Info Lokal InfoScope Gaya Hidup Infotainment Iptek Bisnis & UMKM Religi

Gempa 6,3 Magnitudo Guncang Afghanistan Dini Hari, Mengapa Wilayah Ini Rawan?

Rizkiyan Akbar • Senin, 3 November 2025 | 14:53 WIB

Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia
Koneksi Informasi Sehari-hari, Teman Update Setia

Balikpapan TV - Hai Cess! Gempa berkekuatan 6,3 magnitudo mengguncang wilayah dekat Kota Mazar-e Sharif, Afghanistan bagian utara, Senin (3 November 2025) dini hari.

Peristiwa itu menelan sedikitnya 20 korban jiwa dan melukai sekitar 320 orang. Kejadian ini menyusul gempa disertai serangkaian getaran susulan beberapa bulan lalu yang menewaskan lebih dari 2.200 orang.

Fenomena ini kembali menegaskan bahwa Afghanistan termasuk kawasan rawan gempa dengan angka kejadian yang tinggi dan dampak kerusakan yang berat.

Suasana haru menyelimuti masyarakat setempat yang masih berupaya pulih dari bencana sebelumnya. Aktivitas penyelamatan dilakukan dalam kondisi medan yang sulit.

Di balik peristiwa tersebut, ada pertanyaan mendasar: mengapa gempa bumi sering terjadi di sana dan bagaimana upaya mengurangi dampaknya? Yuk lanjut baca—biar kita sama-sama paham konteks besar di balik tragedi ini, Cess!

Baca Juga: Pertukaran Jenazah Israel-Hamas Buntu, Netanyahu: Bukan Sandera yang Kami Cari!

Mengapa Gempa Bumi Sering Terjadi di Afghanistan?

Afghanistan berada pada wilayah yang dikelilingi pegunungan dan dikenal rawan berbagai bencana alam. Namun, gempa bumi menjadi ancaman paling mematikan di sana.

Rata-rata, sekitar 560 orang meninggal setiap tahun akibat gempa, dengan kerugian materi mencapai US$80 juta atau sekitar Rp1,28 triliun.

Studi mencatat, sejak 1990 sedikitnya 355 gempa dengan magnitudo di atas 5,0 mengguncang negara tersebut. Artinya, aktivitas seismik di Afghanistan tergolong sering dan berulang.

Situasi ini membuat risiko bencana seakan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat setempat.

Apa Penyebab Afghanistan Rentan Terhadap Getaran Seismik?

Letak geografis Afghanistan menjadi faktor utama. Negara ini berada di tepi lempeng Eurasia yang berbatasan dengan lempeng India serta dipengaruhi lempeng Arab di bagian selatan. Pergerakan dan tekanan antar lempeng tersebut menciptakan salah satu zona tektonik paling aktif di dunia.

Gerakan lempeng India yang terus menekan ke arah utara menumbuk lempeng Eurasia. Energi yang terkumpul dari tekanan itu bisa sewaktu-waktu terlepas dalam bentuk gempa bumi.

Inilah alasan mengapa gempa di Afghanistan bukan sekadar kejadian acak, tapi fenomena tektonik yang berulang.

Daerah Mana Saja yang Paling Rentan di Afghanistan?

Wilayah timur dan timur laut Afghanistan—terutama di sepanjang perbatasan dengan Uzbekistan, Tajikistan, dan Pakistan—menjadi area dengan risiko tertinggi. Termasuk di dalamnya adalah Kabul yang merupakan kota padat penduduk. Kerugian akibat gempa di kota itu diperkirakan mencapai US$17 juta atau sekitar Rp272 miliar setiap tahun.

Selain kerusakan bangunan, daerah pegunungan membawa ancaman tambahan berupa tanah longsor. Ketika gempa terjadi, lereng yang rapuh dapat runtuh dan memperparah kehilangan jiwa maupun kerusakan infrastruktur.

Seberapa Parah Catatan Sejarah Gempa di Afghanistan?

Sejak tahun 1900, terdapat sekitar 100 gempa bumi yang menimbulkan kerusakan besar. Salah satu peristiwa mematikan terjadi pada tahun 2022, ketika gempa berkekuatan 6 magnitudo menewaskan sekitar 1.000 orang.

Pada 2023, rentetan gempa dalam satu bulan menghancurkan desa-desa dan turut menyebabkan 1.000 korban meninggal. Salah satu gempa terbesar terjadi pada 2015 dengan magnitudo 7,5 yang memakan korban di Afghanistan, Pakistan, dan India.

Pada 1998, dua gempa berbeda dalam jarak tiga bulan menelan korban ribuan jiwa—2.300 pada gempa pertama dan 4.700 pada gempa berikutnya.

Baca Juga: Penusukan Massal di Kereta Tujuan London, Penumpang Syok: Saya Kira Cuma Prank!

Bagaimana Cara Mengurangi Dampak Bencana Gempa di Afghanistan?

Penelitian merekomendasikan pembangunan struktur baru yang tahan gempa, serta perbaikan bangunan lama agar tidak mudah runtuh.

Dalam konteks mitigasi, upaya sederhana seperti memperkuat pondasi dan memilih material yang tepat berperan penting menyelamatkan nyawa.

Selain itu, pemetaan jalur patahan menggunakan teknologi geospasial dan sistem peringatan dini juga menjadi langkah penting. Dengan pemetaan yang akurat, masyarakat di daerah rawan dapat direlokasi ke wilayah yang lebih aman.

Tips Bermanfaat Sederhana yang Relevan:

Meski setiap wilayah punya kondisi berbeda, prinsip perlindungan saat gempa serupa di mana saja:

1. Cari ruang terbuka jika memungkinkan

2. Jika berada di dalam ruangan, berlindung di bawah meja kokoh dan lindungi kepala

3. Setelah guncangan mereda, evakuasi dengan teratur tanpa panik.

Gempa bumi di Afghanistan tidak hanya menjadi tragedi lokal, tapi juga pengingat betapa kuatnya dinamika alam dan pentingnya kesiapsiagaan. Informasi, edukasi, dan perencanaan jangka panjang menjadi pondasi untuk mengurangi korban jiwa dan kerusakan di masa mendatang.

Yuk, sebarkan informasi bermanfaat ini agar semakin banya orangk yang paham dan peduli, Cess!

Simak terus informasi menarik lainnya hanya di Balikpapan Tv teman update setia, “Bukan Sekadar Info Biasa!”

FAQ

1. Mengapa Afghanistan sering dilanda gempa?

Karena letaknya berada di zona pertemuan tiga lempeng tektonik aktif.

2. Apakah gempa di Afghanistan dapat diprediksi?

Belum ada teknologi yang bisa memprediksi waktu pasti, tetapi monitoring dan pemetaan dapat membantu mitigasi.

3. Apakah gempa di daerah pegunungan lebih berbahaya?

Ya, karena berpotensi memicu longsor yang memperbesar risiko korban.

 

DISCLAIMER

Artikel ini menggunakan bantuan AI secara terbatas untuk menghasilkan tulisan bebas typo dan kalimat tidak efektif, menghindari pengulangan kata dan paralelisme yang tidak tepat berdasarkan PUEBI. Artikel ini telah melalui verifikasi dan validasi ketat oleh Manusia (Redaksi). Teknologi AI digunakan semata-mata sebagai alat bantu produktivitas dan efisiensi kerja redaksi — bukan sebagai pengganti peran jurnalis manusia.

 

Rumah-rumah warga tampak rata dengan tanah setelah gempa mengguncang Desa Masud, Distrik Nurgal, Provinsi Kunar, Afghanistan, Kamis (4 September 2025).
Rumah-rumah warga tampak rata dengan tanah setelah gempa mengguncang Desa Masud, Distrik Nurgal, Provinsi Kunar, Afghanistan, Kamis (4 September 2025).

Editor : Arya Kusuma
#afghanistan #gempa #korban