Durasi Baca: 6 menit
Ikhtisar: Kisah diaspora Indonesia mengembangkan kuliner Minangkabau, memperkuat bisnis, dan memperluas restoran di Belanda.
Balikpapan TV - Hai Ces! Waroeng Padang Lapek milik diaspora Indonesia, Suprapti, mengembangkan kuliner Minangkabau di Den Haag, Belanda, dengan dukungan pembiayaan BNI untuk memperkuat kapasitas usaha dan ekspansi.
Kisah ini menarik karena kuliner Nusantara bukan hanya soal rasa. Ada strategi bisnis, fasilitas produksi, dan keberanian membawa identitas Indonesia ke pasar internasional.
Bagaimana Waroeng Padang Lapek berkembang di Belanda?
Waroeng Padang Lapek dikenal sebagai restoran yang menghadirkan kuliner khas Minangkabau di Den Haag. Situs resminya saat ini mencantumkan lokasi restoran di Schoolstraat 35, Den Haag.
Di bawah Suprapti bersama keluarganya, usaha tersebut berkembang dengan dukungan central kitchen di Mercuriusweg 70, Den Haag. Fasilitas ini digunakan sebagai pusat produksi dan distribusi makanan untuk membantu menjaga konsistensi cita rasa dan efisiensi operasional.
Dalam laporan yang menjadi sumber artikel ini, Waroeng Padang Lapek juga disebut sedang mempersiapkan cabang Amsterdam pada 2026. Jika terealisasi, jaringan usahanya akan mencakup satu central kitchen dan dua restoran.
Baca Juga: OJK Hitung Dampak 833 SPPG Ditutup terhadap Kredit Perbankan
Dukungan BNI memperkuat fondasi bisnis diaspora
Pengembangan usaha tersebut mendapat dukungan melalui program BNI Diaspora Loan. Pada 15 Oktober 2025, BNI memberikan fasilitas kredit baru sebesar EUR228.750 atau sekitar Rp3,9 miliar untuk membantu Waroeng Padang Lapek membeli properti central kitchen yang sebelumnya disewa.
Pembiayaan itu bukan menjadi langkah pertama hubungan bisnis keduanya. BNI menyebut kerja sama dengan Waroeng Padang Lapek telah berlangsung sejak November 2022 melalui pembiayaan EUR50.000 atau sekitar Rp850 juta.
Dana awal tersebut digunakan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan membeli peralatan dapur profesional.
Mengapa central kitchen penting?
Dalam bisnis restoran yang mulai berkembang, konsistensi produk menjadi kebutuhan utama.
Central kitchen memungkinkan proses produksi dipusatkan sebelum makanan didistribusikan ke gerai. Bagi Waroeng Padang Lapek, fasilitas tersebut menjadi bagian penting untuk menjaga kualitas sekaligus menopang rencana perluasan usaha.
Cita rasa Minangkabau menjadi identitas utama
Waroeng Padang Lapek membawa menu khas Minangkabau kepada pelanggan di Belanda. Dalam sumber yang menjadi bahan artikel ini, hidangan yang disebut antara lain rendang, gulai tunjang, paru balado, gulai jengkol, dan kue lupis.
Suprapti mengatakan sejak awal usahanya diarahkan untuk menghadirkan masakan Padang dengan cita rasa autentik.
“Sejak awal, kami ingin menghadirkan masakan Padang dengan cita rasa yang benar-benar autentik. Sambutan yang kami terima menunjukkan bahwa kuliner Indonesia memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Belanda.”
Popularitas Waroeng Padang Lapek juga terlihat dari percakapan pelanggan di komunitas daring Belanda. Sejumlah pengguna Reddit pada 2024–2026 menyebut restoran tersebut ketika mencari kuliner Indonesia autentik di Den Haag.
Apa arti ekspansi ini bagi diaspora Indonesia?
Kisah Waroeng Padang Lapek menunjukkan bahwa diaspora dapat membawa budaya Indonesia melalui kegiatan ekonomi sehari-hari.
BNI menyatakan dukungan kepada diaspora bukan hanya berkaitan dengan pembiayaan, tetapi juga membantu pelaku usaha memperkuat kapasitas dan menjangkau pasar global. Program Diaspora Loan sendiri dirancang untuk mendukung usaha diaspora melalui akses pembiayaan, edukasi keuangan, dan pendampingan bisnis.
Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan juga menegaskan posisi tersebut. Ia saat ini tercatat sebagai Direktur Utama BNI, sehingga keterangan dalam laporan sumber mengenai keterlibatannya konsisten dengan profil resmi BNI.
“Bagi BNI, mendukung diaspora Indonesia bukan hanya menyediakan akses pembiayaan, tetapi juga menjadi mitra yang membantu pelaku usaha memperkuat kapasitas bisnis dan memperluas jangkauannya di pasar global.”
Tips melihat peluang kuliner Nusantara di pasar global
Bagi pelaku usaha kuliner yang ingin membawa makanan Indonesia ke luar negeri, pengalaman Waroeng Padang Lapek memberi beberapa pelajaran praktis:
- Pertahankan identitas rasa sebagai pembeda utama.
- Bangun kapasitas produksi sebelum memperluas jaringan restoran.
- Pisahkan fungsi produksi dan gerai ketika skala bisnis mulai meningkat.
- Gunakan pembiayaan secara strategis untuk aset yang mendukung pertumbuhan.
- Kenali pasar lokal tanpa menghilangkan karakter kuliner Indonesia.
Poin Penting
- Waroeng Padang Lapek merupakan usaha kuliner diaspora Indonesia di Belanda.
- Restoran tersebut menghadirkan kuliner khas Minangkabau.
- Central kitchen berlokasi di Mercuriusweg 70, Den Haag.
- BNI memberikan fasilitas kredit EUR228.750 pada Oktober 2025.
- Hubungan pembiayaan BNI dan Waroeng Padang Lapek telah berlangsung sejak 2022.
- Cabang Amsterdam disebut sedang dipersiapkan untuk ekspansi 2026.
Insight Redaksi
Kuliner diaspora bukan sekadar jualan makanan, tapi cara membawa identitas Indonesia masuk ke percakapan global. Central kitchen menjadi fondasi penting. Jadi, ikam jangan cuma lihat rendangnya; lihat juga bisnis di belakang sepiring nasi Padang.
Bubuhan pengusaha kuliner daerah bisa belajar dari pola ini: kuatkan rasa, rapikan produksi, lalu berani masuk pasar baru.
Bagikan artikel ini ke kawalan ikam supaya makin banyak yang tahu bahwa kuliner Nusantara bisa bersaing di luar negeri.
Mau melihat cerita diaspora Indonesia yang membawa budaya lewat bisnis dan kuliner? Selalu Update info hanya di Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Siapa pemilik Waroeng Padang Lapek?
Waroeng Padang Lapek dimiliki Suprapti bersama keluarganya dan beroperasi di Den Haag, Belanda.
2. Di mana lokasi Waroeng Padang Lapek?
Situs resminya mencantumkan alamat Schoolstraat 35, 2511 AW Den Haag.
3. Apa fungsi central kitchen Waroeng Padang Lapek?
Central kitchen menjadi pusat produksi dan distribusi makanan untuk mendukung konsistensi rasa serta efisiensi operasional.
4. Berapa pembiayaan BNI untuk Waroeng Padang Lapek?
BNI memberikan fasilitas kredit EUR228.750 atau sekitar Rp3,9 miliar pada 2025.
5. Apa tujuan BNI Diaspora Loan?
Program tersebut ditujukan untuk membantu usaha diaspora berkembang melalui pembiayaan, edukasi keuangan, dan pendampingan bisnis.
Editor : Arya Kusuma