Balikpapan TV - Hai Cess! Dunia gadget kembali ramai setelah Apple meluncurkan iPhone 17 dan iPhone 17 Pro. Dua varian terbaru ini langsung di-unboxing oleh David dari GadgetIn, menampilkan segala detail mulai dari desain, warna, hingga perbandingan fitur yang membuat banyak orang penasaran.
Kapan dan bagaimana iPhone 17 masuk ke Indonesia? Menurut David, meski ia sudah mengimpor unit ini lewat Studio Ponsel dengan biaya pajak hampir Rp9 juta, konsumen disarankan menunggu rilis resmi yang diperkirakan hadir awal Oktober. Dengan begitu, pengalaman membeli akan lebih aman dan tentu saja lebih hemat.
iPhone 17 Hadir dengan Warna Segar dan Upgrade Menarik
Model dasar iPhone 17 hadir dalam balutan hijau sage yang langsung mencuri perhatian. Warna ini disebut David sebagai salah satu yang paling segar dan elegan dibanding pilihan lain seperti ungu lavender, biru, hitam, dan putih.
Secara desain, kotak kemasan dibuat simpel, hanya menampilkan sisi belakang HP. Layarnya berukuran 6,3 inci tanpa varian “Plus”, dengan dua kamera beresolusi 48MP tersusun vertikal di bagian belakang.
Tekstur bodi iPhone 17 terasa nyaman digenggam berkat kombinasi finishing dove dan glossy. Apple juga menambahkan detail kecil berupa logo yang mengkilap, memberi kesan minimalis namun tetap premium.
Selain itu, model ini sudah mendukung 120Hz ProMotion Display. Scrolling jadi lebih mulus dibanding iPhone 16 yang terasa tertinggal. Bezel yang semakin tipis membuat tampilan layar terlihat lebih modern dan immersive.
Fitur Kamera, Aksesoris, dan iOS 26 yang Lebih Canggih
Kamera iPhone 17 kini sama-sama 48MP, termasuk kamera ultrawide yang sebelumnya hanya 12MP di iPhone 16. Peningkatan ini membuat hasil foto jadi lebih konsisten di berbagai kondisi pencahayaan.
Buat pengguna selfie, kamera depan dengan sensor lebih besar hadir dengan fitur auto-rotate ke landscape. Meski terkadang masih kurang stabil, Apple menjanjikan pengalaman yang lebih fleksibel untuk video call dan konten kreator.
Isi kotak terbilang sederhana, hanya ada kabel Type-C braided dan SIM ejector. Tidak ada stiker Apple yang dulu jadi ciri khas. Untuk melengkapinya, David memperlihatkan aksesori seperti travel adapter Momax x Gundam RX78-2, kabel magnetik Maclink 100W, hingga powerbank Momax One Power Cup.
Menjalankan iOS 26, tampilan “Liquid Glass” pada ikon dan menu jadi sorotan utama. Transparansi dan nuansa futuristisnya memberi pengalaman visual berbeda dari generasi sebelumnya.
iPhone 17 Pro: Desain Plateau Unik dan Warna Cosmic Orange
Berbeda dengan model standar, iPhone 17 Pro hadir dengan desain baru yang cukup kontroversial. Apple menyebut modul kameranya sebagai “plateau” — sebuah lempengan kaca memanjang di bagian belakang.
Varian yang di-unboxing adalah warna Cosmic Orange dengan kapasitas 1TB. Warna ini membuatnya langsung mencolok, menjadi semacam penanda bahwa ini adalah iPhone generasi terbaru. Meski begitu, David menyebut kesannya masih campur aduk, ada yang menilai desainnya mirip Poco, bahkan sempat diibaratkan mirip karakter Tom and Jerry karena kilauan unik dari modul kacanya.
Material iPhone 17 Pro kini menggunakan aluminium khusus yang lebih baik dalam menyebarkan panas, berbeda dari titanium di seri sebelumnya. Perubahan ini membuat bodi lebih nyaman digenggam dan sudut yang melengkung terasa ergonomis dibanding iPhone 16 Pro.
Di sektor kamera, iPhone 17 Pro membawa triple kamera 48MP, termasuk peningkatan signifikan pada lensa tele yang sebelumnya hanya 12MP. Hasil foto zoom 5x terlihat detail, namun saat diuji pada 8x, iPhone 16 Pro justru masih mampu memberi ketajaman lebih.
Performa, Port USB-C, dan Kesimpulan Awal GadgetIn
Salah satu keunggulan besar iPhone 17 Pro adalah port USB-C 3 yang punya kecepatan transfer jauh lebih cepat dibanding model standar. Fitur ini jelas menguntungkan bagi pengguna profesional yang sering memindahkan file besar.
Namun, dalam kesan awalnya, David justru menilai iPhone 17 standar lebih “value for money”. Dengan harga lebih terjangkau, upgrade yang dibawa sudah sangat signifikan, mulai dari layar 120Hz, kamera 48MP, hingga desain yang lebih tipis dan segar.
Ia bahkan mengaku tidak langsung tergoda untuk mengganti iPhone 16 Pro miliknya ke iPhone 17 Pro. Alasannya sederhana: meski desain baru unik, performa kamera tele masih belum konsisten sesuai harapan, membuat klaim Apple terdengar lebih “marketing” ketimbang realita.
Bagi calon pembeli di Indonesia, menunggu rilis resmi jelas jadi opsi terbaik. Selain harga lebih stabil, garansi resmi juga lebih aman untuk jangka panjang.
Nah, Cess! Dengan segala kelebihan dan kekurangannya, iPhone 17 dan iPhone 17 Pro tetap berhasil bikin banyak orang penasaran. Apakah kamu siap upgrade ke seri ini atau masih setia dengan seri lama? Yuk share artikel ini biar temanmu juga update soal tren iPhone terbaru.
Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, 'Bukan Sekadar Info Biasa!'(Rohman)