Harga Buyback Emas Antam Turun Lagi, Cuan Pembeli Lebaran 10 Tahun Lalu Masih Untung Segini

Revan Prasetya Irwansyah Putra • Dipublikasikan Senin, 21 September 2026 | 15:56 WIB
Harga buyback emas Antam turun, sementara pemilik emas lama masih mencatat selisih positif dari investasi [BTV:AI]
Harga buyback emas Antam turun, sementara pemilik emas lama masih mencatat selisih positif dari investasi [BTV:AI]

Durasi Baca: 7 menit

Ikhtisar: Buyback emas Antam turun ke Rp2,463 juta per gram, tetapi pembeli Lebaran 10 tahun lalu masih mencatat selisih positif.

 

Balikpapan TV - Hai Ces!

Harga buyback emas Antam turun lagi menjadi Rp2.463.000 per gram pada Senin, 21 September 2026, memperlebar jarak dari rekor Januari.

Buat pembeli emas yang sudah menyimpan logam mulia sejak beberapa tahun lalu, penurunan harian ini tentu perlu dibaca dengan konteks yang lebih panjang. Sebab, hasil penjualan emas tidak cuma ditentukan harga hari ini, tetapi juga harga ketika pertama membeli.

Buyback Antam Turun Rp10.000 per Gram

Harga buyback emas Antam pada Senin (21/9/2026) turun Rp10.000 dari posisi sebelumnya Rp2.473.000 menjadi Rp2.463.000 per gram.

Pada hari yang sama, harga jual emas Antam 1 gram juga turun Rp10.000 menjadi Rp2.628.000 per gram dari sebelumnya Rp2.638.000.

Artinya, terdapat selisih Rp165.000 per gram antara harga jual dan harga buyback pada hari ini.

Indikator Posisi 21 September 2026 Perubahan
Harga jual Antam 1 gram Rp2.628.000 Turun Rp10.000
Harga buyback Antam Rp2.463.000 Turun Rp10.000
Selisih jual-buyback Rp165.000 —
Buyback awal 2026 Rp2.360.000 —
Buyback ATH Rp2.989.000 —

Selisih Rp165.000 tersebut setara sekitar 6,28% dari harga jual Rp2.628.000. Jadi, orang yang baru membeli emas pada harga hari ini tidak serta-merta bisa menjual kembali pada harga yang sama.

Di sinilah spread atau jarak harga jual dengan buyback menjadi penting ketika menghitung hasil investasi emas fisik.

Harga buyback Antam turun, sementara spread jual dan buyback mencapai Rp165.000 per gram hari ini [BTV:AI]
Harga buyback Antam turun, sementara spread jual dan buyback mencapai Rp165.000 per gram hari ini [BTV:AI]

 Baca Juga: Harga Emas Perhiasan Sabtu 19 September 2026 Naik, 24K Tembus Rp2,265 Juta

Masih Untung dari Awal Tahun, Tapi Jauh dari Rekor

Meski turun, posisi buyback Antam saat ini masih lebih tinggi dibandingkan awal 2026.

Harga buyback pada awal tahun berada di Rp2.360.000 per gram. Dengan posisi terbaru Rp2.463.000, terdapat kenaikan Rp103.000 atau sekitar 4,36%.

Namun, gambarnya berubah ketika pembandingnya adalah rekor tertinggi sepanjang masa atau ATH.

Buyback Antam pernah mencapai Rp2.989.000 per gram pada 29 Januari 2026. Dari level tersebut menuju Rp2.463.000, terdapat koreksi Rp526.000 atau sekitar 17,60%.

Jadi, ada dua cerita berbeda yang sama-sama benar.

Dibandingkan awal tahun, nilai buyback masih lebih tinggi. Tetapi jika dibandingkan dengan titik tertingginya, harga sekarang sudah terkoreksi cukup dalam.

Bagi pemilik emas, perbedaan titik pembanding ini penting. Jangan sampai kenaikan secara year to date langsung dianggap sebagai gambaran keuntungan bersih, karena biaya transaksi dan pajak juga dapat memengaruhi hasil akhir.

Harga buyback Antam masih naik dari awal tahun, tetapi terkoreksi tajam dari rekor tertinggi Januari [BTV:AI]
Harga buyback Antam masih naik dari awal tahun, tetapi terkoreksi tajam dari rekor tertinggi Januari [BTV:AI]

 

Lebaran 10 Tahun Lalu, Berapa Selisihnya Sekarang?

Nah, bagian ini yang menarik bagi pemilik emas lama.

Dengan menggunakan harga buyback Rp2.463.000 per gram pada 21 September 2026, simulasi historis menunjukkan pembeli emas Antam pada periode Lebaran sejak 2015 masih memiliki selisih positif dibandingkan harga buyback sekarang.

Periode Lebaran Periode Pembelian Selisih dengan Buyback 21/9/2026
2025 1 April 2025 Rp637.000
2024 12 April 2024 Rp1.139.000
2023* 27 April 2024 Rp1.401.000
2022 9 Mei 2022 Rp1.486.000
2021 17 Mei 2021 Rp1.526.000
2020 26 Mei 2020 Rp1.546.000
2019 10 Juni 2019 Rp1.773.000
2018 21 Juni 2018 Rp1.808.000
2017 22 Juni 2017 Rp1.856.000
2016 11 Juli 2016 Rp1.825.000
2015 22 Juli 2015 Rp1.896.000

*Periode 2023 mengikuti penulisan pada sumber simulasi.

Angka tersebut merupakan selisih harga beli historis dengan harga buyback pada 21 September 2026, bukan keuntungan bersih setelah pajak dan biaya transaksi.

Dari tabel tersebut terlihat pola yang cukup jelas: semakin lama periode penyimpanan, semakin besar pula selisih nominal yang tercatat dalam simulasi.

Pembelian pada periode Lebaran 2025 memiliki selisih Rp637.000 per gram. Sementara pembelian pada periode 2015 tercatat memiliki selisih Rp1.896.000 per gram.

Tetapi nominal selisih saja belum cukup untuk membandingkan hasil investasi antarperiode. Harga pembelian masing-masing tahun berbeda, sehingga persentase keuntungan sebenarnya juga berbeda.

Artinya, angka Rp1,896 juta pada 2015 tidak otomatis berarti hasil persentasenya sama dengan Rp637.000 pada 2025.

Kenapa Harga Buyback Bisa Jauh di Bawah Harga Jual?

Bagi investor pemula, istilah buyback kadang membuat bingung.

Sederhananya, harga jual adalah harga ketika masyarakat membeli emas dari Antam. Sementara harga buyback merupakan harga acuan ketika emas tersebut dijual kembali kepada Antam.

Karena mekanismenya berbeda, kedua harga tersebut memang tidak harus sama.

Pada 21 September 2026, misalnya, harga jual 1 gram berada di Rp2.628.000, sedangkan buyback Rp2.463.000. Selisih Rp165.000 menjadi bagian dari biaya atau jarak transaksi yang perlu diperhitungkan sejak awal.

Logam Mulia juga menjelaskan bahwa harga buyback berlaku berdasarkan harga pada hari transaksi. Tahun produksi emas tidak menentukan harga pembelian kembali, sehingga pemilik emas lama tetap mengacu pada harga buyback yang berlaku saat menjual.

Bagi pemilik emas, ini berarti keputusan menyimpan atau menjual tidak cukup hanya melihat apakah harga emas sedang naik.

Yang lebih penting adalah mengetahui berapa harga beli awal, berapa harga buyback saat ini, berapa lama emas disimpan, dan biaya apa saja yang muncul ketika transaksi dilakukan.

Pajak Juga Perlu Masuk Hitungan

Ada satu komponen lain yang sering luput ketika menghitung cuan emas, yakni pajak.

Untuk transaksi buyback dengan nilai lebih dari Rp10 juta, sumber menyebut PPh Pasal 22 sebesar 1,5% dikenakan dan dipotong langsung dari nilai transaksi bagi transaksi yang memenuhi ketentuan.

Artinya, selisih harga antara pembelian dan buyback belum tentu sama dengan uang bersih yang akhirnya diterima pemilik emas.

Contohnya sederhana. Jika seseorang menjual emas dengan nilai transaksi yang masuk ketentuan pajak, nominal pajak akan mengurangi penerimaan yang diterima setelah transaksi.

Karena itu, simulasi historis dalam tabel sebaiknya dibaca sebagai selisih harga, bukan jaminan keuntungan bersih.

Arah Emas Dunia Masih Jadi Perhatian

Pergerakan buyback Antam tidak berdiri sendiri. Harga emas domestik juga dipengaruhi perkembangan harga emas dunia, nilai tukar, sentimen pasar, serta kebijakan moneter global.

Pekan ini, perhatian pasar tertuju pada level teknikal emas dunia di area resistance 4.357–4.403. Menurut analis Dupoin Futures Geraldo Kofit yang dikutip dalam sumber, emas masih menghadapi tekanan selama belum mampu menembus dan bertahan di atas area tersebut.

Jika tekanan berlanjut, level support 4.282 menjadi area yang perlu diperhatikan. Sebaliknya, penembusan resistance dapat membuka ruang pemulihan.

Ini merupakan analisis teknikal, bukan kepastian arah harga.

Faktor fundamental juga ikut bermain. Federal Reserve pada 16 September 2026 menaikkan target federal funds rate sebesar 25 basis poin menjadi 3,75%–4,00%. Keputusan tersebut disetujui melalui voting 12-0.

Suku bunga yang lebih tinggi dapat meningkatkan daya tarik aset berbasis dolar dan instrumen berimbal hasil. Kondisi tersebut dapat meningkatkan opportunity cost memegang emas yang tidak memberikan bunga.

Karena itu, dolar AS dan imbal hasil Treasury menjadi variabel penting yang perlu diperhatikan bersama pergerakan harga emas dunia.

Apa Artinya bagi Pemilik Emas?

Penurunan buyback Rp10.000 per gram pada Senin mungkin terlihat kecil jika hanya dilihat sehari.

Namun, jarak Rp526.000 dari ATH menunjukkan bahwa harga pembelian kembali sekarang sudah cukup jauh dari puncak Januari.

Di sisi lain, posisi buyback masih Rp103.000 di atas level awal tahun. Ini menunjukkan bahwa membaca kinerja emas hanya dari satu titik waktu bisa menghasilkan gambaran yang berbeda.

Bagi pemilik emas lama, periode penyimpanan juga berpengaruh besar. Simulasi pembeli Lebaran 2015–2025 menunjukkan seluruh selisih yang dicantumkan sumber masih positif terhadap buyback 21 September 2026.

Tetapi perlu diingat, angka tersebut belum otomatis menggambarkan return bersih. Harga pembelian, spread, pajak, serta waktu transaksi tetap harus diperhitungkan.

Buat investor pemula, prinsip sederhananya: jangan cuma lihat emas naik atau turun. Lihat juga harga beli, harga buyback, dan selisih keduanya.

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menjual Emas

Insight Redaksi

Harga emas memang masih memberi ruang bagi pemilik lama, tetapi angka besar belum tentu berarti cuan bersih. Di Balikpapan, bubuhan investor ritel sebaiknya membaca spread dan pajak sebelum menghitung hasil akhir, bukan sekadar terpaku pada harga emas yang naik.

Kalau mau jual emas, hitung dulu harga beli, buyback, spread, dan potongan pajaknya biar kada salah hitung.

Kalau artikel ini berguna, bagikan ke bubuhan ikam yang lagi menyimpan emas atau sedang menghitung kapan waktu jualnya.

Pantau terus gerak emas, karena angka hari ini bisa berubah lagi besok. Balikpapan TV teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Berapa harga buyback emas Antam pada 21 September 2026?

Harga buyback emas Antam tercatat Rp2.463.000 per gram.

2. Berapa selisih harga jual dan buyback Antam?

Harga jual emas Antam 1 gram Rp2.628.000, sedangkan buyback Rp2.463.000, sehingga selisihnya Rp165.000 per gram.

3. Apakah harga buyback sekarang masih lebih tinggi dari awal 2026?

Ya. Harga buyback Rp2.463.000 masih Rp103.000 atau sekitar 4,36% di atas level awal tahun Rp2.360.000.

4. Seberapa jauh buyback Antam dari rekor tertingginya?

Harga buyback sekarang Rp526.000 atau sekitar 17,60% lebih rendah dibanding ATH Rp2.989.000 per gram.

5. Apakah selisih historis pembeli Lebaran merupakan keuntungan bersih?

Belum tentu. Selisih tersebut belum memperhitungkan biaya transaksi dan pajak yang dapat berlaku saat penjualan kembali.

6. Apa yang perlu diperhatikan investor emas berikutnya?

Selain harga Antam, perhatikan harga emas global, dolar AS, Treasury yield, kebijakan The Fed, spread jual-buyback, serta pajak transaksi.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
Buyback Emas logam mulia investasi emas harga emas antam