Topik: WHO Disorot Usai Wabah Ebola di Kongo dan Uganda Meluas Cepat
Durasi Baca: 6 menit
Ikhtisar: Marco Rubio menilai WHO terlambat mengenali wabah Ebola di Kongo dan Uganda. Kritik itu muncul saat dunia mulai cemas dengan penyebaran penyakit dan pemangkasan tenaga kesehatan di Amerika Serikat.
Balikpapan TV - Hai Ces! Wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo dan Uganda kembali bikin perhatian dunia mengarah ke Afrika Tengah. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio, menyebut Organisasi Kesehatan Dunia atau World Health Organization terlambat mengidentifikasi penyebaran wabah yang kini diperkirakan sudah menewaskan 131 orang di Kongo.
Situasi ini makin panas karena kritik tersebut muncul setelah Presiden Donald Trump memutuskan menarik Amerika Serikat dari WHO. Dampaknya kada kecil pang. Ribuan posisi tenaga kesehatan global ikut terdampak, sementara ancaman wabah lintas negara terus bergerak cepat. Ikam yang penasaran kenapa isu ini jadi perhatian dunia, baca terus sampai habis Ces!
Baca Juga: Negosiasi Timur Tengah Bikin Trump Tahan Serangan AS ke Iran.
Apa yang Membuat WHO Dikritik Amerika Serikat?
Rubio menilai WHO bergerak lambat saat wabah Ebola mulai muncul di wilayah pedesaan Republik Demokratik Kongo dan Uganda. Menurutnya, keterlambatan itu membuat penanganan awal jadi makin sulit karena lokasi wabah berada di daerah konflik dan aksesnya terbatas.
Dalam pernyataannya kepada wartawan, Rubio mengatakan pusat penanganan utama tetap dipimpin CDC dan WHO, meski ia menyinggung WHO “sedikit terlambat” mengenali situasi tersebut. Amerika Serikat sendiri disebut telah menyiapkan bantuan sekitar 13 juta dolar AS dan berencana membuka sekitar 50 klinik pengobatan Ebola di Kongo.
Wilayah terdampak memang bukan kawasan mudah dijangkau. Ada konflik bersenjata, jalur transportasi terbatas, sampai risiko keamanan bagi petugas kesehatan. Nah, itu sudah yang bikin respons lapangan makin berat Ces!
Mengapa Para Ahli Menolak Tuduhan Itu?
Kritik Rubio langsung dibantah sejumlah ahli kesehatan global. Salah satunya imunolog dari Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health, Gigi Gronvall.
Ia menilai menyalahkan WHO kada sepenuhnya tepat karena organisasi itu bekerja dengan sumber daya terbatas di wilayah penuh tantangan keamanan. Menurutnya, kondisi perang dan minimnya dukungan internasional membuat proses identifikasi wabah jadi lebih rumit.
Gronvall juga memperingatkan bahwa pemangkasan tenaga kesehatan di Amerika Serikat justru bisa menjadi ancaman baru. Ia menyebut negara itu kini malah lebih lemah menghadapi wabah dibanding awal pandemi Covid-19. Pernyataan itu muncul setelah banyak posisi di lembaga kesehatan AS mulai dipangkas.
Baca Juga: Serangan Terkoordinasi di Tiga Sekolah Nigeria Picu Penculikan Puluhan Anak.
Kenapa Wabah Ebola Sekarang Jadi Kekhawatiran Internasional?
WHO sebelumnya menetapkan wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai “darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional”. Status itu diberikan karena ada risiko penyebaran lintas negara akibat mobilitas warga, perdagangan, dan aktivitas perjalanan antarwilayah.
Negara-negara tetangga Kongo disebut berada dalam risiko tinggi karena berbatasan langsung dan memiliki jalur pergerakan manusia cukup aktif. WHO juga meminta negara lain kada buru-buru menutup perbatasan atau membatasi perdagangan.
Menurut WHO, larangan perjalanan justru bisa memicu perpindahan lewat jalur ilegal yang sulit dipantau. Risiko penularan malah bisa makin luas. Selain itu, pembatasan ekstrem dapat mengganggu distribusi bantuan medis dan memperlambat respons darurat.
Bubuhan tenaga kesehatan global sekarang fokus pada koordinasi cepat. Pengawasan penyakit, vaksinasi, dan layanan klinik jadi prioritas utama di wilayah terdampak.
Bagaimana Dampak Pemangkasan Lembaga Kesehatan AS?
Di tengah wabah Ebola, Amerika Serikat justru menghadapi pengurangan besar-besaran tenaga kesehatan federal. Departemen Kesehatan AS disebut berencana menghapus banyak posisi di sejumlah lembaga penting seperti CDC dan National Institutes of Health.
Menteri Kesehatan AS, Robert F. Kennedy Jr., sebelumnya juga mengumumkan rencana pemangkasan sekitar 10 ribu pekerjaan dari total 82 ribu pegawai departemen kesehatan.
Epidemiolog sekaligus Direktur Pandemic Center Brown School of Public Health, Jennifer Nuzzo, mengatakan CDC baru mengetahui wabah setelah diumumkan secara publik. Padahal rumor wabah sudah beredar berminggu-minggu.
Menurut Nuzzo, situasi ini berbeda dari kebiasaan lama pemerintah AS yang biasanya aktif memantau rumor wabah di Kongo sebelum situasi memburuk. Kadada yang menyangka perubahan respons itu kini jadi sorotan internasional pang.
Baca Juga: Video Trump dan Xi Jinping Viral, Tinggi Kursi Jadi Perdebatan Publik,
Apa Risiko Jika Respons Wabah Terlambat?
Wabah Ebola memang kada semudah flu dalam penularannya. Tapi penyakit ini dikenal mematikan dan memerlukan respons cepat sejak kasus awal muncul.
Para ahli mengingatkan, ketika sistem kesehatan melemah dan koordinasi internasional terganggu, risiko wabah kecil berubah menjadi krisis besar bisa meningkat. Belum lagi penyebaran informasi keliru yang makin sering muncul di media sosial.
Poin Penting:
- WHO menyebut wabah Ebola di Kongo dan Uganda sebagai darurat kesehatan internasional.
- Marco Rubio menilai WHO terlambat mengenali wabah Ebola.
- Amerika Serikat menyiapkan bantuan sekitar 13 juta dolar AS untuk penanganan Ebola.
- WHO memperingatkan penutupan perbatasan dapat memperburuk penyebaran penyakit.
- Ahli kesehatan menilai pemangkasan lembaga kesehatan AS justru meningkatkan risiko wabah.
- CDC disebut baru mengetahui wabah setelah diumumkan secara publik.
Insight: Wabah Ebola kali ini bukan cuma soal virus di Afrika Tengah. Ada cerita lebih besar tentang bagaimana politik, pemotongan anggaran, dan koordinasi global ikut menentukan cepat lambatnya penanganan penyakit. Saat negara besar mulai mengurangi dukungan lembaga kesehatan internasional, dampaknya bisa terasa sampai negara berkembang. Balikpapan pun pernah belajar dari pandemi sebelumnya, jadi isu kesiapan kesehatan publik kada bisa dianggap angin lalu pang. Investasi tenaga medis dan sistem deteksi dini tetap penting, nah itu sudah.
Bagikan artikel ini ke bubuhan ikam supaya makin banyak yang paham kenapa isu kesehatan global bisa berdampak sampai berbagai negara.
Ikuti terus perkembangan isu kesehatan dunia dan kabar internasional terbaru hanya di Balikpapan Tv teman update setia, bukan sekadar info biasa!
FAQ
- Apa penyebab WHO dikritik terkait wabah Ebola?
Karena dianggap terlambat mengenali wabah Ebola di Kongo dan Uganda. - Berapa korban jiwa akibat wabah Ebola di Kongo?
WHO memperkirakan sekitar 131 orang meninggal dunia. - Mengapa WHO menolak penutupan perbatasan?
Karena dinilai bisa memicu jalur perjalanan ilegal yang sulit dipantau. - Apa bantuan yang disiapkan Amerika Serikat?
AS menyiapkan bantuan sekitar 13 juta dolar AS dan rencana membuka 50 klinik Ebola. - Apa kekhawatiran para ahli kesehatan saat ini?
Pemangkasan tenaga kesehatan dan lemahnya kesiapan menghadapi wabah baru.
Editor : Arya Kusuma