Durasi Baca: 8 menit
Ikhtisar: BNI menghadirkan wondrZ untuk anak remaja, mengajarkan menabung, transaksi digital, serta pemantauan keuangan oleh orang tua sejak dini secara bertahap.
Balikpapan TV - Hai Ces! BNI memperkenalkan wondrZ, tabungan untuk anak dan remaja yang membantu keluarga membangun kebiasaan finansial sejak dini melalui layanan perbankan digital.
Bagi orang tua, mengajarkan anak mengelola uang bukan sekadar soal menyimpan tabungan. Cara anak memahami transaksi, batas pengeluaran, dan tanggung jawab finansial juga perlu dilatih sejak sekarang.
WondrZ hadir untuk memperkenalkan pengelolaan uang sejak anak
WondrZ merupakan pengembangan dari BNI Taplus Anak yang ditujukan bagi anak dan remaja usia 0 sampai 17 tahun. Anak mulai usia 12 tahun mendapatkan akses transaksi digital melalui aplikasi wondr by BNI.
Produk ini diperkenalkan dalam rangkaian BNI wondrX 2026 di ICE BSD pada 21–23 Agustus 2026. Peluncurannya menjadi bagian dari perayaan HUT ke-80 BNI.
Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo menjelaskan, wondrZ dirancang agar anak dapat membangun kebiasaan finansial sehat sesuai tahapan usia. Orang tua tetap memiliki ruang untuk mendampingi aktivitas keuangan anak.
Konsep tersebut membuat rekening anak tidak berhenti sebagai tempat menyimpan uang. Ada proses belajar yang berlangsung melalui kebiasaan menabung dan pengalaman melakukan transaksi.
Baca Juga: Harga Emas Antam dan UBS Bergerang Naik, Cek Daftar Harga dan Pahami Sebelum Transaksi
Tiga fitur utama membuat anak mulai belajar mandiri
WondrZ menawarkan tiga fungsi utama yang menyatukan kebutuhan anak dan pengawasan orang tua dalam satu layanan.
Pertama, orang tua dapat membuka dan mengelola tabungan anak dalam satu layanan. Rekening tersebut tercatat atas nama anak sehingga pengalaman memiliki rekening mulai dikenalkan sejak dini.
Kedua, anak berusia minimal 12 tahun dapat mengakses wondr by BNI untuk belajar melakukan transaksi digital secara bertahap. BNI menetapkan limit transaksi wondr by BNI sebesar Rp2 juta per hari.
Ketiga, orang tua tetap dapat memantau aktivitas finansial anak melalui notifikasi transaksi secara real-time. Fitur ini memberi kesempatan bagi orang tua untuk mendampingi tanpa mengambil alih seluruh proses.
Dengan pola tersebut, anak dapat belajar menggunakan uang sekaligus memahami bahwa setiap transaksi memiliki konsekuensi terhadap saldo.
Berapa biaya dan batas transaksi wondrZ?
Salah satu aspek yang penting diperhatikan orang tua adalah biaya serta batas penggunaan rekening.
BNI mencantumkan setoran awal wondrZ sebesar Rp100.000 dengan setoran minimal berikutnya melalui teller sebesar Rp10.000. Biaya pengelolaan rekening dan administrasi kartu tercatat gratis.
Berikut gambaran ketentuan utama wondrZ berdasarkan informasi BNI:
| Komponen | Ketentuan |
|---|---|
| Usia anak | 0–17 tahun |
| Setoran awal | Rp100.000 |
| Setoran berikutnya melalui teller | Rp10.000 |
| Biaya pengelolaan rekening | Gratis |
| Biaya administrasi kartu | Gratis |
| Limit kartu debit | Rp500.000 per hari |
| Limit wondr by BNI | Rp2.000.000 per hari |
| Akses wondr by BNI | Mulai usia 12 tahun |
Batas transaksi menjadi bagian penting dalam pembelajaran finansial. Anak tetap mempunyai ruang untuk bertransaksi, tetapi nilainya dibatasi agar penggunaan uang dapat lebih mudah diawasi.
Mengapa literasi finansial anak perlu dimulai lebih awal?
Data terbaru OJK, LPS, dan BPS menunjukkan indeks literasi keuangan nasional mencapai 69,57 persen pada 2026. Namun, kelompok usia 15–17 tahun mencatat indeks literasi sebesar 56,04 persen, lebih rendah dibanding kelompok usia dewasa.
Angka tersebut menunjukkan bahwa akses terhadap layanan keuangan belum otomatis membuat seseorang memahami cara mengelola keuangan dengan baik.
Karena itu, pengalaman finansial yang sederhana sejak usia sekolah dapat menjadi bagian dari proses belajar. Menabung, melihat saldo, dan memahami transaksi merupakan aktivitas praktis yang mudah dikenalkan.
BNI sendiri sebelumnya telah menjalankan program edukasi keuangan bagi pelajar di Kalimantan Timur melalui kolaborasi dengan OJK. Program tersebut menjadi bagian dari kegiatan literasi dan edukasi keuangan untuk siswa.
Konteks Kalimantan Timur menjadi relevan karena wilayah ini termasuk cakupan operasional BNI Regional Office Banjarmasin. Pada akhir 2025, wilayah tersebut mencakup Kalimantan Timur serta memiliki jaringan 21 kantor cabang, 126 kantor cabang pembantu, dan 16.429 BNI Agen46.
Artinya, pembelajaran finansial berbasis layanan perbankan digital juga memiliki relevansi bagi keluarga di kawasan Kalimantan Timur.
Orang tua tetap memegang peran paling penting
Teknologi dapat membantu anak belajar transaksi, tetapi kebiasaan finansial tetap membutuhkan pendampingan keluarga.
WondrZ menyediakan pemantauan saldo dan aktivitas transaksi sehingga orang tua dapat mengetahui bagaimana rekening digunakan. BNI juga meminta data anak diisi sesuai dokumen identitas karena rekening tercatat atas nama anak.
Dokumen yang diperlukan mencakup Kartu Keluarga dan/atau Kartu Identitas Anak. Orang tua juga perlu menyiapkan identitas diri serta memberikan persetujuan pembukaan rekening dan transaksi digital anak.
Pada praktiknya, orang tua dapat menjadikan aktivitas transaksi sebagai bahan percakapan sederhana. Misalnya, anak diajak membedakan kebutuhan dan keinginan sebelum menggunakan saldo.
Kebiasaan kecil seperti itu justru dapat membantu anak memahami bahwa uang memiliki batas dan perlu direncanakan.
Poin Penting
- WondrZ diperuntukkan bagi anak dan remaja usia 0–17 tahun.
- Anak mulai usia 12 tahun dapat mengakses transaksi digital melalui wondr by BNI.
- Limit transaksi kartu debit mencapai Rp500.000 per hari.
- Limit transaksi melalui wondr by BNI mencapai Rp2 juta per hari.
- Orang tua dapat memantau transaksi anak melalui notifikasi real-time.
- Setoran awal rekening tercatat Rp100.000.
- Biaya pengelolaan rekening dan administrasi kartu tercatat gratis.
- Literasi keuangan kelompok usia 15–17 tahun pada SNLIK 2026 mencapai 56,04 persen.
Insight Redaksi
Bagi keluarga di Kalimantan Timur, tabungan anak bukan sekadar tempat menyimpan uang. WondrZ menarik karena menggabungkan latihan transaksi, pengawasan orang tua, dan kebiasaan menabung dalam satu layanan. Data OJK menunjukkan kelompok usia 15–17 tahun masih memiliki literasi keuangan lebih rendah daripada kelompok dewasa. Jadi, edukasi finansial memang perlu dimulai lebih awal, Ces.
Orang tua bisa mulai dari target tabungan kecil, lalu biasakan anak mencatat setiap transaksi harian.
Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak keluarga memahami pentingnya mengenalkan pengelolaan uang sejak usia sekolah.
Pengen anak makin paham mengatur uang tanpa merasa digurui? Ikuti terus info finansial dan gaya hidup yang dekat dengan keseharian, hanya di Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Siapa yang dapat membuka rekening wondrZ?
WondrZ ditujukan bagi anak dan remaja usia 0 sampai 17 tahun dengan persetujuan orang tua atau wali.
2. Kapan anak dapat menggunakan wondr by BNI?
Anak minimal berusia 12 tahun untuk memperoleh akses transaksi digital melalui wondr by BNI.
3. Berapa setoran awal wondrZ?
Setoran awal yang tercantum pada informasi produk BNI adalah Rp100.000.
4. Apakah orang tua bisa memantau transaksi anak?
Bisa. BNI menyediakan notifikasi transaksi secara real-time yang dikirimkan ke ponsel orang tua.
5. Apa pentingnya membiasakan anak menabung?
Menabung dapat menjadi latihan awal untuk memahami pengelolaan uang, transaksi, batas pengeluaran, dan tanggung jawab finansial.
Editor : Arya Kusuma