Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Bisnis & UMKM Religi Iptek

Selat Hormuz Jadi Sorotan, Iran Sebut Berhak Pungut Biaya Layanan Kapal.

Novaldy Yulsa Polii • Jumat, 19 Juni 2026 | 08:47 WIB
Aktivitas kapal di Selat Hormuz saat Iran menegaskan hak kedaulatan dan biaya layanan pelayaran.
Ilistrasi aktivitas kapal di Selat Hormuz saat Iran menegaskan hak kedaulatan dan biaya layanan pelayaran.

Durasi Baca: 4 Menit

Topik: Iran menegaskan hak kedaulatannya di Selat Hormuz, termasuk kemungkinan memungut biaya layanan bagi kapal yang melintas sesuai ketentuan yang berlaku.

Ikhtisar: Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menegaskan Selat Hormuz tidak akan kembali seperti sebelumnya. Iran menyatakan memiliki hak kedaulatan atas jalur strategis tersebut dan membuka kemungkinan pemungutan biaya layanan bagi kapal yang melintas.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Iran kembali menegaskan posisinya terkait Selat Hormuz, salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia. Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf menyebut negaranya memiliki hak kedaulatan sebagai negara pantai yang menghadap langsung ke selat tersebut.

Isu ini menarik perhatian karena Selat Hormuz menjadi jalur penting bagi lalu lintas kapal internasional. Nah, apa sebenarnya yang dimaksud Iran dan apa dampaknya terhadap pelayaran global? Simak sampai habis, biar makin paham situasinya Ces!

Mengapa Iran Menegaskan Hak Kedaulatan di Selat Hormuz?

Iran menyatakan memiliki hak kedaulatan atas Selat Hormuz karena posisinya sebagai negara pantai yang berbatasan langsung dengan jalur air tersebut. Pernyataan itu disampaikan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf.

Menurut Ghalibaf, hak tersebut merupakan bagian dari kewenangan yang dimiliki negaranya sesuai status geografis Iran. Karena itu, Teheran menilai memiliki peran penting dalam pengelolaan aktivitas di kawasan tersebut.

Ia juga menyampaikan bahwa kondisi Selat Hormuz ke depan “tidak akan kembali seperti semula”. Pernyataan itu menjadi salah satu sinyal penting mengenai perubahan pendekatan Iran terhadap jalur strategis tersebut.

Apakah Iran Akan Memungut Biaya dari Kapal yang Melintas?

Jawabannya, ya. Namun Iran menegaskan biaya yang dimaksud bukan bea masuk atau pungutan perdagangan internasional.

Ghalibaf menjelaskan bahwa biaya tersebut merupakan pembayaran atas layanan yang diberikan kepada kapal yang melewati Selat Hormuz. Dengan kata lain, Iran membedakan antara biaya layanan dan tarif perdagangan.

Penegasan ini disampaikan untuk menghindari kesalahpahaman bahwa Iran berniat memberlakukan aturan yang bertentangan dengan hukum internasional.

Baca Juga: Pengamat Teheran Ungkap Alasan Ketegangan Israel-Lebanon Bisa Picu Respons Iran.

Bagaimana Sikap Iran terhadap Hukum Internasional?

Iran menegaskan tidak memiliki niat untuk bertindak melanggar hukum internasional. Pernyataan tersebut menjadi bagian penting dari penjelasan resmi yang disampaikan parlemen Iran.

Dengan menekankan aspek legalitas, Iran berupaya menunjukkan bahwa kebijakan terkait Selat Hormuz tetap berada dalam koridor hukum yang berlaku. Posisi ini sekaligus menjadi respons atas perhatian dunia terhadap jalur pelayaran tersebut.

Bagi banyak negara, kepastian hukum menjadi faktor penting karena Selat Hormuz merupakan salah satu rute yang dilalui kapal dari berbagai kawasan dunia.

Apa Isi Nota Kesepahaman yang Disinggung Ghalibaf?

Selain membahas Selat Hormuz, Ghalibaf juga menyinggung implementasi sebuah nota kesepahaman. Ia menyatakan Pasal 13 dalam dokumen tersebut akan dijalankan secara bertahap.

Menurutnya, nota kesepahaman itu memuat ketentuan yang berkaitan dengan rekonstruksi dan pembangunan. Namun rincian pelaksanaannya disebut akan dilakukan sesuai tahapan yang telah disepakati.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa pembahasan yang berlangsung tidak hanya menyangkut isu pelayaran, tetapi juga agenda pembangunan yang lebih luas.

Baca Juga: 4 Faktor yang Membuat Iran Dianggap Mampu Menekan AS dan Israel.

Mengapa Amerika Serikat Ikut Disebut dalam Pernyataan Ini?

Ghalibaf menyoroti posisi Amerika Serikat dalam konteks kompensasi pascakonflik. Ia menyebut Washington tidak mengakui dirinya sebagai pihak agresor.

Menurut Ghalibaf, sikap tersebut dilakukan untuk menghindari kewajiban pembayaran kompensasi. Pernyataan ini menjadi salah satu bagian yang menegaskan perbedaan pandangan antara Iran dan Amerika Serikat.

Meski demikian, fokus utama yang disampaikan tetap berkaitan dengan hak Iran atas Selat Hormuz dan implementasi kesepakatan yang sedang berjalan.

Poin Penting:

Insight Redaksi: Posisi Iran dalam isu Selat Hormuz menunjukkan bahwa jalur pelayaran strategis kini bukan hanya soal lalu lintas kapal, tetapi juga menyangkut kedaulatan dan kepentingan nasional. Dari sudut pandang kawasan maritim seperti Balikpapan, stabilitas jalur perdagangan global selalu menarik dicermati karena dapat memengaruhi rantai pasok internasional. Yang menarik, Iran menekankan aspek layanan, bukan tarif perdagangan. Ini detail kecil, tetapi cukup penting untuk memahami arah kebijakan yang sedang dibangun. Pantas dipantau terus perkembangan berikutnya, Ces.

Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang memahami perkembangan terbaru terkait Selat Hormuz dan dinamika geopolitik yang sedang menjadi perhatian dunia.

Penasaran bagaimana perkembangan kebijakan Iran berikutnya dan dampaknya terhadap jalur pelayaran internasional? Ikuti terus informasi terkini hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

1. Siapa yang menyampaikan pernyataan terkait Selat Hormuz?
Mohammad Bagher Ghalibaf, Ketua Parlemen Iran.

2. Apakah Iran akan mengenakan bea masuk bagi kapal?
Tidak. Iran menyebutnya sebagai biaya layanan, bukan bea masuk.

3. Apa alasan Iran mengklaim hak tersebut?
Karena Iran merupakan negara pantai yang menghadap langsung ke Selat Hormuz.

4. Apakah Iran berniat melanggar hukum internasional?
Tidak. Iran menegaskan tetap menghormati hukum internasional.

5. Apa isi nota kesepahaman yang disebut Ghalibaf?
Mencakup ketentuan mengenai rekonstruksi dan pembangunan yang akan dilaksanakan bertahap.

my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates

 

Editor : Arya Kusuma
#Mohammad Bagher Ghalibaf #Biaya layanan kapal #selat hormuz