Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik ke Kyiv Picu Kekhawatiran Baru NATO

AdminBTV • Senin, 25 Mei 2026 | 17:05 WIB
ilustrasi Suasana darurat di Kyiv usai serangan rudal dan drone Rusia pada Mei 2026.(BTV/AI)
Ilustrasi Suasana darurat di Kyiv usai serangan rudal dan drone Rusia(BTV/AI)

Topik: Ketegangan NATO dan Rusia Memanas Setelah Serangan Rudal Hipersonik Oreshnik ke Kyiv
Durasi Baca: 6 menit

Ikhtisar: Rusia mengakui penggunaan rudal hipersonik Oreshnik dalam serangan besar ke Kyiv, Ukraina. Serangan itu memicu kemarahan negara-negara NATO karena misil tersebut disebut memiliki kemampuan membawa hulu ledak nuklir dan dinilai memperbesar risiko eskalasi konflik global.

 

Balikpapan TV - Hai Ces! Rusia kembali mengguncang perang Ukraina setelah mengaku meluncurkan rudal hipersonik Oreshnik ke Kyiv pada Minggu dini hari, 25 Mei 2026. Serangan besar itu menewaskan empat orang dan melukai lebih dari 100 warga. NATO langsung bereaksi keras karena Oreshnik disebut sebagai misil canggih berkemampuan nuklir yang sulit dicegat sistem pertahanan modern.

Masih panas situasinya. Banyak negara mulai waspada karena arah konflik makin tajam dan teknologi senjatanya makin ekstrem. Simak terus sampai habis supaya makin paham perkembangan terbarunya, Ces!

Baca Juga: Iran Klaim Kuasai Selat Hormuz, Ancam Buka Front Perang Baru

Kenapa rudal Oreshnik langsung bikin NATO bereaksi keras?

Jawabannya ada pada kemampuan misil tersebut. Oreshnik diklaim Rusia mampu melaju dengan kecepatan lebih dari 10 Mach dan dapat membawa hulu ledak nuklir maupun konvensional. Sistem seperti ini dianggap sulit dicegat sehingga memicu kekhawatiran negara-negara Barat.

Negara-negara NATO menyebut penggunaan misil itu sebagai tindakan agresif yang sembrono. Inggris, Jerman, dan Prancis bahkan pernah menyebut serangan Oreshnik sebelumnya sebagai langkah eskalatif dan tidak dapat diterima. Situasi ini membuat tensi keamanan Eropa kembali memanas.

Apa yang sebenarnya diserang Rusia di Kyiv?

Kementerian Pertahanan Rusia menyatakan target utama serangan adalah fasilitas militer di Kyiv. Namun di lapangan, sejumlah infrastruktur sipil ikut terdampak. Beberapa laporan menyebut area pasar, sekolah hingga fasilitas air mengalami kerusakan akibat gelombang serangan rudal dan drone.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menggambarkan serangan itu sebagai “hal yang benar-benar gila”. Ledakan terdengar di berbagai wilayah ibu kota dan membuat suasana kota berubah mencekam sejak dini hari.

Mengapa Rusia mengaku melakukan serangan balasan?

Rusia menyebut operasi tersebut sebagai respons atas serangan drone Ukraina terhadap asrama perguruan tinggi di Luhansk. Moskow menuduh serangan UAV itu menewaskan 21 orang dan melukai puluhan lainnya, sebagian besar remaja perempuan.

Karena itu, Rusia meluncurkan kombinasi berbagai senjata mulai dari rudal Iskander, Kinzhal, Zircon hingga Oreshnik. Serangan dilakukan dari udara, laut, dan darat secara bersamaan. Pola ini menunjukkan skala operasi yang jauh lebih besar dibanding serangan rutin sebelumnya.

Seberapa berbahaya rudal hipersonik Oreshnik?

Oreshnik bukan misil biasa. Senjata ini termasuk rudal balistik jarak menengah yang disebut memiliki kemampuan membawa beberapa hulu ledak sekaligus. Dalam sejumlah laporan internasional, misil itu disebut sangat sulit dihentikan oleh sistem pertahanan udara modern.

Ini juga menjadi penggunaan ketiga Oreshnik dalam perang Rusia-Ukraina. Sebelumnya misil serupa pernah ditembakkan ke wilayah dekat perbatasan NATO dan memicu kecaman internasional karena dianggap memperbesar ancaman konflik regional.

Beberapa fakta penting soal Oreshnik:

  1. Kecepatan diklaim melebihi 10 Mach
  2. Bisa membawa hulu ledak nuklir
  3. Digunakan Rusia sejak 2024
  4. Sulit dicegat sistem pertahanan biasa
  5. Sudah dipakai beberapa kali dalam perang Ukraina

Bagaimana dampaknya terhadap hubungan Rusia dan NATO?

Ketegangan kini bukan cuma soal Ukraina. NATO menilai penggunaan rudal hipersonik berkemampuan nuklir dapat memperbesar risiko konflik meluas ke kawasan Eropa Timur. Reaksi keras muncul karena misil ditembakkan di tengah hubungan Rusia-Barat yang sudah lama panas.

Di sisi lain, Rusia menganggap serangan itu bagian dari strategi balasan terhadap operasi Ukraina. Situasi ini membuat jalur diplomasi makin berat karena masing-masing pihak tetap mempertahankan posisi kerasnya.

Baca Juga: Xi Jinping Jadi Sorotan Setelah Trump dan Putin Datang ke China Beruntun

Poin Penting:

Insight redaksi: Konflik Rusia-Ukraina kini bukan cuma soal perebutan wilayah, tapi sudah masuk fase unjuk teknologi militer yang makin ekstrem. Saat rudal hipersonik mulai rutin dipakai, tekanan psikologis ke warga sipil dan negara tetangga ikut naik. NATO marah bukan sekadar karena serangannya, tapi karena pesan kekuatan yang dikirim Rusia terasa jelas. Bubuhan Eropa sekarang dipaksa siaga terus. Situasinya kada sederhana pang, Ces!

Kalau mengikuti perkembangan geopolitik global, penting memilah informasi dari sumber terpercaya dan memahami konteks tiap pernyataan resmi. Jangan cuma lihat ledakan atau judul besar, tapi pahami juga dampaknya ke keamanan dunia, nah itu sudah.

Bagikan jua artikel ini ke kawalan ikam supaya makin banyak yang paham kenapa rudal Oreshnik mendadak jadi perhatian dunia internasional, Ces!

Mau tahu perkembangan konflik dunia yang lagi ramai dibahas banyak negara? Pantau terus update terbaru hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!

FAQ

  1. Apa itu rudal Oreshnik?
    Oreshnik adalah rudal hipersonik Rusia berkecepatan tinggi yang disebut dapat membawa hulu ledak nuklir.
  2. Kenapa NATO marah atas serangan ini?
    Karena penggunaan misil hipersonik dianggap meningkatkan risiko eskalasi konflik besar di Eropa.
  3. Berapa korban dalam serangan ke Kyiv?
    Laporan awal menyebut empat orang tewas dan lebih dari 100 orang terluka.
  4. Apa alasan Rusia melakukan serangan?
    Rusia menyebut serangan dilakukan sebagai balasan atas serangan drone Ukraina di Luhansk.
  5. Apakah Oreshnik sulit dicegat?
    Ya. Rusia mengklaim misil tersebut sangat sulit dihentikan sistem pertahanan udara modern.
my ride-or-die for updates
my ride-or-die for updates
Editor : Arya Kusuma
#Volodymyr Zelenskyy #Kyiv #rudal hipersonik Oreshnik