Durasi Baca: 4 Menit
Topik: Wafatnya Putri Bajrakitiyabha Setelah Menjalani Koma Hampir Empat Tahun
Ikhtisar: Putri Bajrakitiyabha, putri sulung Raja Thailand, meninggal dunia setelah mengalami koma selama hampir empat tahun. Artikel ini membahas kondisi kesehatannya, perjalanan hidup, serta penghormatan kerajaan yang diberikan.
Balikpapan TV - Hai Ces! Putri Bajrakitiyabha, putri sulung Raja Thailand, meninggal dunia pada 11 Juni 2026 dalam usia 47 tahun setelah menjalani perawatan intensif dan koma sejak Desember 2022 akibat gangguan jantung.
Kisah hidupnya menarik perhatian dunia karena pengabdiannya di bidang hukum dan kemanusiaan. Simak terus ulasan lengkapnya sampai habis, supaya kada ketinggalan informasi penting yang ramai diperbincangkan ini, Ces!
Mengapa Putri Bajrakitiyabha Menjadi Sorotan Dunia?
Putri Bajrakitiyabha dikenal sebagai anak sulung Raja Maha Vajiralongkorn yang memiliki peran aktif di berbagai bidang publik. Namanya tidak hanya dikenal di Thailand, tetapi juga di tingkat internasional.
Ia menempuh pendidikan di Inggris, Amerika Serikat, dan Thailand. Latar belakang akademik tersebut membawanya mengemban sejumlah posisi di lingkungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Keaktifannya dalam isu sosial membuat sosoknya dihormati banyak kalangan.
Baca Juga: Di Tengah Krisis Gaza, Nikah Massal 40 Korban Cedera Perang Jadi Simbol Harapan.
Bagaimana Kondisi Kesehatan Putri Bajrakitiyabha Sebelum Wafat?
Putri Bajrakitiyabha dirawat di Rumah Sakit Memorial Raja Chulalongkorn sejak 15 Desember 2022. Saat itu, ia pingsan akibat kondisi jantung yang kemudian membuatnya mengalami koma.
Selama hampir empat tahun, tim medis terus melakukan perawatan intensif. Namun kondisinya tidak kunjung pulih sepenuhnya.
Pihak Biro Rumah Tangga Kerajaan menyebut kondisi kesehatannya semakin memburuk sejak 21 Mei 2026.
Apa Penyebab Memburuknya Kondisi Sang Putri?
Menurut pernyataan resmi kerajaan, infeksi pada rongga perut akibat peradangan usus besar menjadi salah satu faktor yang memperburuk kondisi kesehatan Putri Bajrakitiyabha.
Selain itu, ia juga mengalami tekanan darah rendah, gangguan irama jantung, serta pembekuan darah yang tidak normal.
"Sejak 21 Mei 2026, kondisi Yang Mulia memburuk akibat infeksi di rongga perut yang disebabkan oleh peradangan usus, yaitu usus besar. Yang Mulia juga menderita tekanan darah rendah, detak jantung tidak teratur, dan pembekuan darah abnormal," bunyi pernyataan Kerajaan Thailand.
Kondisi tersebut terus berkembang hingga akhirnya sang putri meninggal dunia pada Kamis malam pukul 19.48 waktu setempat.
Baca Juga: Iran Nilai Kembali Arah Diplomasi dengan AS, Faktor Keamanan Jadi Sorotan.
Bagaimana Penghormatan Kerajaan Thailand untuk Sang Putri?
Kepergian Putri Bajrakitiyabha mendapat penghormatan tertinggi dari keluarga kerajaan Thailand.
Raja Maha Vajiralongkorn memerintahkan Biro Rumah Tangga Kerajaan untuk menyelenggarakan upacara pemakaman kerajaan sesuai tradisi yang berlaku.
Jenazah sang putri akan disemayamkan di Balai Singgasana Piman Rattaya yang berada di kawasan Istana Besar Thailand.
Langkah tersebut mencerminkan posisi penting Putri Bajrakitiyabha dalam keluarga kerajaan dan kehidupan publik Thailand.
Warisan Pengabdian Apa yang Ditinggalkan Putri Bajrakitiyabha?
Selain dikenal sebagai anggota kerajaan, Putri Bajrakitiyabha aktif mengadvokasi perlakuan yang lebih baik bagi perempuan yang berada di penjara.
Ia juga terlibat dalam berbagai kegiatan internasional melalui sejumlah jabatan di lingkungan PBB.
Dedikasi tersebut menjadikan namanya identik dengan isu kemanusiaan dan perlindungan kelompok rentan.
Bagi banyak orang, warisan yang ditinggalkan bukan hanya status kebangsawanan, melainkan kontribusi nyata terhadap persoalan sosial.
Poin Penting:
- Putri Bajrakitiyabha meninggal dunia pada 11 Juni 2026 di usia 47 tahun.
- Ia mengalami koma sejak 15 Desember 2022 akibat kondisi jantung.
- Kondisinya memburuk karena infeksi rongga perut akibat peradangan usus besar.
- Sang putri juga mengalami tekanan darah rendah dan gangguan irama jantung.
- Raja Maha Vajiralongkorn memerintahkan penghormatan pemakaman kerajaan.
- Putri Bajrakitiyabha dikenal aktif dalam isu kemanusiaan dan hak perempuan.
Insight redaksi: Wafatnya Putri Bajrakitiyabha menjadi momen yang memperlihatkan bagaimana figur kerajaan juga meninggalkan jejak melalui pengabdian sosial, bukan semata karena garis keturunan. Dalam konteks Asia Tenggara, perhatian publik terhadap sosoknya muncul karena perannya yang dekat dengan isu kemanusiaan. Ada pesan yang terasa kuat dari perjalanan hidupnya: jabatan bisa berganti, tetapi kontribusi sosial sering kali menjadi warisan yang paling lama dikenang. Itu yang terasa menonjol dari kisah sang putri, Ces.
Bagikan jua artikel ini ke bubuhan ikam agar semakin banyak yang mengetahui perjalanan hidup Putri Bajrakitiyabha dan warisan pengabdiannya.
Ikuti perkembangan kabar internasional dan berbagai peristiwa penting lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
1. Kapan Putri Bajrakitiyabha meninggal dunia?
Putri Bajrakitiyabha meninggal pada Kamis, 11 Juni 2026.
2. Berapa usia Putri Bajrakitiyabha saat wafat?
Ia meninggal dunia dalam usia 47 tahun.
3. Mengapa Putri Bajrakitiyabha mengalami koma?
Ia mengalami koma sejak Desember 2022 setelah pingsan akibat kondisi jantung.
4. Apa penyebab kondisi kesehatannya memburuk pada 2026?
Infeksi rongga perut akibat peradangan usus besar, tekanan darah rendah, gangguan detak jantung, dan pembekuan darah abnormal.
5. Apa peran Putri Bajrakitiyabha di luar keluarga kerajaan?
Ia pernah memegang sejumlah posisi di PBB dan aktif mengampanyekan perlakuan yang lebih baik bagi perempuan di penjara.
Editor : Arya Kusuma