Durasi Baca: 6 menit
Ikhtisar: BTN dan USU mengintegrasikan identitas mahasiswa, layanan perbankan, transaksi digital, literasi finansial, serta kewirausahaan dalam satu ekosistem kampus.
Balikpapan TV - Hai Ces! PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk atau BTN meluncurkan sekitar 9.800 Kartu Tanda Mahasiswa (KTM) Co-Branding bersama Universitas Sumatera Utara (USU) di Medan untuk memperluas transaksi digital mahasiswa dan membangun hubungan finansial jangka panjang.
Bukan sekadar kartu identitas, KTM ini dirancang menjadi pintu masuk layanan perbankan mahasiswa. Lantas, apa saja manfaat dan strategi di balik kolaborasi tersebut? Simak sampai tuntas.
KTM USU-BTN Gabungkan Identitas dan Layanan Perbankan
Peluncuran KTM Co-Branding dilakukan dalam rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) USU.
Dari total sekitar 9.800 kartu, sebanyak 8.300 kartu diperuntukkan bagi mahasiswa baru dari 16 fakultas. Sementara itu, sekitar 1.500 kartu lainnya diberikan kepada mahasiswa pascasarjana.
KTM tersebut menggabungkan fungsi identitas mahasiswa dengan akses layanan perbankan BTN. Mahasiswa dapat menggunakannya untuk mendukung kebutuhan transaksi sekaligus mengakses ekosistem digital balé by BTN.
BTN sendiri saat ini menyediakan berbagai program transaksi melalui balé by BTN, termasuk layanan pembayaran dan promosi yang ditujukan kepada mahasiswa pada sejumlah institusi pendidikan.
Baca Juga: Backlog Rumah Turun Jadi 9,29 Juta, Tapi Hunian Tak Layak Masih 18 Juta
Nixon Napitupulu Soroti Hubungan Jangka Panjang
Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu, yang merupakan alumnus USU, menyebut kolaborasi tersebut memiliki makna tersendiri.
Di hadapan mahasiswa baru, Nixon mengingat kembali pengalamannya ketika menjalani masa perkuliahan di USU.
“Mulai ke depannya mahasiswa USU akan menggunakan kartu tanda mahasiswa yang sekaligus juga berfungsi sebagai ATM. Mudah-mudahan ini menjadi ATM yang dipakai oleh adik-adik dan bisa menggunakan superapps balé by BTN, sehingga nanti banyak program promo dan diskon khusus buat mahasiswa USU.”
Pesan tersebut memperlihatkan bahwa kerja sama BTN dan USU diarahkan bukan hanya pada penerbitan kartu, tetapi juga penggunaan layanan finansial dalam aktivitas mahasiswa.
Mengapa Ekosistem Kampus Menjadi Strategis bagi BTN?
Bagi BTN, lingkungan perguruan tinggi merupakan ruang untuk memperluas bisnis transaksional sekaligus mengenalkan layanan keuangan kepada generasi muda.
Strateginya cukup panjang. Hubungan dengan mahasiswa dapat dimulai dari kebutuhan transaksi selama kuliah, kemudian berlanjut ketika memasuki dunia kerja dan membangun usaha.
Pada tahap berikutnya, hubungan tersebut bahkan diarahkan menuju kebutuhan finansial yang lebih besar, termasuk kepemilikan rumah pertama.
Pendekatan ini melengkapi kekuatan BTN yang selama ini dikenal kuat dalam pembiayaan perumahan. BTN juga terus mengembangkan layanan digital melalui balé by BTN sebagai bagian dari transformasi layanan transaksi.
38.800 KTM BTN Sudah Menjangkau Tiga Kampus
Kolaborasi dengan USU merupakan bagian dari ekspansi BTN di lingkungan perguruan tinggi pada Agustus 2026.
Sebelumnya, BTN meluncurkan KTM Co-Branding bersama Universitas Diponegoro (UNDIP) untuk sekitar 17.000 mahasiswa baru.
BTN juga menghadirkan KTM terintegrasi bagi hampir 12.000 mahasiswa baru Universitas Negeri Semarang (UNNES).
Jika digabungkan dengan sekitar 9.800 KTM USU, totalnya mencapai sekitar 38.800 KTM Co-Branding melalui tiga perguruan tinggi tersebut pada Agustus 2026.
Angka ini menunjukkan bahwa kampus menjadi salah satu ruang penting bagi BTN untuk memperluas basis transaksi dan memperkenalkan layanan finansial sejak usia mahasiswa.
Kolaborasi Akan Diperluas ke Literasi dan Kewirausahaan
Kerja sama BTN dan USU direncanakan berkembang melampaui fungsi KTM.
Ruang kolaborasinya mencakup digitalisasi layanan keuangan, literasi finansial, pengembangan kewirausahaan mahasiswa, serta layanan bagi sivitas akademika dan alumni.
BTN juga menargetkan posisi sebagai strategic banking partner bagi USU.
Bagi mahasiswa, arah kerja sama tersebut dapat memberikan akses yang lebih dekat terhadap layanan finansial sekaligus pengetahuan mengenai pengelolaan keuangan.
Ini penting karena kebutuhan mahasiswa bukan hanya transaksi harian. Mereka juga mulai menghadapi keputusan finansial yang berkaitan dengan pendidikan, pekerjaan, usaha, dan perencanaan masa depan.
BTN Sertakan Program Pengelolaan Lingkungan Kampus
Selain peluncuran KTM, BTN menyerahkan 10 unit Lahsamor, yaitu alat pengolah sampah organik, untuk mendukung pengelolaan lingkungan di USU.
Inisiatif tersebut memperluas bentuk kerja sama dari sektor finansial menuju aspek sosial dan lingkungan.
Dengan demikian, kolaborasi BTN-USU mencakup tiga ruang sekaligus, yakni transaksi, pengembangan kapasitas mahasiswa, serta dukungan terhadap keberlanjutan lingkungan kampus.
Apa Dampaknya bagi Mahasiswa USU?
Bagi mahasiswa, integrasi KTM dengan layanan perbankan dapat membuat kebutuhan identitas dan transaksi berada dalam satu ekosistem.
Manfaat lainnya berasal dari akses terhadap layanan digital dan program yang ditawarkan melalui balé by BTN. BTN memang menyediakan berbagai program transaksi digital, termasuk promosi yang menyasar aktivitas mahasiswa dan pendidikan.
Namun, nilai strategis kerja sama ini berada pada kesinambungan hubungan. Mahasiswa dikenalkan dengan layanan finansial sejak berada di kampus, lalu berpotensi melanjutkannya ketika memasuki dunia profesional.
Tips Memanfaatkan KTM Co-Branding Secara Bijak
- Pahami fungsi kartu sebelum menggunakannya untuk transaksi.
- Aktifkan layanan digital yang memang dibutuhkan.
- Periksa biaya dan ketentuan setiap layanan.
- Manfaatkan program literasi finansial jika tersedia.
- Gunakan fasilitas transaksi secara terukur dan aman.
Poin Penting
- BTN meluncurkan sekitar 9.800 KTM Co-Branding bersama USU.
- Sekitar 8.300 kartu diperuntukkan bagi mahasiswa baru dari 16 fakultas.
- Sekitar 1.500 kartu diberikan kepada mahasiswa pascasarjana.
- KTM menggabungkan identitas mahasiswa dengan akses layanan perbankan BTN.
- Mahasiswa dapat mengakses ekosistem digital balé by BTN.
- BTN menargetkan penguatan literasi finansial dan kewirausahaan mahasiswa.
- Total KTM Co-Branding BTN di tiga kampus pada Agustus 2026 mencapai sekitar 38.800 kartu.
- BTN juga menyerahkan 10 unit Lahsamor untuk pengelolaan sampah organik di USU.
Insight Redaksi
Kolaborasi BTN-USU menunjukkan kampus kini menjadi ruang strategis membangun kebiasaan finansial sejak dini. Dari kartu mahasiswa sampai rencana rumah pertama, rantainya panjang. Nah, di sinilah persaingan layanan bank makin dekat dengan kehidupan mahasiswa.
Mahasiswa sebaiknya jangan cuma mengejar promo. Pahami layanan, biaya, keamanan, dan manfaat jangka panjang sebelum bertransaksi.
Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham perkembangan layanan finansial kampus.
Ikuti terus perkembangan ekonomi dan layanan digital yang dekat dengan kehidupan generasi muda, hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Berapa jumlah KTM Co-Branding BTN yang diluncurkan bersama USU?
Sekitar 9.800 kartu, terdiri atas 8.300 mahasiswa baru dan 1.500 mahasiswa pascasarjana.
2. Apa fungsi KTM Co-Branding USU-BTN?
Kartu tersebut berfungsi sebagai identitas mahasiswa sekaligus memberikan akses layanan perbankan BTN.
3. Apakah KTM dapat digunakan untuk transaksi?
Ya. Dalam kolaborasi tersebut, KTM dirancang sekaligus berfungsi sebagai ATM untuk mendukung transaksi mahasiswa.
4. Apa saja rencana lanjutan kerja sama BTN dan USU?
Kerja sama akan diperluas ke digitalisasi layanan keuangan, literasi finansial, kewirausahaan, serta layanan bagi sivitas akademika dan alumni.
5. Apa kontribusi BTN untuk lingkungan USU?
BTN menyerahkan 10 unit Lahsamor, alat pengolah sampah organik, untuk mendukung pengelolaan lingkungan kampus.
Editor : Arya Kusuma