2,8 kg — lebih ramping, tapi lebih bertenaga. Bodi aluminium-nya tetap kokoh, tapi portabilitasnya jauh lebih bersahabat buat yang sering mobile.

Buka casing-nya pun beda dunia. Kalau dulu butuh obeng, sekarang tinggal klik. Desain tool-less access bikin upgrade SSD atau RAM semudah buka tutup casing smartphone. ASUS tahu banget, gamer sekarang maunya praktis tanpa ribet.

Pendinginan yang Adaptif, Main Lama Tanpa Panas

Sistem pendinginan jadi salah satu upgrade paling signifikan. ROG G701 masih pakai sistem kipas ganda konvensional, sementara Strix SCAR 16 hadir dengan Tri-Fan Technology, Vapor Chamber, dan Liquid Metal Conductonaut.

Hasilnya? Suhu CPU stabil di 84°C bahkan saat beban ekstrem, sementara area tombol WASD tetap adem di 30°C. Ini penting banget buat gamer kompetitif yang main berjam-jam. Nggak cuma kuat, tapi juga nyaman di jari dan mata.

Layar & Visual: Mini LED, 240 Hz, Tajam Sekaligus Mulus

ROG G701 hadir dengan layar IPS 4K 60Hz — bagus di zamannya, tapi sekarang sudah terasa “pensiun dini”. Strix SCAR 16 pakai panel Mini LED 2.5K 240Hz. Perpaduan sempurna antara ketajaman dan fluiditas.

Resolusi 2.5K jadi sweet spot untuk gaming modern — detail tinggi tanpa beban berat seperti 4K. Refresh rate tinggi juga bikin setiap gerakan lebih responsif. Buat gamer FPS atau esport, perbedaan ini bukan cuma “terlihat”, tapi “terasa”.

Charger Mini, Daya Maksimal: Si Raksasa yang Bisa Diajak Jalan

Zaman dulu, charger laptop gaming seberat batu bata. G701 dengan adaptor 340W besar dan berat. Tapi kini, SCAR 16 tetap pakai 340W tapi dengan ukuran yang jauh lebih kecil, plus dukungan Type-C charging.

Desainnya lebih manusiawi, sesuai kebutuhan profesional modern yang sering berpindah tempat. Mau ngecas di kafe, pesawat, atau coworking? Nggak perlu repot. Ini laptop gaming yang bisa tampil “sopan” di ruang meeting tapi tetap ganas di arena permainan.

Harga Naik Tipis, Performa Naik Ribuan Persen

Menariknya, harga ROG flagship cuma naik 20% dalam delapan tahun — dari Rp 65 juta ke Rp 80 juta. Tapi performa naiknya? Minimal dua kali lipat, bahkan sampai seribu persen di beban tertentu seperti rendering atau multitasking berat.

Kalau dulu kamu merasa punya laptop tercepat sedunia, kini Strix SCAR 16 membuktikan kalau “tercepat” punya batas yang terus bergeser. Waktu berjalan, teknologi terus melesat, dan ASUS ROG jadi saksi nyata perjalanan itu.

Bonus Garansi dan Nilai Tambah Modern

ASUS kini juga lebih perhatian pada after-sales. Strix SCAR 16 dibekali garansi internasional dua tahun plus satu tahun ASUS VIP Perfect Warranty. Artinya, pengguna makin tenang, bahkan saat harus berpindah negara atau kerja di luar negeri.

Di dunia laptop high-end, nilai garansi jadi bagian dari pengalaman premium. Bukan cuma sekadar beli performa, tapi juga ketenangan jangka panjang. Sebuah nilai plus yang mungkin dulu belum jadi perhatian utama.

Dari cerita di atas, satu hal jelas: delapan tahun bisa mengubah banyak hal — bukan cuma soal spesifikasi, tapi juga cara kita menikmati teknologi. Dari berat ke ringan, dari panas ke efisien, dari “keren” ke “pintar”. Dunia gaming sudah melangkah jauh, dan ASUS ROG adalah bukti hidupnya.

Yuk, bagikan artikel ini ke sesama pecinta teknologi biar makin banyak yang tahu seberapa “gila” evolusi delapan tahun ini.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, "Bukan Sekadar Info Biasa!"(Rohman)

Editor : Arya Kusuma
#Teknologi gaming terbaru #ASUS ROG Strix SCAR 16 #Perbandingan laptop gaming 2025