BI Catat Uang Primer Rp2.281,5 Triliun, Giro Bank Tumbuh Paling Kencang

Revan Prasetya Irwansyah Putra • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 22:56 WIB
Bank Indonesia mencatat uang primer adjusted mencapai Rp2.281,5 triliun pada Agustus 2026, tumbuh 16,3% tahunan. [BTV:AI]
Bank Indonesia mencatat uang primer adjusted mencapai Rp2.281,5 triliun pada Agustus 2026, tumbuh 16,3% tahunan. 

Durasi Baca: 6 menit

Ikhtisar: Uang primer Indonesia tumbuh 16,3 persen pada Agustus 2026, ditopang giro bank dan uang kartal yang beredar.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Bank Indonesia mencatat uang primer adjusted mencapai Rp2.281,5 triliun pada Agustus 2026, tumbuh 16,3 persen secara tahunan dan mencerminkan perubahan likuiditas moneter nasional.

Angkanya memang besar, tetapi ada detail penting di balik pertumbuhan tersebut. Laju pertumbuhan melambat dibanding Juli, sementara nominal uang primer adjusted justru lebih rendah dibanding akhir 2025.

Uang primer tumbuh, tetapi lajunya mulai melandai

Data Bank Indonesia menunjukkan uang primer adjusted tumbuh 16,3 persen secara tahunan pada Agustus 2026. Nilainya mencapai Rp2.281,5 triliun.

Pertumbuhan tersebut turun dari 17,1 persen secara tahunan pada bulan sebelumnya. Artinya, basis pertumbuhan moneter masih kuat, tetapi kecepatannya mengalami perlambatan.

Indikator Juli 2026 Agustus 2026 Perubahan
Pertumbuhan uang primer adjusted 17,1% YoY 16,3% YoY -0,8 poin persentase
Uang primer adjusted Rp2.281,5 triliun
Giro bank umum di BI adjusted Tumbuh 19% YoY
Uang kartal beredar Tumbuh 12,9% YoY

Penurunan laju pertumbuhan sebesar 0,8 poin persentase perlu dibedakan dari penurunan nominal. Yang melambat adalah tingkat pertumbuhannya, bukan berarti uang primer langsung berkurang secara tahunan.

Bagi pembaca, perbedaan ini penting karena pertumbuhan 16,3 persen tetap menunjukkan ekspansi dibandingkan posisi Agustus tahun sebelumnya.

Data Bank Indonesia menunjukkan uang primer adjusted tumbuh 16,3 persen tahunan pada Agustus 2026 mencapai [BTV:AI]
Data Bank Indonesia menunjukkan uang primer adjusted tumbuh 16,3 persen tahunan pada Agustus 2026 mencapai [BTV:AI]

 Baca Juga: Investasi Rusal di Indonesia Buka Peluang Aluminium, Ini Skenario Investasinya

Giro bank menjadi penopang utama pertumbuhan

Bank Indonesia menjelaskan pertumbuhan uang primer adjusted dipengaruhi oleh dua komponen utama, yakni giro bank umum di BI adjusted dan uang kartal yang diedarkan.

Giro bank umum di BI adjusted tumbuh 19 persen secara tahunan. Sementara itu, uang kartal yang diedarkan tumbuh 12,9 persen.

Dengan demikian, pertumbuhan giro bank berada 6,1 poin persentase di atas pertumbuhan uang kartal. Data ini menunjukkan komponen giro mengalami ekspansi yang relatif lebih cepat.

Namun, angka tersebut tidak otomatis berarti seluruh pertumbuhan uang primer berasal dari giro. Data yang tersedia hanya menunjukkan kedua komponen tersebut sebagai faktor yang memengaruhi perkembangan.

Giro bank umum tumbuh lebih cepat dibandingkan uang kartal dalam mendorong pertumbuhan uang primer adjusted [BTV:AI]
Giro bank umum tumbuh lebih cepat dibandingkan uang kartal dalam mendorong pertumbuhan uang primer adjusted [BTV:AI]

 Kenapa angka Agustus lebih rendah dari Desember 2025?

Ada satu pola yang menarik ketika data Agustus dibandingkan dengan posisi akhir tahun lalu. Uang primer adjusted tercatat Rp2.367,8 triliun pada Desember 2025.

Pada Agustus 2026, posisinya menjadi Rp2.281,5 triliun. Artinya, secara nominal terjadi penurunan Rp86,3 triliun atau sekitar 3,64 persen dibanding Desember 2025.

Perhitungan tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan tahunan yang tinggi berjalan bersamaan dengan posisi nominal yang lebih rendah dibanding akhir 2025.

Ini bukan kontradiksi. Perbandingan YoY mengukur perubahan terhadap Agustus tahun sebelumnya, sedangkan perbandingan dengan Desember 2025 menggunakan titik waktu yang berbeda.

Apa sebenarnya yang dimaksud uang primer adjusted?

Uang primer atau M0 pada dasarnya mencakup uang kartal berupa uang kertas dan logam yang berada di masyarakat serta simpanan giro bank umum di Bank Indonesia.

Sementara itu, uang primer adjusted digunakan untuk menggambarkan perkembangan uang primer setelah mengisolasi dampak penurunan giro bank di BI akibat pemberian insentif likuiditas.

Pendekatan adjusted membuat indikator tersebut mempertimbangkan dampak kebijakan insentif likuiditas atau pengendalian moneter. Karena itu, pembaca tidak cukup melihat perubahan M0 tanpa memahami definisinya.

Komponen uang primer memperlihatkan struktur likuiditas

Data komponen yang dicantumkan Bank Indonesia per April 2026 memberikan gambaran lebih rinci mengenai struktur uang primer.

Uang kartal tercatat Rp1.301 triliun, sedangkan giro bank umum di BI adjusted mencapai Rp887,4 triliun. Selain itu terdapat giro sektor swasta Rp7,6 triliun dan surat berharga BI yang dimiliki sektor swasta Rp36 triliun.

Jika empat komponen tersebut dijumlahkan, nilainya mencapai sekitar Rp2.232 triliun. Angka ini digunakan sebagai gambaran komponen per April, bukan sebagai pengganti posisi uang primer adjusted Agustus.

Surat berharga tersebut mencakup Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI), Sukuk Valas Bank Indonesia (SUVBI), serta Sekuritas Valas Bank Indonesia (SVBI) yang dimiliki sektor swasta.

Pertumbuhan M0 belum otomatis berarti daya beli masyarakat naik

Bagi masyarakat, pertumbuhan uang primer tidak bisa langsung diterjemahkan sebagai peningkatan daya beli. Uang primer merupakan indikator moneter yang berkaitan dengan likuiditas, bukan ukuran langsung pendapatan rumah tangga.

Dampaknya terhadap aktivitas ekonomi bergantung pada bagaimana likuiditas tersebut mengalir ke sistem perbankan, pembiayaan, transaksi, dan kegiatan ekonomi.

Karena itu, membaca angka M0 sendirian bisa menghasilkan kesimpulan yang terlalu sederhana. Perlu indikator lain untuk melihat apakah pertumbuhan likuiditas benar-benar diikuti penguatan konsumsi dan kegiatan usaha.

Bagi pelaku UMKM, misalnya, kondisi likuiditas baru terasa secara langsung apabila ikut memengaruhi akses pembiayaan, transaksi pelanggan, atau aktivitas ekonomi di pasar.

Ada perbedaan penting antara pertumbuhan dan posisi nominal

Data Agustus memberikan dua cerita sekaligus. Pertama, uang primer adjusted tumbuh 16,3 persen secara tahunan.

Kedua, posisi Rp2.281,5 triliun masih berada Rp86,3 triliun di bawah posisi Desember 2025.

Perbedaan perspektif ini menjadi bagian penting dalam membaca data ekonomi. Satu angka menunjukkan dinamika tahunan, sedangkan angka lainnya menggambarkan perubahan posisi sepanjang tahun berjalan.

Bagi investor dan pelaku usaha, membaca keduanya secara bersamaan membantu menghindari kesimpulan bahwa pertumbuhan tahunan otomatis berarti likuiditas terus meningkat setiap bulan.

Apa yang perlu diperhatikan dari tren selanjutnya?

Perkembangan uang primer berikutnya akan menarik untuk diamati terutama dari sisi keberlanjutan pertumbuhan giro bank dan uang kartal.

Jika pertumbuhan kedua komponen tersebut bertahan, ekspansi uang primer adjusted berpotensi tetap kuat. Namun, data Agustus sendiri belum cukup untuk memastikan arah beberapa bulan mendatang.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah hubungan antara likuiditas moneter dan aktivitas ekonomi riil. Pertumbuhan uang primer baru memberikan gambaran lebih lengkap ketika dibaca bersama kredit, konsumsi, investasi, inflasi, dan indikator ekonomi lainnya.

Jadi, jangan buru-buru menyimpulkan ekonomi sedang "banjir uang" hanya dari satu indikator. Konteksnya tetap penting.

Dampaknya bagi pembaca dan pelaku usaha

Untuk masyarakat umum, data ini memberi gambaran mengenai kondisi likuiditas dalam sistem moneter Indonesia. Namun, angka tersebut bukan indikator langsung bahwa harga barang atau pendapatan masyarakat akan naik.

Pelaku usaha dapat menjadikan perkembangan likuiditas sebagai salah satu bagian dari pemantauan lingkungan ekonomi. Keputusan bisnis tetap perlu mempertimbangkan permintaan, biaya, pembiayaan, dan kondisi pasar.

Sementara bagi investor, data uang primer dapat menjadi salah satu indikator makro untuk membaca kondisi moneter. Tetapi indikator tersebut tidak cukup menjadi dasar tunggal untuk menentukan keputusan investasi.

Data ini bukan jaminan kinerja masa depan. Investor perlu mempertimbangkan risiko sebelum mengambil keputusan.

Poin Penting

Insight Redaksi

Pertumbuhan uang primer 16,3 persen terlihat kuat, tetapi posisi Agustus justru lebih rendah dari Desember 2025. Ini mengingatkan kita: angka ekonomi jangan dibaca sepotong. Di Kaltim, pelaku usaha perlu melihat likuiditas bersama kredit dan permintaan nyata. Angka besar belum tentu uang yang langsung terasa di kantong.

Likuiditas yang berkembang perlu dibaca bersama indikator ekonomi lain agar pelaku usaha tidak salah menangkap arah pasar. Pantau kredit, konsumsi, dan aktivitas bisnis sebelum mengambil langkah.

Kalau menurutmu data moneter ini penting, bagikan artikelnya supaya makin banyak yang paham ekonomi tanpa harus pusing membaca angka.

Mau tetap update membaca arah ekonomi dan uang beredar dengan bahasa yang gampang dicerna? Ikuti terus Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Apa itu uang primer atau M0?

Uang primer adalah uang kartal yang beredar serta giro bank umum yang disimpan di Bank Indonesia.

2. Mengapa uang primer adjusted digunakan?

Uang primer adjusted mengisolasi dampak penurunan giro bank di BI yang berkaitan dengan pemberian insentif likuiditas.

3. Berapa pertumbuhan uang primer pada Agustus 2026?

Uang primer adjusted tumbuh 16,3 persen secara tahunan menjadi Rp2.281,5 triliun.

4. Komponen mana yang tumbuh paling cepat?

Giro bank umum di BI adjusted tumbuh 19 persen, dibandingkan uang kartal yang tumbuh 12,9 persen.

5. Apakah pertumbuhan uang primer berarti daya beli masyarakat meningkat?

Tidak otomatis. Uang primer merupakan indikator moneter dan perlu dibaca bersama indikator ekonomi lainnya.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
uang primer M0 bank indonesia ekonomi indonesia Likuiditas bank Himbara