GEGI Optimistis Asuransi Properti Masih Tumbuh hingga Akhir 2026, Ini Pendorongnya

Revan Prasetya Irwansyah Putra • Dipublikasikan Jumat, 31 Juli 2026 | 20:00 WIB
Ilustrasi pertumbuhan asuransi properti didorong meningkatnya kebutuhan perlindungan aset melalui manajemen risiko modern berkelanjutan nasional BTV:AI]
Ilustrasi pertumbuhan asuransi properti didorong meningkatnya kebutuhan perlindungan aset melalui manajemen risiko modern berkelanjutan nasional BTV:AI]

Durasi Baca: 6 Menit

Topik: Prospek pertumbuhan asuransi properti hingga akhir 2026 didorong peningkatan kebutuhan perlindungan aset dan pengelolaan risiko usaha.

Ikhtisar: Industri asuransi properti dinilai masih memiliki peluang tumbuh hingga akhir 2026. Artikel ini membahas strategi Great Eastern General Insurance, tantangan yang dihadapi, serta perkembangan premi berdasarkan data OJK.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! PT Great Eastern General Insurance (GEGI) menilai bisnis asuransi properti masih memiliki peluang pertumbuhan hingga akhir 2026. Optimisme tersebut didorong oleh meningkatnya kebutuhan perlindungan aset, kenaikan nilai properti, dan semakin besarnya perhatian pelaku usaha terhadap manajemen risiko.

Perkembangan ini menunjukkan asuransi properti masih menjadi salah satu lini bisnis penting dalam industri asuransi umum. Simak penjelasan lengkapnya sampai akhir, Ces!

Mengapa Asuransi Properti Dinilai Masih Prospektif?

Marketing Director PT Great Eastern General Insurance, Linggawati Tok, mengatakan perusahaan masih optimistis terhadap pertumbuhan bisnis asuransi properti yang berasal dari segmen korporasi, komersial, ritel, hingga usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurutnya, kebutuhan perlindungan aset terus meningkat seiring bertambahnya nilai properti dan semakin tingginya kesadaran pelaku usaha dalam mengelola risiko bisnis.

"Untuk mendorong pertumbuhan bisnis properti hingga akhir tahun, perusahaan akan tetap menerapkan prinsip underwriting yang disiplin dan selektif. Namun, secara aktif memperluas penetrasi pada risiko-risiko yang memenuhi kriteria profitabilitas dan kualitas portofolio," ujar Linggawati.

Strategi tersebut diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan premi dengan kualitas portofolio perusahaan.

Ilustrasi pertumbuhan asuransi properti didukung strategi underwriting selektif dan perlindungan aset bagi pelaku usaha [BTV:AI]
Ilustrasi pertumbuhan asuransi properti didukung strategi underwriting selektif dan perlindungan aset bagi pelaku usaha [BTV:AI]

 Baca Juga: Suku Bunga Tinggi Tekan Dunia Usaha, Investasi dan Lapangan Kerja Ikut Terdampak

Strategi GEGI Mendorong Pertumbuhan Bisnis

Selain menerapkan proses underwriting secara selektif, GEGI juga menyiapkan sejumlah langkah untuk memperluas pasar.

Perusahaan akan memperkuat kerja sama dengan broker, agen, dan berbagai mitra bisnis strategis. Selain itu, GEGI mengoptimalkan peluang cross-selling kepada nasabah yang sudah ada sekaligus mengembangkan produk perlindungan yang sesuai dengan kebutuhan pasar saat ini.

Linggawati menambahkan bahwa perusahaan ingin menjaga pertumbuhan premi tanpa mengabaikan kualitas hasil underwriting sehingga kondisi keuangan perusahaan tetap sehat.

Apa Tantangan Industri Asuransi Properti Saat Ini?

Di balik peluang pertumbuhan tersebut, industri asuransi properti masih menghadapi sejumlah tantangan.

Menurut GEGI, meningkatnya klaim akibat risiko kebakaran maupun bencana alam menjadi salah satu faktor yang perlu diantisipasi. Di sisi lain, persaingan antarperusahaan asuransi juga semakin ketat.

Untuk menghadapi kondisi tersebut, perusahaan mulai memperluas fokus pemasaran. Jika sebelumnya lebih banyak menyasar perusahaan besar, kini GEGI juga aktif menawarkan produk kepada sektor ritel dan UMKM.

Langkah tersebut dinilai dapat memperluas basis nasabah sekaligus mendukung pertumbuhan premi secara berkelanjutan.

Perusahaan asuransi memperluas pasar ke ritel dan UMKM menghadapi meningkatnya klaim serta persaingan industri ketat. [BTV:AI]
Perusahaan asuransi memperluas pasar ke ritel dan UMKM menghadapi meningkatnya klaim serta persaingan industri ketat. [BTV:AI]

 Kesadaran Risiko Dinilai Terus Meningkat

GEGI menilai meningkatnya perhatian pelaku usaha terhadap risiko menjadi salah satu faktor yang membuat asuransi properti tetap menjadi kontributor utama premi industri asuransi umum.

Pelaku usaha dinilai semakin memahami bahwa berbagai risiko tidak terduga, termasuk bencana alam dan perubahan kondisi iklim, dapat mengganggu operasional bisnis maupun nilai aset yang dimiliki.

Linggawati mengatakan perlindungan aset kini semakin dipandang sebagai bagian penting dalam keberlangsungan usaha. Pada sejumlah pembiayaan aset tertentu, lembaga perbankan juga dapat mensyaratkan adanya perlindungan asuransi sesuai ketentuan pembiayaan yang berlaku.

Data OJK Masih Menunjukkan Kontribusi Besar

Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan lini usaha harta benda masih menjadi salah satu penyumbang terbesar premi industri asuransi umum.

Per April 2026, premi lini usaha harta benda tercatat mencapai Rp10,96 triliun, sedangkan nilai klaim mencapai Rp4,28 triliun.

Angka tersebut menunjukkan bahwa asuransi properti masih memegang peranan penting dalam industri sekaligus memiliki kebutuhan perlindungan yang tetap tinggi di berbagai sektor ekonomi.

Poin Penting:

Insight Redaksi: Prospek positif industri asuransi properti menunjukkan bahwa perlindungan aset semakin menjadi bagian dari strategi bisnis, bukan sekadar pelengkap. Bagi pelaku usaha di Balikpapan yang berkembang bersama aktivitas industri, logistik, hingga properti, pengelolaan risiko menjadi aspek yang patut diperhitungkan sejak awal. Jangan hanya mengejar pertumbuhan usaha, perlindungan aset juga perlu direncanakan. Pahami kebutuhan bisnis masing-masing, kada asal memilih polis.

FAQ

1. Apa itu asuransi properti?

Asuransi properti merupakan produk perlindungan terhadap aset seperti bangunan, gudang, kantor, maupun isi bangunan dari berbagai risiko sesuai ketentuan polis.

2. Mengapa bisnis membutuhkan asuransi properti?

Karena dapat membantu mengurangi dampak finansial ketika terjadi risiko seperti kebakaran, bencana alam, atau kerusakan aset.

3. Apa strategi GEGI hingga akhir 2026?

Perusahaan menerapkan underwriting selektif, memperluas kerja sama bisnis, meningkatkan cross-selling, dan memperluas pasar ke sektor ritel serta UMKM.

4. Berapa premi lini usaha harta benda menurut OJK?

Per April 2026, premi lini usaha harta benda mencapai Rp10,96 triliun dengan klaim sebesar Rp4,28 triliun.

5. Apakah semua kredit bank mewajibkan asuransi?

Tidak. Persyaratan asuransi bergantung pada jenis pembiayaan, kebijakan bank, dan karakter aset yang dijadikan agunan.

Sumber Informasi: Media Bisnis.com, dengan judul "Great Eastern (GEGI) Nilai Asuransi Properti Masih Prospektif hingga Akhir 2026", oleh penulis Annisa Nurul Amara. Artikel ini ditulis ulang secara orisinal dengan gaya jurnalistik Balikpapantv.id.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
Asuransi Properti Great Eastern General Insurance Premi Asuransi 2026